Jumat, 30 April 2021

Posisi ke- 21 di FP2 Jerez, Rossi masih berkutat dengan masalah yang "itu-itu aja"!

Posisi ke- 21 di FP2 Jerez, Rossi masih berkutat dengan masalah yang "itu-itu aja"!


GrandPrixPedia- Hasil free Practice 1-2 di hari jum'at kemarin menempatkan Valentino Rossi di Posisi 21 dengan 1,4 detik lebih lambat dari kecepatan terbaik Francesco Bagnaia. Laptime Rossi hanya lebih cepat dari Iker Lecuona dan Tito Rabat, yang turun untuk menggantikan Jorge Martin.  

Dibandingkan tiga rekannya di Yamaha yang mampu mengisi lima besar tentunya hasil yang diraih Rossi pada latihan bebas kemarin sangat memalukan. Dikutip dari Motorsport.com Rossi coba memberikan alasannya. 

"Hari yang sulit karena saya tidak cukup cepat," Terang Rossi. Kecepatan saya sedikit lebih baik daripada time attack, sayangnya ketika mendapatkan lap bagus saya menyentuh zona hijau [trek limit]. Jika tidak, saya dua atau tiga posisi lebih di depan, tidak istimewa juga. 

Rossi masih berkutat dengan masalah yang sama, masalah yang telah bertahun-tahun tak kunjung menemukan solusi, yakni terlalu banyak spinning di ban belakang. 

"Kecepatan saya juga sedikit lebih baik tetapi saya tidak cepat. Saya punya masalah yang sama karena saya selalu sangat menderita dengan grip belakang, terutama setelah beberapa lap. Bagi saya itu sulit, ban belakang saya terlalu banyak meluncur. 

"Hari ini kami mencoba hal yang berbeda, dua motor yang berbeda, tapi perasaannya sangat mirip. Jadi, saat ini kami tidak dapat memperbaiki masalah tersebut. 

"Besok kami akan mencoba sesuatu dan semoga kondisi motor membaik. Pungkasnya tetap optimis. 

Dengan performa yang tak kunjung membaik serta keputusan untuk tetap di MotoGP tahun depan yang semakin dekat, Rossi tetap santai dan tidak merasa terlalu tertekan akan hal itu. 

"Saya tidak merasa terlalu tertekan, sungguh, secara fisik saya tidak terlalu buruk, masalahnya adalah saya tidak cukup cepat. Jadi, saya tidak punya masalah khusus lainnya. 

"Mengendarai motor dan berada di sini serta bekerja itu bagus, tetapi hasilnya sangat penting. Jadi, Anda harus kuat, mungkin juga Anda tidak harus selalu menang tetapi berjuang untuk podium, untuk memperebutkan posisi penting.

"Jadi, untuk alasan itu saya tidak senang karena saya tidak cepat dan ketika Anda lambat, itu tidak terlalu menyenangkan.

Menurut kabar Rossi akan memutuskan apa yang akan ia lakukan musim depan dalam 2-3 balapan mendatang. Kemungkinan besar di balapan Mugello yang juga menjadi balapan kandang Rossi. 

Dengan performa yang 'masih gini² aja' tentunya Petronas tidak akan mau melanjutkan kontrak Rossi, jika ia tetap mau balapan hal yang paling memungkinkan adalah balapan bersama tim miliknya pribadi yang sudah resmi mengaspal mulai tahun depan. 
Luca Marini dipastikan Gabung Tim VR46 musim depan, Bastianini masih 'galau'! !

Luca Marini dipastikan Gabung Tim VR46 musim depan, Bastianini masih 'galau'! !

GrandPrixPedia- Kesepakatan antara VR46 tim dan Perusahaan Minyak asal Arab Saudi Aramco tengah menjadi pemberitaan hangat 2 hari terakhir. Kesepakatan tersebut direncanakan akan dimulai musim depan hingga musim 2026.

Luca Marini sebagai adik dari Valentino Rossi yang notabene adalah pemilik tim VR46 tentunya mendapatkan 'privilege' untuk bisa gabung ke tim tersebut. Luca tak lupa memberi selamat atas kerjasama itu dan berharap tim ini bisa meraih hasil bagus di masa depan

"Saya ingin mengucapkan selamat kepada saudara saya dan semua tim VR46 karena mereka melakukan pekerjaan yang sangat baik di tahun-tahun ini. Mereka berkembang pesat sejak awal, jadi itu hal yang sangat luar biasa, menurut saya, memiliki tim di MotoGP, "kata Marini seperti dikutip dari Crash.net

"Ini proyek yang sangat indah, sangat menarik, dan mari kita lihat bagaimana itu berkembang dan bagaimana itu akan terjadi. Sayangnya saya tidak tahu detailnya, saya tidak berbicara dengan Vale atau Uccio atau kru VR46 lainnya, jadi saya tidak punya informasi apa pun. 


"Tapi itu adalah sesuatu yang membuat saya bahagia, dan mereka melakukan pekerjaan yang sangat baik. Saya berharap mereka bisa meraih hasil yang sangat bagus di masa depan, dan bisa menjadi tim yang sangat bagus untuk masa depan.

Luca Marini setidaknya bisa bernafas lega karena karirnya di MotoGP masih akan berlanjut musim depan, lain hal yang dirasakan rekan setimnya di Tim Avintia, yakni Enea Bastianini, yang masih 'galau' ke tim mana dan akan mengendarai motor apa ia musim depan. 

"Saya pikir VR46 dan juga Gresini hampir mencapai [kesepakatan] dengan Ducati dan saya tidak tahu untuk saat ini apa posisi saya untuk masa depan," kata Bastianini.


Bastianini berharap ia masih bisa mengendarai Ducati musim depan, pasalnya ia sangat menyukai motor tersebut. 

"Tapi kita akan lihat. Saya pikir dalam satu atau dua balapan itu akan lebih pasti. Saya pikir saya bisa mengendarai Ducati lagi [pada 2022], mungkin. Saya sangat menyukai motor ini dan saya pikir masa depan saya bersama Ducati, tapi tim mana yang saat ini saya tidak tahu. "

Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabbati, sebelumnya telah menyatakan keinginannya untuk tetap menurunkan 6 Motor Ducati musim depan. 4 slot motor sudah berhasil mereka amankan dengan 2 motor di Tim Pabrikan dan 2 lagi di Tim Pramac Racing. Sisa 2 slot lagi kemungkinan akan menjadi rebutan antara Tim VR46 dan Tim Gresini yang berpisah dari Aprilia mulai musim depan. Informasi terbaru dari Paolo Ciabatti yang menerangkan kalau mereka [Ducati] ingin dua tim independen, dan mereka telah bicara dengan VR46 maupun Gresini.

 

Jika Ducati lebih memilih Gresini Racing, maka dipastikan Bastianini akan berbagi garasi dengan Fabio di Giannantonio, yang telah dijanjikan Gresini untuk naik ke kelas utama musim 2022.

Kamis, 29 April 2021

Cerai dengan Aprilia, Gresini Racing Masih Bingung Mau Make Motor Apa Musim Depan!!

Cerai dengan Aprilia, Gresini Racing Masih Bingung Mau Make Motor Apa Musim Depan!!


GrandPrixPedia- Walaupun telah di tinggal Pendiri sekaligus pemiliknya, Tim Gresini Racing masih akan berkomitmen untuk melanjutkan eksistensi-nya di Kejuaraan Dunia MotoGP. 

Ialah Nadia Padovani, yang merupakan istri dari almarhum Fausto Gresini. Nadia telah mengambil alih kepemilikan skuad Gresini Racing MotoGP di semua kelas, ia akan mengisi posisi kosong yang ditinggalkan almarhum suaminya. Dibantu kedua putra mereka Lorenzo dan Luca, Nadia berkomitmen untuk memajukan semua tim yang dimiliki Fausto Gresini, terutama di MotoGP.

"Saya berpikir bahwa dua keluarga Fausto - keluarga kami dan keluarga balap - telah bergabung dalam upaya mereka untuk memajukan semua yang Fausto rencanakan, dan terutama MotoGP. 

"Memiliki tim independen di kelas premier tentunya merupakan sesuatu yang sangat menuntut, dengan tim yang akan dibangun dari awal, tapi saya tahu semua orang di perusahaan memberikan 110% untuk mewujudkan impiannya.


"Secara pribadi, saya melihatnya sebagai misi nyata, tantangan yang akan kami hadapi berkat kekuatan Fausto, yang mengikuti kami dari atas sana. Terangnya. 

Tim kepunyaan almarhum Fausto Gresini adalah salah satu tim yang punya Skuad di semua Kelas MotoGP loh. Di mulai dengan kelas Moto3 dengan nama Indonesian Racing Team Gresini Moto3, Moto2, dengan nama Federal Oil Gresini Moto2, MotoGP, dengan berkolaborasi bersama Aprilia dan Gresini Racing MotoE. 

Musim depan Aprilia telah memutuskan untuk menjadi tim sendiri dan tidak lagi bergantung pada sumber daya dari Tim Gresini. Aprilia juga telah memperbarui kontraknya dengan Dorna dan akan tetap di MotoGP sampai tahun 2026.

Nah pertanyaannya ke pabrikan mana Gresini akan merapat untuk musim depan? Menurut Nadia mereka telah melakukan komunikasi dengan beberapa pabrikan dan hasilnya akan di umumkan dalam beberapa pekan mendatang. 

"Kami sedang berbicara dengan beberapa pabrikan dan dalam beberapa minggu kami akan mengungkapkan detail proyek MotoGP kami. 

Fabio Digiantonnio sudah memastikan diri bahwa ia akan naik kelas untuk musim depan bersama Gresini. Sisa satu slot lagi belum diketahui siapa yang akan mengisi, apakah pembalap yang sudah berada di MotoGP musim ini, atau sama-sama Rookie seperti Digiantonnio. Kita tunggu saja beritanya dalam beberapa pekan lagi. 

Rabu, 28 April 2021

HOT NEWS!! Tim VR|46 Resmi Mengaspal di 2022. Rossi akan jadi Pembalap-nya ??!

HOT NEWS!! Tim VR|46 Resmi Mengaspal di 2022. Rossi akan jadi Pembalap-nya ??!



GrandPrixPedia- Akhirnya perihal Sponsor mana yang akan digandeng VR46 di MotoGP 2022 terjawab sudah. Semula kita semua menduga kalo Sky, platform televisi satelit Inggris yang beroperasi di Italia, akan kembali menjadi sponsor utama tim ini. Sky telah menjadi sponsor setia tim VR46 sedari awal debut mereka di kejuaraan dunia pada 2014 silam. 

Untuk musim depan tim VR46 dikabarkan telah menandatangani kesepakatan dengan raksasa minyak asal Arab Saudi,Aramco. Perusahaan ini dipimpin oleh Pangeran Abdulaziz bin Abdullah Al Suad. Dalam kesepakatan tersebut perusahaan minyak tersebut tidak tanggung-tanggung akan berpartner dengan tim milik Valentino Rossi tersebut sampai tahun 2026. Kedepannya nama tim akan berubah menjadi ARAMCO Racing Team VR46. 

"Di tahun 2022 tim VR46 akan memulai debutnya di kelas MotoGP bersama dengan Tanal Entertaiment Sport and Media dan dengan dukungan Saudi Aramco, sebagai sponsor utama baru dari tahun 2022 hingga 2026." Seperti yang disiarkan Tanal Entertaiment Sport & Media. 

Tak hanya di MotoGP, Aramco juga akan mensupport pembalap muda VR46 yang ada di Moto2, sedangkan untuk kelas Moto3 seperti yang kita ketahui kalau VR46 tidak lagi turun di kelas capung tersebut dan mengalihkan sumber dayanya ke tim Avintia Racing Moto3. 


Perihal Pabrikan mana yang akan di gandeng VR46 masih di belum di ketahui. Walaupun memiliki historis dan kedeketan dengan Yamaha, tetap Rossi terhalang oleh Petronas yang kemungkinan ingin melanjutkan kerjasamanya bersama pabrikan Jepang tersebut. Menurut salah satu orang terdekat Valentino Rossi, keputusan motor apa yang akan digunakan VR46 Tim musim depan akan diumumkan pada MotoGP Le Mans Prancis. 

 

Sedangkan untuk pembalapnya satu hal yang bisa dipastikan adalah Luca Marini, Adik Valentino Rossi tersebut dipastikan akan mengisi salah satu slot tim, dan untuk slot tim satunya lagi belum di ketahui, ataukah Rossi akan membalap untuk tim-nya sendiri? Time will tell!! 


Selasa, 27 April 2021

Ini Komentar Duo Petronas Yamaha Jelang GP Jerez 2021 !!

Ini Komentar Duo Petronas Yamaha Jelang GP Jerez 2021 !!

GrandPrixPedia- Putaran keempat kejuaraan MotoGP 2021 berlangsung di Circuito de Jerez akhir pekan ini, Di sirkuit ini satu-satunya Rossi yang mampu naik podium tahun lalu dan masih mampu menjaga rekor nya untuk tetap podium minimal satu kali dalam satu musim sejak debut pertama nya pada 1996.

Podium Jerez tahun lalu diisi oleh pembalap Yamaha yakni Quartararo di tempat pertama, Vinales kedua, dan Rossi di tempat ketiga. Podium tersebut adalah podium ke- 199 di semua kelas yang diraih Rossi selama hampir 25 tahun berkarir di kejuaraan Balap Roda dua. Dengan harapan menggenapkan podium nya menjadi 200, Rossi berharap di Jerez hal itu akan terjadi. Karena baginya Sirkuit Jerez punya banyak kenangan indah.

"Saya pikir Jerez adalah salah satu sirkuit di kalender MotoGP yang paling saya nantikan untuk balapan setiap tahun, karena saya punya beberapa kenangan indah dari sana. Faktanya, tahun lalu saya naik podium di balapan kedua musim itu - AndaluciaGP. 

Sebelum jatuh di tikungan ke 11 di Portugal GP 2 pekan lalu Rossi mengakui dia punya kecepatan yang cukup bagus dan Optimis bisa tampil kuat di Jerez.

"Kecepatan saya selama balapan di Portugal terakhir kali cukup bagus, kami melakukan beberapa perbaikan , jadi kami memasuki putaran keempat tahun ini dengan lebih optimis dari sebelumnya. 

"Yang pasti, banyak pembalap akan kuat di Jerez, karena kita semua tahu itu dengan sangat, sangat baik, tapi kami akan mencoba yang terbaik dan melihat apa yang bisa kami lakukan untuk kembali ke posisi teratas di mana kami seharusnya. 

Rekan setim Rossi yakni Franco Morbidelli yang di Race Portugal lalu mulai menemukan kecepatan balapnya dengan finish di 5 besar. Di Jerez tahun lalu Morbidelli terpaksa DNF di pertengahan balapan karena mesin Yamaha yang dikendarainya jebol dan mengeluarkan asap putih.

"Trek di Jerez sangat bagus dan saya cepat di sana. Tahun lalu saya hampir finis di podium di kedua balapan yang kami lakukan di Jerez, jadi saya berharap kami benar-benar bisa naik podium kali ini. 

"Tahun ini tahun persaingan lebih ketat dan levelnya lebih tinggi, tetapi saya akan berusaha sekuat tenaga untuk tetap sedekat mungkin dengan tiga besar dan kami hanya harus menunggu dan melihat apakah saya bisa mengelolanya. 

"Kami harus siap untuk bereaksi terhadap sirkuit dan pembalap lain, tetapi kami siap untuk memberikan yang terbaik dan menjadi yang terbaik yang kami bisa. Tahun lalu saya sangat dekat dengan podium di kedua balapan yang kami jalani. Jerez, jadi saya harap kami benar-benar bisa naik podium kali ini.

Demi bisa tampil bagus di Jerez nanti Valentino Rossi dan Franco Morbidelli serta anggota VR|46 Riders Academy lainnya menyewa Sirkuit Misano untuk melakukan latihan menggunakan motor Yamaha R1.

Jika Yamaha mampu menang di Jerez nanti, Yamaha akan menandai pertama kalinya sejak 2014 Pabrikan yang sama yang mampu memenangkan empat balapan pembuka berturut-turut. Hal ini lebih dulu dilakukan Honda pada 2014 dengan Marc Marquez, bahkan saat itu Marc mampu memenangkan 10 balapan berturut-turut.

Senin, 26 April 2021

Pol Espargaro: Cuma Marc yang bisa bawa Honda sampai batas ! !

Pol Espargaro: Cuma Marc yang bisa bawa Honda sampai batas ! !


GrandPrixPedia - Pol Espargaro datang dari KTM ke Honda ada andil Tim Manajer Repsol Honda, Alberto Puig didalamnya. Puig meyakini gaya balap Pol sangat cocok dengan Honda terlebih lagi pengalamannya bersama KTM yang notabene sama-sama bermesin V4. 

Debut Pol bersama Honda di Qatar tidaklah terlalu buruk, ia mampu finish di posisi 8 dan sebagai Pembalap Honda terbaik di race itu. Di seri kedua yg dihelat di sirkuit yang sama Pol hanya finish di posisi 13 dan sebagai pembalap terbaik Honda juga. Sedangkan di Portugal Pol DNF karna mengalami masalah teknis pada rem belakang motornya.


Pol mengakui masalah terbesar yang dia hadapi adalah memahami batas front end Honda, yang menghentikannya dari melakukan clean lap bersama-sama di kualifikasi. Namun, dia berharap ini lebih merupakan masalah kurangnya pengalaman daripada masalah dengan motornya dan tidak ingin menyalahkan alokasi ban depan yang dibawa untuk balapan sejauh musim ini. 

“ Nah, motor Honda dan KTM adalah sepeda di mana Anda menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menginjak rem, masuk dengan cepat, menghentikan motor, berbelok dan melaju. pungkas Pol menjelaskan bagaimana karakteristik motor yg ia kendarai. 

“Maka Anda harus kuat pada pengereman, tetapi jika Anda tidak tahu di mana harus mengerem maka ini menjadi masalah.


“ Jadi, jika Anda tidak tahu persis di mana batas depan, ini menjadi masalah karena kemudian Anda tidak bisa mengambil performa terbaik.

 “ Jadi, saat ini rasanya di sektor lain saya baik-baik saja. Di T1 [di Portimao], saya tercepat di sesi kualifikasi saya, jadi saya bisa cepat. 

“ Tapi saya tidak cocok dengan semua sektor di lap karena rem adalah tempat Anda mendapatkan waktu, saya melebar terlalu banyak dan saya membuat terlalu banyak kesalahan di sana. 

“ Ini menjadi masalah karena jika Anda tidak cepat dan Anda tidak bisa menggabungkan semuanya, dalam kualifikasi ketat ini, satu, dua persepuluh sudah cukup untuk menjadi yang pertama atau keempat atau kelima. 


“ Ini hanya masalah membuat lebih banyak lap, mengetahui situasinya sedikit lebih banyak, pergi ke tempat-tempat yang saya tahu lebih banyak tentang titik pengereman.

Bagi Pol ia hanya perlu bersabar sedikit lebih lama untuk bisa memaksimalkan potensi dari RC213V. 

“ Jadi kami hanya perlu bersabar dan itu akan datang karena kami memiliki kecepatan. Saya perlu menyatukannya.

Espargaro mengakui menjelang balapan akhir pekan lalu bahwa kembalinya Marc Marquez adalah "penting" baginya untuk melanjutkan adaptasinya dengan Honda. Ia mengatakan saat ini hanya Marc yang bisa membawa Honda sampai ke batasnya. 


“ Marc mampu menempatkan motor pada batasnya, dia menunjukkan kepada kita bagaimana batas motor. Jadi, kembalinya bagus untuk kita.

Minggu, 25 April 2021

Brad Binder keluhkan ban depan baru Michelin yang terlalu lembut!

Brad Binder keluhkan ban depan baru Michelin yang terlalu lembut!

GrandPrixPedia- KTM telah kehilangan hak konsensinya sebagai tim yang bebas melakukan perombakan pada sektor mesin maupun sektor lainnya selama musim berjalan. 3 kemenangan dan beberapa kali podium di musim lalu menjadi penyebabnya. 

Di 3 balapan perdana musim ini KTM belum mampu memberikan penampilan apik seperti yang mereka pertontonkan pada musim lalu. 

Di Portimao, di mana Oliveira mendominasi bersama RC16-nya pada tahun 2020, Di balapan musim ini Oliveira crash di tikungan 14 dengan balapan yang baru berlangsung 7 lap. Sedangkan Rekan setim nya Brad Binder finish sebagai KTM terbaik di posisi 5 di belakang Franco Morbidelli.


Ke-Strugel-an KTM musim ini berasal dari alokasi ban depan Michelin, yang terbukti terlalu lunak untuk RC16 - kedua pebalap pabrikan KTM tidak senang dengan keputusan dari Michelin sebagai pemasok ban untuk menghapus opsi ban depan yang memenangkan Grand Prix Portugis tahun lalu. Binder, lebih memilih ban depan medium simetris alih-alih hard asimetris di Portimao, Binder mengatakan KTM masih perlu meningkatkan sesuatu di bagian depan motornya. 

“Saya benar-benar merasa kami membutuhkan sesuatu di depan,” katanya. “Saya merasa ada sesuatu yang bisa kami tingkatkan. Jelas bahwa tiga balapan pertama bukanlah yang kami inginkan, yang pasti, ini sangat sulit bagi kami.

“Tapi saya pikir yang terpenting adalah terus bekerja keras dan saya pikir kami akan melakukannya dengan benar. 


“Jumlah kekuatan otak yang kami miliki di sini di KTM sangat besar dan saya yakin mereka akan mengetahuinya. Saya berharap lebih cepat dari nanti, tetapi kita tidak berada di tempat yang buruk. "

Binder mengatakan KTM memang membuat sedikit perbaikan di front-end di Portugal, tetapi dengan catatan bahwa dia saat ini harus "sangat berhati-hati" saat pengereman dan di bagian pertama belokan - dua area yang perlu dimanfaatkan KTM untuk membuat waktu putaran yang lebih cepat. Binder juga mengakui KTM harus menerima situasi dengan ban baru Michelin dan beradaptasi dengannya. 

“Kami benar-benar berjuang sedikit dengan senyawa yang lebih lembut tetapi kami telah melakukan sedikit pekerjaan pada motor untuk membantu diri kami sendiri dan saya pikir kami membuat langkah kecil untuk itu.


“Tapi masalahnya adalah kami harus sangat, sangat berhati-hati di depan; Anda tidak dapat mengerem dengan sangat keras dan membuangnya ke dalam karena itu akan hilang begitu saja pada Anda. 

“Ini adalah situasi yang sulit saat ini, tetapi kami bekerja keras untuk mencoba dan menyesuaikan motor kami agar berfungsi. Untuk kecepatan balapan, kami pasti menemukan sesuatu, tetapi kami hanya perlu mencoba dan membuat langkah untuk kecepatan satu putaran itu.


“Kami sedikit bermain dengan front-end. Tidak ada yang terlalu gila sebenarnya, hanya mencoba membuatnya sedikit stabil untuk kami. 

Saat ini pembalap KTM dengan posisi klasemen terbaik adalah Brand Binder di posisi 8 dengan 21 poin. Sementara 2 pebalap KTM lainnya di Tim Tech Danilo Petrucci dan Iker Lecuona terlihat masih kesusahan dalam menemukan ritme dalam mengendarai tunggangan mereka, RC 16.

Sabtu, 24 April 2021

Morbidelli bicara soal keinginan mengendarai M1 Pabrikan dan opsi gabung Tim VR|46 musim depan!

Morbidelli bicara soal keinginan mengendarai M1 Pabrikan dan opsi gabung Tim VR|46 musim depan!

GrandPrixPedia- Morbidelli adalah salah satu pembalap yang diprediksi akan mampu bersinar di MotoGP 2021, setelah menjadi runner up musim lalu dengan 3 Kemenangan dan berada di posisi 4 Test Pramusim Qatar. 

Namun di dia race pembuka Qatar GP dan Doha GP hasil yang diraih Morbidelli di luar ekpetasi, di Qatar ia finish di posisi 18 sedangkan di Doha finish di Posisi 12. Morbidelli baru bangkit di GP Portimao dengan hasil finish ke 4.

Pembalap Petronas Yamaha itu menyelesaikan jarak balapan 25 lap dalam waktu hanya 0,078 detik lebih lambat dari yang dia lakukan di sirkuit yang sama pada sering pamungkas MotoGP 2020 November lalu. Morbidelli adalah satu-satunya pembalap yang masih memakai mesin yang sama persis dengan yang digunakannya tahun lalu, atau Yamaha menyebutnya dengan M1 Spec-A. Agak miris sebenarnya karna sebagai Runner-up dan pembalap Yamaha terbaik musim lalu Morbidelli masih memakai mesin tahun 2019. Sedangkan 3 Pembalap Yamaha lain mendapat paket motor terbaru. Untuk Sobat GP Pedia ketahui di musim 2021 ini mesin yang digunakan masih sama dengan mesin lalu karna pembekuan mesin di 2020 di lanjut ke 2021 mengingat tahun lalu tergolong musim yang singkat karena wabah pandemi virus corona. Kepada jurnalis Peter McLaren dari crash.net Morbidelli bercerita beberapa hal tentang hasil balapan Portimao dan target kedepannya. 

"Senang rasanya bisa kembali ke lima besar," Imbuh Morbidelli memulai wawancara. "Ya, waktu balapan saya sangat mirip dengan tahun lalu, itu merupakan hal yang baik mengingat posisi start saya, Saya banyak bertarung dengan pembalap lain di awal. Paketnya sama dan kami berhasil meniru performa bagus tahun lalu dan ini hal yang positif bagi kami."


"Ini lebih sulit dari tahun lalu, karena kami memiliki paket yang sama dan pembalap lain telah memperbaiki masalah mereka dibandingkan tahun 2020. Jadi jika 2020 sulit tapi mungkin saya masih tetap bisa bersaing karna tahun lalu saya hanya tertinggal spek motor 1 tahun, tahun ini bahkan lebih sulit - tapi bukan tidak mungkin." Tambahnya. 

Di MotoGP ada dua istilah tim, yakni Pabrikan dan Satelit, dimana biasanya tim Satelit dapat paket motor yang setahun lebih tua dari paket motor pabrikan. Tapi perbedaan itu mulai ditinggalkan dan pabrikan sudah banyak mensupport pembalap satelit nya dengan paket motor yang sama dengan motor yang digunakan pembalap Pabrikan. Di MotoGP 2021 ini cuma 3 pembalap yang masih menggunakan paket motor yang berbeda dari pembalap Pabrikan, yakni Franco Morbidelli, Dan dua Rookie asal Italia Enea Bastianini dan Luca Marini. 


"Ya, motor (Pabrikan) sedikit lebih kuat pada ban, sepertinya lebih bisa dieksploitasi dalam sudut pandang itu dan lebih cepat di trek lurus. Melihat apa yang terjadi di Portimao, saya kesulitan di kualifikasi tetapi saya memiliki kecepatan balapan yang sangat bagus, tetapi juga saya tidak bisa mengambil kecepatan itu seperti yang dilakukan motor lain dan juga pembalap Yamaha lainnya, terutama seperti yang dilakukan Fabio."

"Jadi ini terlihat menjadi perbedaan bagi saya saat ini, tapi saya tidak bisa mengatakan dengan tepat karena saya tidak mencoba motornya."

Morbidelli berpandangan kalo pembalap satelit bisa berjuang untuk gelar juara dan mengendarai motor spek pabrikan adalah targetnya tahun depan. 

"Saya pikir di bawah aturan saat ini, pengendara satelit dapat bertarung untuk kejuaraan, Dan peluang itu lebih besar untuk dicapai jika memiliki spek terbaru!"Jadi motor Factory-Spec akan jadi prioritas utama Anda tahun depan? "Iya." Jawab Morbidelli sambil tersenyum. 


Kontrak Morbidelli dengan Petronas untuk musim ini adalah 1+1, yakni satu tahun untuk musim 2021 dengan opsi perpanjangan 1 tahun lagi di 2022. Bisa jadi Morbidelli akan berpindah tim di 2022 ini dikarenakan Petronas  belum mengkonfirmasi apakah akan tetap bersama musim depan. Sebagai pembalap paling seniornya di Akademi Balap Milik Rossi, yakni VR|46 Riders Academy bukan tidak mungkin ia bergabung ke tim tersebut, apalagi Valentino Rossi berniat untuk menjalankan tim nya di musim depan secara penuh. 

"Saat ini saya membalap untuk Petronas SRT Yamaha dan saya fokus pada tim ini. Tentang masa depan saya, saya belum tahu," 

Dan ketika ditanya bagaimana pendapatnya jika bergabung dengan tim VR|46 kedepannya Morbidelli berkata akan sangat baik bisa balapan untuk tim VR|46 tapi ia menyarankan VR|46 untuk lebih memilih pembalap muda ketimbang dirinya. 

"Balapan untuk VR46 mungkin di masa depan yang jauh bisa menjadi hal yang baik, tapi saya pikir VR46 harus membidik talenta muda dari Akademi untuk dibesarkan," Kata Morbidelli memberi saran. 


Pembalap Muda VR|46

"Saya sudah menghabiskan empat tahun di MotoGP, ya saya masih muda, tapi saya tidak semuda itu! Jadi saya tidak berpikir saya menjadi target tim VR46 MotoGP. "

Saat ini tim VR|46 sudah turun di kelas MotoGP bersama Luca Marini, VR|46 mengambil satu slot di tim Avintia Racing. Untuk tahun depan VR|46 menyatakan akan turun penuh dengan menggantikan slot tim yang ditinggalkan Avintia Racing yang memutuskan mundur di akhir musim 2021 ini. 

Source: Crash.net

Jumat, 23 April 2021

Marquez: Saya tidak tau kapan saya bisa sepenuhnya Fit

Marquez: Saya tidak tau kapan saya bisa sepenuhnya Fit


GrandPrixPedia - Marc Marquez tetap lah Marc Marquez. Walau hampir semusim tidak mengendarai Honda RC213V miliknya. Tapi pengalaman 7 tahun mengendarai motor tersebut dengan 6 musim tittle juara dunia dan hanya kehilangan satu gelar juara dunia pada tahun 2015 yang direbut Jorge Lorenzo.

Marc masih mampu menunjukkan kalo ia masih rider Honda terbaik saat ini. Hal itu ia buktikan dengan finish ke 7 di balapan Portimao, yang mana itu adalah finisher terbaik pembalap Honda.

Marc mengatakan kalo ia agak tersiksa di bagian akhir balapan karena tidak bisa menurunkan sikunya terlalu rendah. Memang benar karna selama race wekeend Portugal lalu gaya khas Marquez yakni - Elbow Down, posisi siku yang sangat miring hingga menyentuh aspal, tidak terlalu terlihat. 


Dalam sebuah  wawancara seperti yang dikutip dari Motorsport.com, Marc Marquez disinggung kapan dirinya bisa sepenuhnya pulih dan kembali ke performa sebelum ia cedera. Menjawab pertanyaan itu Marc mengatakan sifat fisik tiap-tiap trek MotoGP yang berbeda membuatnya kesulitan untuk menentukan di trek mana ia akan sepenuhnya fit. 

"Jujur saja saya tidak tahu, karena itu tergantung sirkuit, apakah itu benar-benar trek yang menguras fisik atau bukan. Misalnya, tujuh lap terakhir [di Portugal] saya bahkan tidak bisa menggunakan siku untuk menyentuh tanah. Saya mengendarai dengan gaya berkendara yang sangat aneh dan saya tidak bisa melakukan apa-apa."

Marc juga menginfokan kalau tim dokter nya melarang ia untuk melakukan latihan dengan motor di antara jeda balapan dan lebih menyarankan untuk latihan di gym. 

"Poin penting lainnya yang sudah kami bicarakan dengan para dokter sebelum lomba ini, dan kembali ke kompetisi berarti pelatihan di rumah harus dikurangi. Jadi, itu artinya sekarang dari balapan ke balapan saya tidak akan naik motor apa pun, saya hanya akan berlatih di gym tiga, maksimal empat hari dan dengan tidak banyak beban [latihan] karena tulangnya oke, tapi stres yang dibebankan ke tulang harus kita hindari."



"Tidak bisa setiap hari dan setiap minggu. Jadi, ini adalah alasan lain yang tentunya akan membutuhkan waktu untuk kembali dalam kondisi fisik yang baik. Tapi saya harus mengikuti saran dari para dokter karena mereka memberi saya kesempatan untuk mengendarai motor MotoGP."

"Jadi, sekarang saya hanya akan mengendarai motor motogp balapan demi balapan, dan kemudian setelah pemeriksaan berikutnya kita akan melihat bagaimana keadaannya dan apakah kita bisa melakukan sedikit lebih banyak lagi. Tapi pemeriksaan berikutnya akan dilakukan setelah Jerez." Imbuh Marc mengakhiri wawancaranya.

Saat ini Marquez berada di urutan ke-14 dalam kejuaraan dengan sembilan poin selisih 52 poin yang tidak dapat dihindari dari pemimpin klasemen Fabio Quartararo. Jika Marc bisa terus konsisten dan mampu memulihkan kekuatan fisiknya seperti sebelum dilanda cedera bukan tidak mungkin ia akan kembali seperti Marc yang kita kenal dulu.

Kamis, 22 April 2021

Beban Mental sebagai Pembalap Pabrikan Akhirnya dirasakan Jack Miller!

Beban Mental sebagai Pembalap Pabrikan Akhirnya dirasakan Jack Miller!

GrandPrixPedia- Menjadi pembalap pabrikan adalah impian semua pembalap di MotoGP, karna di pabrikan pembalap mendapatkan gaji yang lebih baik, motor tahun terbaru dan jika ada pembaruan partai pembalap pabrikan lah yang terlebih dahulu mendapatkannya. Tetapi menjadi pembalap pabrikan juga tak melulu seenak itu, ada beban dan harapan tinggi yang diberikan pabrikan untuk pembalap mereka, jika hasilnya bagus tentu bisa meningkatkan kepercayaan diri pembalap tersebut. Lain hal jika hasil yang diharapkan tidak terjadi dan malah mengalami penurunan performa tentang beban mental yang harus ditanggung pembalap semakin banyak, pembalap harus kuat-kuat mental untuk menghadapi kritikan baik dari pihak pabrikan, media, maupun fans. 

Jack Miller | Ducati Corse

Hal itu lah yang sedang dirasakan pembalap baru Ducati Corse asal Australia, Jack Miller. Miller mengakui dia bagai "berada di selokan" setelah awal yang sulit sebagai pembalap pabrikan Ducati MotoGP. Miller datang ke musim 2021 dengan harapan sebagai favorit gelar, tetapi saat ini ia berada di posisi 12 klasemen dengan hanya 12 poin, Miller bahkan kalah raihan poinnya dengan 2 pembalap Rookie musim ini. 

Miller mengakui dia telah melalui saat-saat buruk dalam karirnya dan yakin perjuangannya untuk mencapai tim pabrikan tidak akan sia-sia. 

"Kami berada di selokan saat ini, saya mencoba mencari jalan keluar,"
"Kami punya kecepatan, Saya tahu itu. Kami baru saja menyatukan semuanya. Itu hanya salah satu dari hal-hal itu, saya sangat kecewa untuk diri saya sendiri, untuk tim."
"Saya sangat berterima kasih. karena mereka telah melalui semua ini. Saya hanya mencoba melakukan yang lebih baik dengan mereka. Itu tidak mudah, kita semua ingin menang, kita semua ingin menjadi yang teratas tetapi kenyataannya tidak selalu seperti ini. 
Miller setelah jatuh di GP Portugal 2021

"Tapi saya telah berada di posisi yang lebih buruk dalam karir saya dan mencari jalan keluar. Kami berada di selokan, tapi saya sangat beruntung dengan dukungan yang saya miliki.
"Kami bekerja keras, saya bekerja keras, melakukan semua yang saya bisa dengan kekuatan saya untuk menjadi lebih baik. Hasil baik itu akan datang, tidak semuanya sia-sia. Kita baru tiga balapan tapi hasil akan berubah." Ujar Miller dikutip dari Motorsport.com

Perfomance Miller pun ikut mendapat komentar dari Pembalap Ducati musim lalu yang saat ini membela Tim KTM Tech 3, Danilo Petrucci. Melalui wawancara dengan media Italia La Gazetta dello Sport, Petrucci mengatakan bahwa Jack mungkin tertekan di Ducati karena dia bukan rider Italia.
Petrucci ketika masih membela Ducati

"Diatas itu semua, dengan cara kerja dan gaya hidup yang dimiliki Jack, mungkin ia tak melihat beberapa hal yang bisa membuat Anda tertekan ketika membela Ducati, terutama di tim pabrikan. Punya tandem yang cepat juga tak memberinya bantuan," tutur Petrucci yang telah dua musim menjadi pembalap Pabrikan asal Bologna, Italia ini.
Di lain sisi, Petrucci juga memberi pembelaan kepada Miller, yang belakangan ini mundur dari media sosial karena gerah atas komentar negatif. Ia menyebut aksi Miller di Portimao tak seluruhnya buruk, dan justru harus dikagumi karena cedera arm pump-nya belum pulih, apalagi luka operasinya terbuka tanpa sengaja usai kecelakaan.
"Jack melakukan kesalahan yang bikin ia rugi besar, namun jangan lupa ia balapan hanya beberapa hari setelah operasi lengan. Luka jahitannya sekitar 15 cm. Kami, para pembalap, memang terbiasa membicarakan cedera macam ini, namun orang normal dengan luka jahitan seperti itu biasanya masih tinggal di rumah dan duduk di sofa," tutupnya. 

Operasi berjalan lancar, Martin fokus pemulihan!

Operasi berjalan lancar, Martin fokus pemulihan!

GrandPrixPedia- Operasi cedera patah lengan dan kaki yang didapat Martin karna kecelakaan di FP3 MotoGP telah selesai dilakukan dan berjalan lancar. 
Kondisi Martin setelah di Operasi

Berlokasi di rumah sakit Dexeus Hospital di Barcelona operasi tersebut dipimpin oleh dokter Xavier Mir yang juga sering mengoperasi pembalap MotoGP lainnya yang mengalami patah tulang akibat kecelakaan di MotoGP. 

Dalam cuitan di akun twitter pribadinya @88jorgemartin, ia berterima kasih kepada dokter yang sudah melakukan 3 operasi dengan sangat baik. 

"Ketiga operasi itu berhasil dengan sempurna. Terima kasih kepada Drs Mir, Jimeno, Campillo, Monlau dan tim medis mereka. Hitung mundur dimulai. "


Tim tempat Martin bernaung, Pramac Racing telah mengkonfirmasi bahwa Martin akan digantikan oleh Tito Rabat. Dan alasan kenapa Rabat yang dipilih bukan Michelle Pirro yang notabene adalah Test Rider resmi Ducati karna Pirro mempunyai beberapa jadwal test bersama Ducati selain itu Pirro juga lebih berfokus untuk turun wild card di balapan kandang nya Di Mugello. 

Rabat juga sebelumnya telah pernah mengendarai Ducati saat bersama Avintia, walaupun dengan spek Desmosedici yang 2 tahun lebih tua, tetapi setidaknya Rabat sudah mengenal bagaimana karakteristik dari motor pabrikan Itali tersebut. 

Sejauh ini Rabat hanya didapuk untuk menggantikan Martin di GP Jerez saja, untuk balapan berikutnya di Prancis akan bergantung kepada cepat atau lambatnya pemulihan cedera yang dialami Jorge Martin. 

Aleix Espargaro kenang 'Sang Bos' Fausto Gresini, serta yakin Aprilia bakalan naik podium musim ini!

Aleix Espargaro kenang 'Sang Bos' Fausto Gresini, serta yakin Aprilia bakalan naik podium musim ini!

GrandPrixPedia-Aleix Espargaro finish ke 6 di Sirkuit Portugal minggu lalu, ia hanya berjarak 8,8 detik dari pemenang lomba Fabio Quartararo. 

Aleix Espargaro di GP Portugal

Espargaro mengatakan dia pikir dia akan lebih dekat ke podium di Portugal tapi pada akhirnya ia harus menderita karena kurangnya cengkeraman ban disebabkan suhu panas. Meski demikian, dia yakin “100%” bahwa Aprilia akan naik podium pada musim 2021 ini.

“Saya pikir selangkah demi selangkah, musim ini sangat panjang,”

"Kami meraih posisi 6 di klasemen, saya berjuang di grup podium dalam tiga balapan kurang lebih dan ini memberi saya kepercayaan diri yang besar. "

“Selangkah demi selangkah saya akan bisa meningkatkan kepercayaan diri saya dan berjuang untuk naik podium"

"Setelah pemanasan, saya cukup yakin saya bisa berjuang untuk podium, tetapi saya tidak memiliki grip karena suhu trek dan ban saya banyak mengalami Spinning."

"Bagaimanapun, saya senang secara keseluruhan dengan kinerja saya. Finish 6 besar di MotoGP bersama Aprilia adalah sesuatu yang penting, tapi saya pikir di Jerez kita bisa lebih dekat lagi dengan podium. Jadi, selangkah demi selangkah tahun ini kami akan naik podium. 100%, kami tidak akan menunggu sampai tahun depan." Ujarnya pede seperti yang dikutip dari Motorsport.com

Di kesempatan itu Espargaro juga mengakui tidak adil rasanya ketika Aprilia mulai  menunjukkan performa terbaiknya selama berada MotoGP tanpa kehadiran sang Bos Fausto Gresini.

Pendiri dan Pemilik Gresini Racing tersebut berpulang pada Februari lalu setelah berjuang 2 bulan lebih melawan infeksi virus COVID-19. Ia meninggal di usia 60 tahun. 

"Saya bangga dengan apa yang kami lakukan, saya yakin dia sedang menonton"

"Tapi saya merasa sangat menyesal karena ini musim kelima saya di sini dan mengapa harus musim yang saya cepat seperti ini. tanpanya? "Ini tidak adil, saya sangat ingin melihat wajahnya setelah saya tiba di garasi setelah balapan seperti ini."

"Fausto sangat percaya pada potensi saya. Saya pikir ia salah satu manajer tim yang lebih percaya pada bakat saya sejak lama." 


Kebersamaan Aleix dan Sang Bos Fausto Gresini

"Jadi sekarang saya berjuang di puncak dengan motornya dan proyeknya tapi dia tidak ada di sini, itu membuat saya sedikit marah."

"Tapi bagaimanapun, saya yakin apa yang kami lakukan untuknya antara MotoGP dan Formula 1 hanyalah satu contoh lagi dari seberapa besar Fausto, betapa pentingnya Fausto." kenang Espargaro yang emosional mengenang Pemilik Gresini Racing tersebut. 

Jelang balapan hari Minggu lalu di Portugal, MotoGP bergabung bersama paddock Formula 1 yang diselenggarakan di kampung halaman Gresini di Imola untuk mengheningkan cipta selama satu menit. Dalam acara penghormatan tersebut ditampilkan Motor yang pernah dibawa Fausto Gresini menjadi juara dunia 125cc pada 1987 serta juga dihadiri oleh istri dan anak-anaknya. 

Rabu, 21 April 2021

'Pembalap Sultan' Tito Rabat akan gantikan Jorge Martin di GP Jerez

'Pembalap Sultan' Tito Rabat akan gantikan Jorge Martin di GP Jerez

GrandPrixPedia- Kecelakaan parah yang dialami pembalap muda Pramac Racing Jorge Martin di FP3 MotoGP Portugal memaksanya harus naik ke meja operasi. Martin mengalami retak di pergelangan tangan dan kakinya. Meskipun operasi pada tangan kanan dan pergelangan kaki yang retak tersebut harus ditunda sebagai tindakan pencegahan menyusul benturan di kepala yang dia alami dalam kecelakaan itu. 

Tito Rabat dengan Tim Barni Racing WSBK

Martin akan menjalani operasi pada Rabu pagi dan tidak akan beraksi akhir pekan depan di Jerez. Situs berita Motorsport.com mengabarkan kalo mereka telah mendapat kabar Pramac telah memilih untuk menjalankan Rabat menggantikan Martin yang diperkirakan belum bisa turun di Balapan Jerez 2 Mei Mendatang.

Rabat melakukan debut di MotoGP pada tahun 2016 dan menjadi satu-satunya Rookie pada musim itu. Juara dunia Moto2 musim 2014 ini menjalani debutnya bersama tim Marc VDS yang menggunakan mesin hondatelah memenangkan mahkota Moto2 pada tahun 2014, walaupun merupakan mantan juara dunia Moto2 prestasi Rabat di MotoGP terbilang biasa saja, posisi finish terbaik nya selama 5 tahun berlaga di MotoGP adalah di posisi ke 7 tepatnya di GP Argentina tahun 2018.

Kecelakaan mengerikan yang dialaminya selama sesi latihan GP Inggris 2019 membuatnya harus mengalami cedera kaki dan berefek samping pada performanya yang makin menurun di musim 2020.

Rabat memang memiliki kontrak dengan Avintia untuk musim 2021, tetapi disingkirkan ketika ada kesepakatan antara Ducati dan Luca Marini untuk membawa runner-up Moto2 2020 itu ke kelas utama dengan Avintia GP19 yang didukung VR46. Karna tak ada tempat baginya lagi di MotoGP, Rabat pun menerima tawaran untuk bergabung dengan skuad Barni Racing yang didukung Ducati di World Superbikes.

Rabat di Test Pramusim WSBK 2021

Kita tunggu saja informasi resminya apakah Tito Rabat akan menggantikan Jorge Martin di Jerez Pekan depan, informasinya diperkirakan akan di umumkan beberapa hari sebelum latihan bebas pertama dimulai. 

Selasa, 20 April 2021

Pimpin klasemen Rookie sementara, Bastianini "pede" bisa tetap unggul di Jerez!

Pimpin klasemen Rookie sementara, Bastianini "pede" bisa tetap unggul di Jerez!

GrandPrixPedia- Dikarenakan Jorge Martin pada balapan GP Portimao minggu lalu akibat kecelakaan hebat yang dialami nya di FP3 otomatis tinggal 2 Rookie lagi yang bersaing untuk berebut poin di race, yakni Luca Marini dan Enea Bastianini. 

Aksi Enea Bastianini di GP Portimao

Di kualifikasi Luca Marini mendapat posisi start yang lebih baik ketimbang Bastianini, Marini start di posisi delapan sedangkan Bastianini dua kali lipat dari posisi Marini yakni grid 16. Tetapi di balapan Bastianini bisa lebih bicara banyak dengan finish di posisi 9, lebih baik dari Marini yg finish ke 12.

"Saya sangat puas, saya belajar banyak. Saya berhasil melaju cepat di final, tetapi pada awalnya saya belajar lebih banyak daripada yang lain. untuk memahami apa yang mereka lakukan secara berbeda. Saya menggunakan bagian pertama GP sebagai tes mengikuti pembalap dengan pengalaman lebih dari saya, hari ini sangat berguna untuk melihat Rossi dan Nakagami misalnya."

"Di lap terakhir kami adalah tercepat, saya sangat senang. untuk mengelola motor dengan cara yang benar, saya membuatnya lebih gesit dan mengerem lebih keras, langkah selanjutnya adalah mencoba menjadi begitu cepat dan bahkan lebih" Ujar Bastianini yg merupakan kampiun Moto2 musim lalu ini. 

Enea Bastianini di GP Portimao

Dengan hasil positif ini, ia yakin bisa tetap unggul di balapan Jerez yg akan dihelat 2 Mei mendatang. 

"Kami telah melakukan pekerjaan yang hebat dengan tim, kami pergi ke Jerez dengan keyakinan akan potensi kami, jika kami mau, saya bisa tetap unggul. Penting untuk menghemat ban agar bisa kompetitif lagi, saya yakin", tambah Bastianini. 

Setelah 3 seri berjalan Bastianini kini memimpin klasemen Rookie of The Year sementara dengan 18, cuma unggul 1 angka dari Jorge Martin. 

Senin, 19 April 2021

Operasinya ditunda, Martin diragukan bisa tampil di GP Jerez

Operasinya ditunda, Martin diragukan bisa tampil di GP Jerez

GrandPrixPedia- Rookie paling gemilang sejauh ini di musim 2021 dengan raihan 1 Pole Position dan 1 Podium, Jorge Martin harus terhenti aksinya akibat terjatuh di Tikungan 7 pada tahap terakhir sesi FP3 hari Sabtu lalu.

Martin mengalami patah tulang dan kaki akibat crash di FP3

Dari foto yang di upload di akun Twitter pribadi Jorge Martin (@88jorgemartin) terlihat ia sedang terbaring dengan kedua tangannya di perban. 

Pembalap Spanyol itu terjungkal beberapa kali diatas gravel dan harus ditandu keluar trek untuk segera dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan, Martin ditemukan mengalami patah tulang di tangan kanan dan pergelangan kaki yang memaksa ia untuk absen di balapan hari Minggu.


Kecelakaan mengerikan yang dialami Jorge Martin

Martin diterbangkan ke Barcelona pada Minggu sore dan dijadwalkan menjalani operasi pada hari Senin di Klinik Quiron bersama Dokter Xavier Mir dan timnya. Namun, karena kepalanya terbentur parah, operasinya kemungkinan ditunda hingga Rabu atas saran dari dokternya. Seorang perwakilan Martin mengatakan kepada situs berbahasa Spanyol Motorsport.com bahwa pebalap Pramac itu kemungkinan tidak akan kembali beraksi akhir pekan depan di GP Jerez Spanyol.

"Hal terpenting sekarang adalah bahwa Jorge harus pulih dulu, "kata perwakilan itu."

Pertama mereka harus mengoperasinya dan melihat bagaimana periode pasca operasi berjalan, tetapi kami tidak terburu-buru, jika dia harus menunggu sampai Le Mans, kami akan menunggu."

"Kami tidak akan mempercepat operasi karena kami berada di Jerez, dia harus pulih terlebih dahulu.” Saya pikir sangat sulit, saat ini, baginya untuk berada di Grand Prix Spanyol,saya hampir mengesampingkannya. Meskipun dalam hal ini tidak ada yang seratus persen yakin."

Cedera Martin datang hanya dua minggu setelah dia mencetak posisi terdepan di balapan MotoGP keduanya di Qatar, dan menyelesaikan GP Doha di podium tiga setelah memimpin selama 17 lap pertama. Dengan adanya kemungkinan belum akan tampil di GP Jerez tampaknya Johan Zarco akan tampil sendiri sebagai perwakilan dari Pramac Racing. Fast Recovery Champ!! 

Bagnaia: Andai laptime kualifikasi saya tidak dibatalkan, saya yakin bisa bertarung untuk posisi 1!

Bagnaia: Andai laptime kualifikasi saya tidak dibatalkan, saya yakin bisa bertarung untuk posisi 1!

GrandPrixPedia- Walaupun meraih podium kedua di GP Portimao kemarin tampaknya Francesco Bagnaia masih kurang senang dengan Pole Positionnya yang dibatalkan Race Director karna tidak melambat saat bendera kuning dikibarkan. Ia tertinggal 4 detik lebih dengan Quartararo pada akhir balapan karna harus berjibaku dengan pembalap lain dari posisi 11.

Pecco Bagnaia berhasil meraih podium 2 di GP Portugal

Bagnaia membutuhkan empat lap untuk naik dari posisi 11 pada awal balapan, lalu menyalip beberapa pembalap seperti Franco Morbidelli, Joan Mir Dan Johan Zarco hingga sampai di posisi dua dengan balapan menyisakan 3 lap lagi. Pembalap Italia itu mengatakan seandainya lap time nya tidak dibatalkan saat kualifikasi ia yakin mampu bersaing untuk posisi 1.

"Saya pikir hari ini hasil maksimal yang mungkin adalah posisi kedua, karena Fabio berada di depan dengan gap yang besar." Seru Bagnaia dikutip dari Motorsport.com

"Bagaimanapun, kami kemarin kehilangan kemungkinan untuk mencoba menang, mungkin hari ini adalah detik yang sama tetapi dengan kemungkinan untuk bertarung."

Ia juga takjub dengan kecepatan balap yang dimiliki Quartararo . 

"Fabio punya kecepatan yang sangat kuat dan saya pikir tidak ada yang mengharapkan kecepatan seperti ini karena cengkeraman dari trek sangat tinggi dan juga ban bekerja dengan sangat baik. Jadi, saya pikir kami melakukan pekerjaan yang luar biasa. Saya sangat senang karena mungkin dalam situasi seperti ini tahun lalu saya tidak di sini [naik podium]. "

Pecco melakukan semprot sampanye di atas podium

"Saya meningkatkan gaya berkendara saya dalam situasi ini, dan saya menyalip banyak pembalap di beberapa tikungan di mana saya berpikir sulit untuk menyalip." Saya senang. Itu tidak mudah, pada rem pertama mudah kehilangan depan atau melebar, jadi sangat sulit. 

"Tapi bagaimanapun juga, saya sangat senang [dengan] hasil ini. Kami telah bekerja sangat baik akhir pekan ini dan hari ini maksimal di posisi kedua dan kami mencapainya. Jadi, saya sangat senang."

Di Lap akhir Bagnaia mendapatkan tekanan dari pembalap Suzuki, Joan Mir yang berusaha membuntutnya dan mencoba untuk menyalip di tikungan terakhir. Beruntung Ducati punya akselerasi yang lebih cepat dari Suzuki di trek lurus. 

"Saya mengira Joan berada di kursi belakang saya karena saya mendengarnya dan dia sangat dekat,"

Aksi Pecco di GP Portugal 2021

"Tapi saya berpikir jika saya tetap di depan hingga tikungan terakhir, tidak mungkin dia menyalip saya karena akselerasi kami sangat kuat." Di lap terakhir saya membuat lap yang bagus, jadi di lap terakhir saya berpikir lebih sulit baginya untuk menyusulku.

Bagnaia kini berada di posisi 2 klasemen dengan raihan 46 poin, hal tersebut bisa terjadi karena pemimpin klasemen seri sesebelumnya, yakni Johan Zarco crash di sisa 6 lap jelang bendera finish dikibarkan. 

 

Ad Placement