Minggu, 01 Agustus 2021

Bukan Pembalap Muda, Livio Suppo Sarankan Petronas Rekrut Danilo Petrucci.

Bukan Pembalap Muda, Livio Suppo Sarankan Petronas Rekrut Danilo Petrucci.


GrandPrixPedia - Sama seperti Tim Tech3, Petronas Yamaha harus mengganti 2 pembalap mereka untuk musim depan. Tetapi dalam kasus Petronas mereka masih kebingungan dengan banyaknya kandidat, beda dengan Tech 3 yang dipastikan diisi duet Gardner dan Raul Fernandez.

Petronas sendiri lebih tertarik untuk merekrut pembalap muda ketimbang pembalap yang telah punya pengalaman di MotoGP. Namun datang sebuah saran yang sebenarnya berkebalikan dari visi yang dipegang Petronas, saran tersebut datang dari Mantan Manajer Repsol Honda, Livio Suppo.

Bukannya merekomendasikan pembalap muda, Suppo malah menyarankan Petronas untuk mencoba bakat yang sudah banyak pengalaman di MotoGP, yakni Danilo Petrucci. Hal itu ia ungkapkan melalui wawancara di Paddock TV.

"Jika Yamaha mengambil Morbidelli, tanpa pembalap tim dengan sponsor yang sangat penting dan yang dimulai dengan baik dari debut MotoGP."

"Di antara pembalap yang tersedia tidak ada yang seperti Morbido dan Quartararo. Sangat berbahaya bahwa sponsor penting yang telah membentuk struktur profesional seperti itu dan yang telah membawa hasil yang bagus untuk Yamaha dibiarkan berantakan. Ini adalah langkah yang akan saya sesali jika saya menjadi Lin Jarvis, karena seharusnya ada rasa terima kasih kepada Petronas atas apa yang telah dia lakukan sejauh ini."

Kenapa Petrucci?? Suppo punya alasan tersendiri, selain sudah lama di MotoGP, Petrucci juga sudah pernah juara seri. Dan bagi Suppo itu lebih baik daripada bertaruh kepada pembalap muda yang belum tentu menjamin hasil baik.

"Di pasar saat ini Anda sedang berjuang untuk menemukan pebalap yang dapat menjamin hasil Petronas, belum lagi mirip dengan Quartararo dan Morbidelli dalam beberapa tahun terakhir, tapi setidaknya layak. Mereka bisa mencoba mendengar Petrucci yang baik , seorang pebalap yang telah memenangkan dua balapan dan yang akan kuat, bahkan jika tahun ini dia sedang berjuang. Daripada bertaruh pada dua orang muda yang tidak memberikan jaminan, mungkin saya akan mengambil setidaknya satu pembalap yang tidak merencanakan dengan baik."

Petrucci memang tak pernah masuk radar dalam list calon pembalap Petronas, karirnya di MotoGP pun terancam akan berakhir tahun ini setelah satu kursi yang tersisa di Tim Tech 3 dipastikan akan diambil alih Rookie Moto2 Raul Fernandez.

"Petrucci bukan anak kecil dan dia mungkin tidak tertarik, tetapi itu tergantung pada alternatif yang Anda miliki. Petrux memiliki pengalaman, tersedia dan memiliki karakteristik yang memungkinkan Petronas untuk tidak tetap berada di bawah grid setiap akhir pekan."

Rabu, 28 Juli 2021

RESMI !! Cal Crutchlow Akan Berseragam Petronas Untuk 3 Seri Kedepan.

RESMI !! Cal Crutchlow Akan Berseragam Petronas Untuk 3 Seri Kedepan.

GrandPrixPedia- Meski diawal statusnya sebagai pembalap penguji Yamaha Cal Crutchlow menyatakan tidak akan lagi ikut balapan, namun karena permintaan Petronas dan Yamaha untuk menggantikan Franco Morbidelli yang masih dalam masa pemulihan cedera, Cal akhirnya kembali turun lintasan untuk tiga seri mendatang. Berikut pernyataan Kepala Tim Petronas SRT, Razlan Razali.

“Setelah mempelajari semua opsi, itu adalah keputusan kolektif antara Yamaha dan kami untuk meminta Cal Crutchlow menggantikan Franco, sementara dia pulih dari operasi. Cal adalah pebalap yang kredibel dan berpengalaman, saat ini menjadi pebalap penguji Yamaha. Sebagai tim independen, di sinilah kami benar-benar dapat melangkah untuk membantu Yamaha. Cal akan dapat meningkatkan jarak tempuh yang baik di M1 kami, yang akan membantunya dalam pekerjaan pengujian dan pengembangannya untuk Yamaha.”

“Cal akan menggantikan Franco dalam tiga balapan berikutnya dan kami tidak memiliki tujuan nyata untuknya dalam hal hasil. Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk membantu dia dan membuat dia merasa nyaman di tim. Dia sudah akrab dengan beberapa orang kunci di tim, yang membantu, dan saya yakin dia siap menghadapi tantangan.”

Cal Crutchlow senang bisa kembali balapan sebagai pembalap Yamaha, terakhir kali ia turun balapan full bersama Yamaha adalah pada musim 2013 dengan Tim Monster Yamaha Tech3 dan itu sudah 8 tahun yang lalu. Berikut pernyataan Cal Crutchlow.

"Senang bisa balapan dengan Yamaha lagi tahun ini sebagai pebalap penguji resmi dan bisa turun tangan saat dibutuhkan bagus untuk semua pihak. Saya tak sabar membalap untuk PETRONAS Yamaha SRT di ketiga Grand Prix. Jelas dia tidak dalam keadaan terbaik dan saya berharap Franco pemulihan yang baik, saya berharap dia akan kembali kuat setelah operasi lutut. Saya yakin dia akan melakukannya karena dia telah mengemudi dengan fantastis dalam dua tahun terakhir."

Untuk masalah hasil, Cal tidak mau mematok target apapun karena MotoGP era saat ini sangat kompetitif.

“Saya pikir sulit untuk menetapkan tujuan untuk tiga balapan ini dan ini akan lebih tentang memahami motor, karena saya hanya memiliki beberapa hari berlari tahun ini. Hal baiknya adalah saya bisa membandingkan motor dan saya bisa mengumpulkan banyak data untuk Yamaha. Ini seperti terlempar ke dalam kekosongan, karena ini adalah kategori MotoGP yang sangat kompetitif, tapi saya sangat menantikannya dan akan menyenangkan untuk kembali ke grid”.

“Saya tak sabar untuk bertemu tim di Austria, meskipun akan ada beberapa wajah yang saya kenal karena Wilco Zeelenberg adalah manajer tim saya di Supersport pada 2009 dan saya benar-benar membalap dengan Johan Stigefelt (Direktur Tim Petronas SRT) beberapa tahun yang lalu, jadi itu akan menyenangkan. untuk kembali bersama mereka."

Cal Crutchlow akan berseragam Petronas untuk 3 seri balapan, dimulai dengan 2 balapan ganda di Austria dan satu balapan lagi di Silverstone Inggris yang merupakan balapan kandangnya.

Selasa, 27 Juli 2021

Fokus Pembalap Muda, Bos Petronas Coret Nama Rossi dan Dovizioso Dari List Calon Pembalap Mereka!

Fokus Pembalap Muda, Bos Petronas Coret Nama Rossi dan Dovizioso Dari List Calon Pembalap Mereka!

GrandPrixPedia- Petronas SRT dihadapkan pada kenyataan dua pembalap mereka saat ini tak akan lagi membalap bersama mereka musim depan.

Franco Morbidelli dipastikan akan hijrah ke Tim Yamaha factory dan akan menjadi rekan setim Quartararo lagi. Sedangkan pembalap Gaek Valentino Rossi kemungkinan akan mengakhiri karir balapnya di musim 2021 ini.

Bos Petronas SRT, Razlan Razali dalam wawancara bersama MCN memberikan beberapa list nama-nama pembalap yang berpotensi untuk mengisi dua slot di tim mereka.

“Kami melakukan daftar dengan kandidat yang mungkin tidak ada di MotoGP, dan namanya ada di sana sebagai Toprak Razgatlioglu atau Garrett Gerloff, tapi sayangnya usia menghalanginya. Kami benar-benar ingin fokus pada pembalap muda.” ujar Razlan dikutip dari Motosan.es 

Pernyataan Razlan yang ingin fokus ke pembalap muda sekaligus mematahkan rumor kembalinya Andrea Dovizioso ke Yamaha. Razlan juga mengindikasikan bahwa Rossi hanya akan semusim bersama tim asal Malaysia tersebut.

“Dengan rasa hormat yang sebesar-besarnya untuk Valentino, kami tidak ingin menemukan diri kami dalam situasi yang serupa dengan tahun ini. Mereka berdua (Rossi dan Dovizioso) pembalap yang fantastis, tetapi levelnya telah meningkat pesat. Valentino lebih cepat dari tahun lalu, tetapi sulit baginya untuk mencetak poin, dan Dovizioso telah absen selama setahun. Kami ingin pilot muda melatih mereka, seperti yang kami lakukan dengan Fabio Quartararo. ”

Petronas tengah membidik pembalap-pembalap top 10 Moto2 musim ini sebagai pembalap mereka. Selain itu mereka juga punya tim di Moto2 bisa jadi salah satu diantara Jake Dixon atau Xavi Vierge akan mendapat promosi ke kelas MotoGP.

“Kami melihat Moto2, dari (penghuni klasemen sementara) 1 hingga 9, dan ada Xavi (Vierge). Selain itu, masih ada pebalap lain yang tersedia seperti Marco Bezzecchi, Joe Roberts atau Marcel Schrotter. ”

Tampaknya Petronas ingin mengembalikan filosofi mereka sebagai junior tim Yamaha yang memang seharusnya berfokus untuk mencari bibit-bibit pembalap potensial.

Minggu, 25 Juli 2021

Ini Komentar Pecco Bagnaia Terkait Rencana Dorna Yang Ingin Menggelar 23 Balapan Dalam Semusim.

Ini Komentar Pecco Bagnaia Terkait Rencana Dorna Yang Ingin Menggelar 23 Balapan Dalam Semusim.

GrandPrixPedia- Pada tahun pertama kejuaraan dunia Grand Prix balap motor tepatnya pada tahun 1949 jumlah seri balapan dalam satu musim kejuaraan hanya ada 6 seri balapan. Dan terus bertambah seiring makin populernya olahraga ini di penjuru dunia.

Tahun ini sebenarnya dalam kalender yang dirilis Dorna diawal tahun menyatakan akan menggelar 20 balapan dalam semusim, namun karena pandemi covid 19 yang belum usai beberapa negara masih melakukan larangan masuk ke negaranya, terutama daerah Asia. GP Jepang, Malaysia dan yang terbaru Thailand sudah dipastikan tidak akan menghelat balapan musim ini.

Selaku penyelenggara MotoGP, Dorna Sports berkomitmen untuk setidaknya bisa menyelesaikan 18 seri balapan, dan balapan ganda seperti yang pernah dilakukan di 2020 adalah salah satu cara agar jumlah tersebut dapat tercapai.

20 seri balapan dalam semusim adalah yang terbanyak selama sejarah MotoGP, tetapi kayaknya Dorna masih belum puas dengan jumlah tersebut. Mereka berniat akan menambah beberapa seri lagi dimasa depan, terutama setelah pandemi ini dapat teratasi. 23 seri adalah jumlah balapan yang ada dalam rencana jangka panjang mereka mengikuti jumlah seri balapan Formula 1.

Rencana Dorna tersebut mendapat komentar dari pembalap muda Ducati, Pecco Bagnaia. Bagi Pecco itu tidak masalah (penambahan seri MotoGP) karena itu memang tugas dirinya sebagai pembalap.

“Ini tugas kami, kami banyak berlatih untuk bersiap menghadapi semua balapan ini”. Tegas Pecco dikutip dari Tuttomotoriweb.it

“Jika kami memiliki lebih banyak balapan di masa depan, itu akan sangat sulit, tidak hanya bagi saya sebagai pembalap, tetapi terutama untuk tim, yang kemudian harus melakukan perjalanan lebih dan lebih di Eropa dan sekitarnya. Ini akan lebih sulit bagi mereka daripada bagi kami, ” tambahnya.

Pecco menambahkan dengan lebih banyak seri tentunya para pembalap butuh berlatih lebih banyak karena jadwal balapan yang akan jadi mepet.

“Tugas kami adalah berlatih setiap hari dan pada level setinggi mungkin, mencoba untuk siap menghadapi lebih banyak balapan”

“Mengendalikan MotoGP tidak semudah itu. Anda sangat lelah setelah balapan MotoGP. Jadi jika mereka ingin menghadapi beberapa balapan lain di masa depan kami harus berlatih lebih banyak." Pungkasnya.

Sirkuit Kymi Ring di Finlandia dan Sirkuit Mandalika Indonesia adalah 2 sirkuit yang ketambahan akan meramaikan balapan MotoGP di masa depan.

Jumat, 23 Juli 2021

Jonathan Rea Terkejut Toprak dan Gerloff Lebih Pilih Bertahan di WSBK Ketimbang Jadi Pembalap MotoGP.

Jonathan Rea Terkejut Toprak dan Gerloff Lebih Pilih Bertahan di WSBK Ketimbang Jadi Pembalap MotoGP.

GrandPrixPedia- Yamaha dalam masa penjajakan pembalap baru untuk menempati dua kursi kosong yang ditinggalkan Maverick Vinales dan kemungkinan Valentino Rossi juga.

Beberapa pembalap potensial dari Tim Yamaha WSBK telah tegas menolak seperti Toprak Raztagliou dan yang terbaru Garrett Gerloff yang sempat menyatakan minatnya untuk berlaga di MotoGP akhirnya tetap memilih bertahan di World Superbike hal tersebut dilihat dari Gerloff yang baru saja memperbarui kontraknya di WSBK sampai akhir 2022.

Pembaruan kontrak Toprak dan Gerloff mendapatkan komentar dari juara bertahan World Superbike, Jonathan Rea, Rea cukup terkejut dengan pilihan mereka yang lebih memilih balapan di World Superbike dibandingkan di MotoGP.

“Saya terkejut dengan pilihan mereka untuk tetap di WorldSBK, mereka adalah dua pembalap yang kuat. Saya tidak bisa mengatakan lebih banyak”. Ujar Rea dikutip dari Motosan.es

Pernyataan Rea ini cukup menarik juga, karena dua pembalap tersebut (Toprak dan Gerloff) sedang on fire di WSBK, bahkan Pembalap Turki, Toprak berhasil ambil alih pimpinan klasemen dari Rea usai seri Inggris lalu. Apakah maksud Rea jika mereka pergi ke MotoGP maka saingannya akan berkurang? Maybe Yes, Maybe No.

Rea juga ditanya perihal masa depannya dan dia juga tak menepis jika dimasa depan ia akan menjadi pembalap reguler MotoGP.

“Kontrak saya dengan Kawasaki? Saya tidak bisa bicara tentang itu. Kami berada di akhir pekan balap dan pikiran saya ada di babak ini. Saya terkejut dengan suara Petronas, saya telah mendengarkan dia seperti Anda. Secara pribadi, saya pikir saya berada di momen terbaik sepanjang karir saya dan MotoGP bisa menjadi peluang. Jangan pernah mengatakan tidak pernah, mungkin”.



Selasa, 20 Juli 2021

RESMI! Dani Pedrosa Ikut Meramaikan Balapan GP Styria 2021.

RESMI! Dani Pedrosa Ikut Meramaikan Balapan GP Styria 2021.


GrandPrixPedia- Impian para fans MotoGP dan fans setia Dani Pedrosa untuk melihat pembalap "termungil" itu kembali ke lintasan akhirnya akan segera terwujud di paruh kedua MotoGP musim ini yang akan digelar mulai 6-8 Agustus nanti. 

Terakhir kali Pedrosa balapan adalah di GP Valencia 2018 dan itu menjadi balapan terakhirnya bersama Honda setelah 13 musim bersama. Pada 6-8 Agustus nanti Pedrosa akan kembali balapan bersama KTM berstatus Wildcard. Berikut pernyataan resmi dari Dani Pedrosa yang kami kutip dari Motosan.es

Dani Pedrosa:

“Sangat menarik untuk menjadi bagian dari proyek ini sejak awal dengan KTM di MotoGP dan dapat berbagi pengalaman saya dengan mereka. Langkah demi langkah kami telah melakukan yang terbaik yang telah kami lihat dan sekarang menarik untuk memasuki balapan lagi karena memberikan Anda perspektif yang berbeda dibandingkan dengan tes normal. Sudah lama sejak balapan terakhir saya dan tentu saja mentalitas untuk GP sangat berbeda dengan tes. Tujuan saya untuk GP adalah mencoba menguji hal-hal yang kami miliki di motor dalam situasi balapan. ”

“Saya ingin memahami permintaan yang mungkin dimiliki pilot untuk sesi dan karakteristik teknis yang berbeda . Menonton dari rumah saya dapat merasakan peningkatan pada motor dan balapan, tetapi untuk lebih memahami MotoGP saat ini, teknologi baru dan cara balapan serta menggunakan strategi melawan yang lain, kami akan melakukan wildcard ini. Sulit untuk berbicara tentang harapan saya setelah jauh dari kompetisi begitu lama. Mungkin semuanya cocok atau tidak dengan mentalitas balap, tetapi kami akan mencoba menikmati akhir pekan sebanyak yang kami bisa.”

Mike Leitner selaku Direktur Balap Red Bull KTM tidak membebani target apapun dalam wildcard mengingat di MotoGP saat ini penuh dengan pembalap-pembalap muda yang sangat kencang dan haus akan kemenangan. Berikut pernyataan Mike Leitner. 

Mike Leitner, Direktur Balap KTM Red Bull:

“Akan lucu melihat Dani di MotoGP lagi. Dia telah absen dari balapan untuk beberapa waktu, tetapi akan sangat berharga untuk memiliki dia di garasi Red Bull Ring untuk menganalisis bagian yang kuat dan tidak begitu kuat dari paket KTM RC16 kami dalam kondisi GP dan akan memberi Anda indikasi yang baik untuk Anda. tes kerja. . Dani memiliki pengaruh besar pada proyek MotoGP kami berkat semua pengalamannya. Perusahaan telah bekerja dan mendorong keras untuk menindaklanjuti permintaan Anda, bersama dengan permintaan Mika [Kallio]. Dani adalah referensi yang baik saat dia pensiun pada akhir 2018 ketika dia masih di puncak olahraga dan kita dapat melihat beberapa pengaruhnya pada kesuksesan KTM RC16 saat ini .

“Ini akan memiliki campuran dari motor balap saat ini dan beberapa pembaruan kecil dan akan ada beberapa pengujian yang harus dilakukan selama akhir pekan, tetapi kami juga tidak ingin membebaninya. Kami ingin Anda menikmati Grand Prix. Ada banyak pembalap muda dan kuat di MotoGP saat ini sehingga akan sibuk, tetapi ini adalah cara yang baik bagi saya untuk belajar lebih banyak dan merasakan benchmark saat ini dalam olahraga dan ini akan membantu kami untuk tes di masa depan."

Dibawah pengembangannya bersama test rider KTM lainnya, Mikka Kalio KTM telah berhasil meraih 4 kali juara seri dan belasan podium. Bahkan status sebagai tim konsensi sudah berhasil mereka lepaskan mulai musim ini. 


Minggu, 18 Juli 2021

Jadi Pembalap Paling Banyak Crash, Pol Espargaro Bersikeras Gaya Balapnya Cocok Dengan Honda

Jadi Pembalap Paling Banyak Crash, Pol Espargaro Bersikeras Gaya Balapnya Cocok Dengan Honda


GrandPrixPedia- Pol Espargaro meninggalkan KTM pada akhir musim 2020 disaat KTM sedang meraih musim terbaiknya di MotoGP dan ia memilih untuk pergi ke Honda yang sedang mengalami paceklik juara setelah absennya Marc Marquez di sepanjang MotoGP musim 2021. Paceklik kemenangan Honda pun berakhir di GP German 2021, Sirkuit ini memang 'Marquez Banget' terbukti ia tak pernah absen podium 1 dalam 11 balapan terakhir di sirkuit tersebut.

Pol Espargaro menjadi pembalap yang paling banyak 'ngrusakin motor' alias jatuh di setengah balapan musim ini, ia tercatat sudah jatuh 13 kali di 9 balapan berlalu. Sedangkan rekan setim Pol, Marc Marquez yang baru kembali balapan di seri Portimao Portugal sudah 9 kali terjatuh dan menjadi pembalap ke 5 dengan jumlah jatuh terbanyak.

Honda memang masih mempunyai banyak masalah bahkan setelah Marquez kembali ke lintasan dan bagi Pol jika ia ingin menang ia harus berpikir seperti pembalap yang telah pernah menang dengan motor tersebut.

“Cara berpikir saya adalah jika seorang pembalap yang sangat cepat memenangkan balapan dan Anda memiliki paket yang persis sama, Anda harus melakukan hal yang sama. Jika Anda tidak cukup cepat, Anda seharusnya tidak berada di sana”. Terang Pol dalam sebuah wawancara dengan majalah MCN.

Pol memang harus memberi tekanan pada dirinya sendiri pasalnya ia punya kontrak yang lebih pendek dibandingkan Marc,jika ia tidak perform pasti Honda akan "menendangnya" dan mengganti dengan pembalap yang lebih muda.

“Saya selalu banyak bertanya pada diri sendiri, terkadang baik, terkadang buruk. Jika ada yang salah dan Anda tidak menekan, ketika keadaan membaik, pembalap yang lebih muda akan menendang pantat Anda. Jadi Anda harus selalu berusaha, Anda harus selalu berada di bawah tekanan dan saya pikir tekanan terbesar yang membebani saya berasal dari diri saya sendiri.”

Semula ketika kabar ia akan bergabung ke Honda banyak pihak yang mengatakan jika gaya balap Pol akan sesuai dengan Motor RC213V termasuk Alberto Puig yang menjadi sosok kepindahan Pol dari KTM ke Honda, namun setelah musim berjalan mulai banyak yang menyangsikan, tetapi Pol sendiri tetep kekeuh dan yakin jika gaya berkendaranya akan cocok dengan Honda. 

“Saya mencoba untuk mengenal motor, mendapatkan lebih banyak pengalaman dan sepenuhnya menerapkan gaya saya, yang menurut saya akan berhasil.”

 

Ad Placement