Kamis, 22 April 2021

Beban Mental sebagai Pembalap Pabrikan Akhirnya dirasakan Jack Miller!

GrandPrixPedia- Menjadi pembalap pabrikan adalah impian semua pembalap di MotoGP, karna di pabrikan pembalap mendapatkan gaji yang lebih baik, motor tahun terbaru dan jika ada pembaruan partai pembalap pabrikan lah yang terlebih dahulu mendapatkannya. Tetapi menjadi pembalap pabrikan juga tak melulu seenak itu, ada beban dan harapan tinggi yang diberikan pabrikan untuk pembalap mereka, jika hasilnya bagus tentu bisa meningkatkan kepercayaan diri pembalap tersebut. Lain hal jika hasil yang diharapkan tidak terjadi dan malah mengalami penurunan performa tentang beban mental yang harus ditanggung pembalap semakin banyak, pembalap harus kuat-kuat mental untuk menghadapi kritikan baik dari pihak pabrikan, media, maupun fans. 

Jack Miller | Ducati Corse

Hal itu lah yang sedang dirasakan pembalap baru Ducati Corse asal Australia, Jack Miller. Miller mengakui dia bagai "berada di selokan" setelah awal yang sulit sebagai pembalap pabrikan Ducati MotoGP. Miller datang ke musim 2021 dengan harapan sebagai favorit gelar, tetapi saat ini ia berada di posisi 12 klasemen dengan hanya 12 poin, Miller bahkan kalah raihan poinnya dengan 2 pembalap Rookie musim ini. 

Miller mengakui dia telah melalui saat-saat buruk dalam karirnya dan yakin perjuangannya untuk mencapai tim pabrikan tidak akan sia-sia. 

"Kami berada di selokan saat ini, saya mencoba mencari jalan keluar,"
"Kami punya kecepatan, Saya tahu itu. Kami baru saja menyatukan semuanya. Itu hanya salah satu dari hal-hal itu, saya sangat kecewa untuk diri saya sendiri, untuk tim."
"Saya sangat berterima kasih. karena mereka telah melalui semua ini. Saya hanya mencoba melakukan yang lebih baik dengan mereka. Itu tidak mudah, kita semua ingin menang, kita semua ingin menjadi yang teratas tetapi kenyataannya tidak selalu seperti ini. 
Miller setelah jatuh di GP Portugal 2021

"Tapi saya telah berada di posisi yang lebih buruk dalam karir saya dan mencari jalan keluar. Kami berada di selokan, tapi saya sangat beruntung dengan dukungan yang saya miliki.
"Kami bekerja keras, saya bekerja keras, melakukan semua yang saya bisa dengan kekuatan saya untuk menjadi lebih baik. Hasil baik itu akan datang, tidak semuanya sia-sia. Kita baru tiga balapan tapi hasil akan berubah." Ujar Miller dikutip dari Motorsport.com

Perfomance Miller pun ikut mendapat komentar dari Pembalap Ducati musim lalu yang saat ini membela Tim KTM Tech 3, Danilo Petrucci. Melalui wawancara dengan media Italia La Gazetta dello Sport, Petrucci mengatakan bahwa Jack mungkin tertekan di Ducati karena dia bukan rider Italia.
Petrucci ketika masih membela Ducati

"Diatas itu semua, dengan cara kerja dan gaya hidup yang dimiliki Jack, mungkin ia tak melihat beberapa hal yang bisa membuat Anda tertekan ketika membela Ducati, terutama di tim pabrikan. Punya tandem yang cepat juga tak memberinya bantuan," tutur Petrucci yang telah dua musim menjadi pembalap Pabrikan asal Bologna, Italia ini.
Di lain sisi, Petrucci juga memberi pembelaan kepada Miller, yang belakangan ini mundur dari media sosial karena gerah atas komentar negatif. Ia menyebut aksi Miller di Portimao tak seluruhnya buruk, dan justru harus dikagumi karena cedera arm pump-nya belum pulih, apalagi luka operasinya terbuka tanpa sengaja usai kecelakaan.
"Jack melakukan kesalahan yang bikin ia rugi besar, namun jangan lupa ia balapan hanya beberapa hari setelah operasi lengan. Luka jahitannya sekitar 15 cm. Kami, para pembalap, memang terbiasa membicarakan cedera macam ini, namun orang normal dengan luka jahitan seperti itu biasanya masih tinggal di rumah dan duduk di sofa," tutupnya. 

 

Ad Placement