Senin, 31 Mei 2021

Kembali Crash untuk 4 Kali Berturut-turut, Apa yang Salah dengan Alex Rins ??!

Kembali Crash untuk 4 Kali Berturut-turut, Apa yang Salah dengan Alex Rins ??!

GrandPrixPedia- Nasib baik tampaknya masih belum berpihak kepada Alex Rins. Pasalnya ia kembali terjatuh di lap ke 20 saat berada di posisi 4.

Dari 6 balapan yang telah berlangsung praktis Rins hanya mampu menyelesaikan balapan di dua sering balapan ganda Qatar dan Doha. 

Seperti apa yang terjadi di balapan Le Mans sebelumnya, Rins masih belum mengetahui apa yang menjadi penyebab ia jatuh. 

"Saya berjalan dengan baik, saya menemukan diri saya dalam posisi yang baik dan saya mampu menyalip. Sulit untuk mengatakan apa yang terjadi. Saya merasa cukup nyaman dengan motornya, meski kurang saat balapan dibandingkan saat latihan bebas."

"Saya memiliki beberapa masalah dengan lini depan dan kami perlu memahami apa yang terjadi. Saya sudah jatuh keempat berturut-turut, itu tidak normal. Kami perlu memahami penyebab jatuhnya"

Rins juga turut menyampaikan rasa duka citanya atas berpulangnya pembalap muda berpaspor Swiss, Jason Dupasquier.

"Akhir pekan ini sulit bagi semua orang dan pikiran saya tertuju pada keluarga dan teman-teman Jason. Selama menit hening aku tidak percaya dia telah meninggalkan kami. Ini rumit ketika hal-hal seperti ini terjadi. 

"Ini menunjukkan kepada kita betapa berbahayanya olahraga kita. Jelas sulit ketika seorang rekan meninggal, tetapi Anda mencoba untuk menekan semuanya dan berlari untuknya juga."

Pembalap Suzuki tersebut juga menempelkan stiker bertuliskan "Ja50n" yang merupakan nama dan nomor dari pembalap Moto3 Jason Dupasquier. 

Pulang dengan tangan kosong (nol poin) semakin membuat posisi Aleix Rins di klasemen sementara kian terpuruk. Ia saat ini berada di posisi 13 dengan torehan 23 poin yang didapat dari finish ke enam dan ke empat di sirkuit Qatar. 


Gresini dan VR46 Sudah Tahap Final Dengan Ducati, Pengumuman Paling Cepat di GP Catalunya.

Gresini dan VR46 Sudah Tahap Final Dengan Ducati, Pengumuman Paling Cepat di GP Catalunya.

GrandPrixPedia- Tim Gresini yang tahun depan memutuskan untuk berpisah dari mitra yang telah 6 tahun bersama mereka yakni Aprilia. 

6 tahun bersama berjuang untuk bisa bersaing di papan atas MotoGP ternyata tidak bisa menjadi patokan Gresini mau menggunakan Motor Aprilia RS-GP untuk tim satelit mereka musim depan. 

“Ini pasar bebas."

“Anda tidak bisa dipaksa untuk menandatangani dengan satu merek ketika ada penawaran yang lebih baik dari merek lain." ujar Direktur Olahraga Ducati Paolo Ciabatti . 

Dari ucapan Ciabatti tersebut menyiratkan kalo penawaran dari mereka lebih baik dari yang Aprilia tawarkan. Selain itu tampaknya belum mampunya Aprilia untuk konsisten bertarung di baris depan membuat Gresini 'Ogah' menggunakan jasa motor Aprilia. 

Walaupun belum ada pengumuman resmi, tapi dikabarkan dalam waktu dekat akan di umumkan, mungkin bersamaan dengan pengumuman Tim Aramco VR46 yang juga akan menggunakan Ducati. Mungkin GP Catalunya akan menjadi venue pengumuman resmi tersebut. 

Kedua tim ini tampaknya akan full memakai pembalap dari Italia, Tim VR46 dengan duet Luca Marini dan Marco Bezecchi dan Tim Gresini dengan duet Fabio DiGiantonnio dan Enea Bastianini. 

Untuk diketahui juga setiap pabrikan yang menyewakan motornya ke tim satelit dibatasi harga 2.2 juta euro. Jadi pabrikan tidak boleh menagih lebih dari biaya tersebut. Selain itu Dorna juga akan memberikan dana segar berupa subsidi kepada tim satelit dengan nominal satu juta Euro per pembalap. 

Tapi subsidi ini hanya diberikan ke satu tim satelit saja, sebagai contoh jika Gresini dan VR46 menjadi tim satelit Ducati mereka tidak akan mendapatkan 'dana hibah' tersebut karena yang berhak mendapatkan dana tersebut adalah Tim Pramac. 


Minggu, 30 Mei 2021

Ini Penyebab Bastianini Hantam Motor Zarco Jelang Start GP Mugello Kemarin!

Ini Penyebab Bastianini Hantam Motor Zarco Jelang Start GP Mugello Kemarin!

GrandPrixPedia- Balapan di tanah kelahirannya, Italia tidak datang seperti yang diharapkan Enea Bastianini. Sejatinya ia akan start dari posisi 14 grid, namun beberapa meter menjelang posisi grid start setelah kembali dari Warm Up Lap, ia mengalami insiden dengan Johan Zarco.

 

Bastianini menghantam buntut motor Ducati GP 21 Zarco. Ia menilai pengereman yang dilakukan Zarco aneh dan sulit untuk menghindarinya. For Your Info aja nih, ternyata Stoppie, alias melakukan pengereman rem depan secara mendadak hingga ban belakang motor terangkat yang dilakukan pembalap sebelum start bertujuan untuk mengaktifkan Holeshot Device bagian depan loh. 

“Ini hari yang sangat sulit bagi saya, tetapi saya pikir juga untuk semua pembalap, karena setelah pemberitahuan Jason [pembalap Moto3 yang meninggal akibat kecelakaan di sesi kualifikasi], saya pikir kami tidak berkonsentrasi untuk balapan,” 

“Setelah itu, ketika kami berada di grid, Zarco mengerem dengan sangat aneh, sangat keras dan tidak mungkin untuk tidak menabraknya. Bagi saya itu gila, itu satu-satunya hal yang bisa saya katakan. Saya tidak tahu, tubuh saya begitu sakit dan penting untuk pulih sebelum Barcelona dan kita akan lihat apa yang terjadi di Montmelo."

Akibat insiden tersebut Bastianini mengalami luka pada kakinya, ia pun terpaksa harus mundur di balapan kampung halamannya. 

Sedangkan Johan Zarco yang diwawancarai melalui Canal + menjelaskan ia juga terkejut tiba-tiba ada yang menghantam motornya dari belakang. 

“Kami semua keluar dari tikungan terakhir (setelah warm up lap) mempercepat, mengerem untuk menjaga ban tetap hangat dan bersiap untuk start “ 

“Dan kamu bisa lihat fotonya sekarang [ketika Bastianini menghantam motornya], tapi yang penting dia tidak terluka. Tapi saya pikir motor saya, seperti dia menghantam saya, akan hancur saat balapan. Saya melihat sadel motor saya, saya melihat bahwa tidak apa-apa, saya mengambil start. Startnya tidak bagus, tapi saya bisa mempertahankan posisi saya." 

Untungnya bagi Zarco ia masih tetap bisa ikut balapan, ia hanya mampu finish ke 4 dan menjadi finisher terbaik di Mugello kemarin setelah pembalap andalan Tuan Rumah, Francesco Bagnaia jatuh ketika memimpin lomba di lap ke 2.

Quartararo Juarai GP Mugello 2021, Marquez Apes Lagi!

Quartararo Juarai GP Mugello 2021, Marquez Apes Lagi!


GrandPrixPedia- Fabio Quartararo Start dari posisi terdepan untuk keempat kalinya musim ini. Bersamanya ada Pecco Bagnaia dan Johan Zarco di grid terdepan. 

Marquez start dari posisi 11 dan Valentino Rossi start jauh dibelakang di posisi 19. Sedangkan Juara Bertahan Joan Mir, start dari posisi 9.

Sebelum melakukan balapan seluruh pembalap, tim, dan seluruh staf MotoGP melakukan 1 Minute's Silence untuk mengenang berpulangnya pembalap muda Swiss, Jason Dupasquier. RACE IN PEACE JA50N

Balapan berlangsung dalam kondisi kering dengan pilihan ban yang umum digunakan pembalap adalah Medium depan-belakang. 

Sehabis melakukan warm up lap, Bastianini yang cukup mengebut tidak menyadari ada Zarco didepannya, ia terjatuh karna melakukan rem mendadak dan menabrak buntut Motor Johan Zarco.

Lampu hijau padam, menandakan 23 lap balapan Mugello pun dimulai. Bagnaia melesat diikuti Quartararo dan Oliveira. Zarco langsung gercep salip Oliveira untuk posisi 3.

-Lap 2 Marquez Crash di tikungan 3 dan membuat Morbidelli melebar. Tidak lama kemudian Bagnaia yang tengah memimpin juga crash di tikungan 9

-Lap 3 Zarco ambil alih pimpinan dari Quartararo. Duel sengit pembalap Prancis pun terjadi. Quartararo mampu ambil alih lagi. 

-Lap 4 Berkat power Ducati, Zarco salip Quartararo di akhir trek lurus. Namun kembali dibalas Quartararo. 

-Lap 5 Duel sengit pembalap Suzuki, Mir dan Rins berebut posisi 5

-Lap 7 Rins coba salip Miller untuk posisi 4, namun Suzuki masih kalah power di trek lurus. 

-Lap 8 Quartararo tinggalkan Zarco dengan Gap 1.7 detik.

-Lap 10 Quartararo perlebar Gap menjadi 2.4 detik. Oliveira coba tempel Zarco untuk posisi 3.

-Lap 11 Mir salip Rins untuk posisi 4.

-Lap 12 Gap antara Quartararo dan Zarco di posisi 2 makin menganga menjadi 3 detik. 

-Lap 14 Mir pangkas Gap dengan Oliveira di posisi 3 dan berpeluang bertarung untuk podium. 

-Lap 16 Oliveira berhasil overtake Zarco untuk posisi 2. Empat pembalap bertarung untuk posisi 2 dengan ketambahan 2  Suzuki Mir dan Rins. 

-Lap 17 Mir salip Zarco untuk posisi 3. Quartararo 4 detik didepan. 

-Lap 18 Alex Rins ikuti jejak team mate nya dan overtake Zarco untuk posisi 4. Sedangkan Mir tengah mengincar Oliveira untuk posisi 2.

-Lap 19 Valentino Rossi salip Pol untuk posisi 14.

-Lap 20 Penyakit Rins kambuh lagi, ia jatuh di tikungan 15, ini adalah crash ke 4 Rins berturut-turut musim ini.

-Lap 21 Nakagami yang tengah berada di posisi 9 jatuh di tikungan 13. 

Lap terakhir Rossi salip Lecuona untuk posisi 10. Finish terbaik Rossi musim ini. 

Quartararo mampu menjaga posisinya hingga menyentuh garis finis, Drama yang terjadi di Moto2 juga terjadi di MotoGP, Oliveira yang menyentuh trek limit terpaksa harus turun satu posisi dan merelai podium 2 nya diambil Joan Mir.

Ternyata Joan Mir juga mengenai Trek limit. Maka posisi 2 tetap jatuh ke tangan Oliveira dan Mir tetap di podium 3.

Berikut hasil lengkap Race MotoGP Mugello 2021:





Duel Sengit Pembalap KTM Ajo Moto2, Remy Gardner Keluar Sebagai Juara!

Duel Sengit Pembalap KTM Ajo Moto2, Remy Gardner Keluar Sebagai Juara!


GrandPrixPedia- Rookie Raul Fernandez menjadi pembalap terdepan yang start di Grand Prix Italia diikuti Sam Lowes dan Jorge Navarro.

Bersamaan dengan akan dimulainya race kelas Moto2 hadir kabar duka dari kelas Moto3, Pembalap Swiss, Jason Dupasquier yang mengalami kecelakaan di akhir sesi kualifikasi Moto3 kemarin telah pergi untuk selamanya.

 

Selepas start terjadi kecelakaan antara Lorenzo Dalla Porta dan Somkiat Chantra di tikungan pertama. Lalu Augusto Fernandez yang jatuh di tikungan 10.

-Lap 3 Duo pembalap KTM memimpin jalannya lomba diikuti Sama Lowes dan Toni Arbolino. 

-Lap 4 Lorenzo Baldasari crash dan DiGiantonio berhasil salip Arbolino untuk tempat keempat. 

-Lap 5 diakhir tikungan lurus pembalap Sky VR46, Marco Bezzechi  berhasil salip Arbolino untuk posisi 5. Jorge Navarro crash di tikungan 1.

-Lap 7 Pembalap Petronas Sprinta Racing, Xavi Xierge crash di tikungan 12. Sedangkan Fernandez sudah 1 detik di depan rekan setimnya. 

-Lap 9 Sam Lowes dan Remy Gardner bertarung sengit untuk posisi 2.

-Lap 10 Sam Lowes memenangkan duel dengan Gardner, namun karena saling overtake, Gap dengan Fernandez makin melebar menjadi 2 detik. 

-Lap 12 Lowes mampu memangkas jarak dengan Fernandez menjadi 1 detik, sedangkan DiGiantonio yang berada di posisi 4 jatuh di tikungan 15.

-Lap 15 Joe Robert tikung Bezzechi dan ambil alih posisi 4. Gap antara Fernandez dan Lowes kembali mengerucut menjadi hanya 0.8 detik. 

-Lap 16 Sam Lowes yang tengah mencoba memangkas jarak dengan Fernandez  terjatuh di tikungan 8. Sangat disayangkan sekali.

 

Dengan jatuhnya Sam Lowes praktis Marco Bezzechi dan Joe Robert berpeluang untuk memperebutkan podium 3. Sedangkan di pack depan Gardner coba menekan Gap dengan Fernandez. 

-Lap 19 Bezzechi rebut posisi 3 dari Robert. 

- Lap 20 Robert kembali ambil alih posisi 3 dari Bezzechi. 

Dual sengit antara sesama pembalap Red Bull KTM Ajo terjadi di depan. Gardner berhasil salip Fernandez dan mampu pertahankan posisi tersebut sampai melintasi garis Finish. 

Dikarenakan menyentuh trek limit saat berduel dengan Bezzechi, pembalap Amerika, Joe Roberts terpaksa turun satu posisi dan harus merelakan podium nya ke pembalap tuan rumah, Marco Bezzechi.

Berikut hasil lengkap Race Moto2 Mugello 2021:



Sabtu, 29 Mei 2021

Quartararo Rebut Pole Position Mugello 2021, Rekor Lap Time Kembali Pecah!

Quartararo Rebut Pole Position Mugello 2021, Rekor Lap Time Kembali Pecah!

GrandPrixPedia- Rekor Lap Time Mugello yang diraih Marc Marquez dengan catatan 1:45.519 di GP Mugello musim 2019 akhirnya dipecahkan oleh Francesco Bagnaia di FP3 tadi. Bagnaia mencatatkan 1:45:456, sedangkan Top Speed sirkuit yang diraih pada kecepatan puncak 357,6 km/jam yang didapatkan pembalap pengganti Jorge Martin, Michelle Piro pada sesi jum'at kemarin pun juga kembali pecah di sesi FP3, Brad Binder mampu menyamai Top Speed MotoGP sepanjang masa yang diraih Zarco di Qatar lalu.

Sesi FP4 dan Kualifikasi sempat tertunda dikarenakan adanya red flag akibat insiden antara pembalap Jepang, Ayumu Sasaki dan pembalap Swiss, Jason Dupasquier di akhir sesi kualifikasi Moto3.  Maverick Vinales mensia-siakan kesempatan Hot Flying Lap terakhirnya di Q1 dengan melebar di tikungan San Donato. Dan 2 pembalap Spanyol Marc Marquez dan Aleix Espargaro yang berhak untuk gabung bareng 10 pembalap top Ten kombinasi FP1-FP3 untuk berebut start terdepan. 

15 menit sesi kualifikasi kedua pun dimulai, mayoritas pembalap menggunakan kombinasi ban slick medium-soft. Di Run pertama Quartararo sudah torehkan 1.45.481 di ikuti Aleix Espargaro dan Jack Miller di posisi 2 dan 3. 

Morbidelli jadi pembalap pertama yang keluar pit lane untuk Run ke dua diikuti Marquez dan Binder. Ada yang berbeda dari Marquez di sesi kualifikasi kali ini, ia terlihat sering membuntuti pembalap lain dalam melakukan flying lap, di Q1 ia membuntuti Vinales sedangkan di Q2 pembalap KTM, Brad Binder yang ia buntuti. 

Dan akhirnya Fabio Quartararo kembali merih Pole untuk keempat kali berturut-turut musim ini dan pole ke 17 di semua kelas. Rekor. Lap Time yang dipegang Bagnaia di FP3 pun kembali dipecahkan Quartararo dengan catatan waktu 1.45.187.

Posisi 2 dan 3 diisi dua pembalap Ducati Francesco Bagnaia dan Johan Zarco. Marquez yang harus berjuang di kualifikasi pertama Start dari posisi 11,tepat satu posisi dibelakang rekan setimnya, Pol Espargaro. Nahh kan berdekatan lagi posisi startnya. Emang benar-benar rekan setim nih. 

Berikut hasil lengkap kualifikasi 2 MotoGP Italia:








Jumat, 28 Mei 2021

Ada Karakter Despicable Me, 'The Minions' di MotoGP Mugello Pekan Ini!

Ada Karakter Despicable Me, 'The Minions' di MotoGP Mugello Pekan Ini!

GrandPrixPedia- Cuma Nakagami pembalap Honda yang mampu masuk 10 besar laptime kombinasi FP1 dan FP2. Sedangkan Duo Repsol Honda Marc Marquez dan Pol Espargaro berada di posisi 13 dan 14. Btw, 2 pembalap pabrikan Honda ini kok sering banget ya berdampingan di timeshet maupun finish balapan. 

Pol Espargarรณ yang berada di urutan 14 cukup puas karena semua pembalap Honda, Repsol dan LCR mulai mengerjakan sasis baru untuk musim ini. 

“Saya senang semua pebalap menggunakan motor yang sama. Jadi tidak ada alasan. Menurut saya ini adalah cara terbaik untuk bekerja. Jika semua pengendara menggunakan motor yang sama, kami mengikuti arah yang sama ”.

“Saya bukan orang yang memberi tahu Honda bagaimana melakukan sesuatu, karena mereka telah menang banyak di masa lalu. Mengenai cara mereka bekerja, jelas bahwa itu adalah metode yang baik, jika tidak, mereka tidak akan memenangkan begitu banyak gelar. 

Dan sisi positifnya menurut Pol karena punya arah pengembangan yang sama jadi sesama rider Honda bisa saling melihat dan mempelajari data pembalap Honda lain. 

“Tapi memang benar sekarang kita semua menggunakan frame yang sama, misalnya hari ini 'Taka' melakukan putaran dengan baik sehingga saya dapat melihat datanya dan melihat apa yang dia lakukan berbeda dari saya dan tahu bahwa besok saya bisa melakukannya, itu akan membantu saya untuk memahami dan tumbuh lebih banyak tentang sepeda motor ".

“Namun untuk meningkatkan peringkat tidak cukup, karena grip masih kurang, terutama saat masuk tikungan dan pada sudut kemiringan maksimal. 

“Tapi saya tidak pesimis dengan hari esok, kami sedang bekerja, kami hanya perlu mengklarifikasi beberapa hal untuk besok, dan coba lagi. Di T2 dan T3 saya kehilangan tujuh persepuluh, ada perubahan arah, kurva pendakian Arrabiata dengan banyak sudut, itu adalah titik dimana saya kehilangan banyak waktu, tetapi ini adalah hari pertama. Jika hujan besok saya akan khawatir ”.

Ada yang menarik dari Pol di GP Mugello pekan ini, ia terlihat menggunakan helm bercorak The Minions dari film Despicable Me. 

“HJC menyuruh saya untuk mengambil corak khusus dengan tema superhero, seperti Wolverine karena tema serigala, tapi saya tidak suka ide itu. Saya meminta mereka untuk memberi tahu saya helm apa yang bisa mereka lakukan dan melihat Minion, saya sangat menyukainya. Saya pikir saya jarang mendapat tanggapan positif seperti itu dari helm. Ini akan mulai dijual pada bulan Juni, saya pikir ini akan sangat sukses ”.

Vendor helm yang digunakan Pol, HJC memang bekerjasama dengan Disney, jadi mereka punya hak cipta untuk menggunakan karakter Disney di corak helm mereka untuk dijual secara komersial.

"Kami memang bekerja sama dengan Disney untuk menempelkan karakter-karakter yang mereka miliki di helm kami," ucap W.K Hong selaku CEO HJC Helmet. 

"Dari mulai karakter 'Monster Inc', 'Cars' dan Marvel pun kami akan memiliki hak cipta dan jual untuk desainnya," 

Sebelumnya HJC juga pernah menggunakan corak Captain America dan Deadpool yang dipakai pembalap Andrea Iannone pada 2019 lalu. 

Kamis, 27 Mei 2021

Rossi: "Masa Depan Saya Akan Bergantung Pada Hasil. Fix Bakalan Pensiun!!

Rossi: "Masa Depan Saya Akan Bergantung Pada Hasil. Fix Bakalan Pensiun!!

GrandPrixPedia- Sejarah mencatat Rossi adalah pemenang terbanyak sering Mugello Italia, dengan 7 kali di kelas Primer MotoGP 2 seri lebih banyak dari Jorge Lorenzo dengan 5 kemenangan dan 9 kemenangan diseluruh kelas. 

Ya walaupun era keemasan tersebut telah berakhir karna akhir-akhir ini lebih banyak pembalap Spanyol yang jadi juara disana. 

Dalam sebuah sesi wawancara bersama Sky Sport, Rossi secara blak-blakan mengatakan apa yang menjadi penyebab merosotnya hasil balapnya dari tahun-ketahun. 

“Saya tulus, saya beritahu Anda masalah saya yang sebenarnya. Waktunya telah tiba untuk mengklarifikasi. Mengesampingkan alibi, dan menjelaskan sepenuhnya apa yang salah. Terang Rossi memulai. 

“Dalam kasus saya, ada banyak ekspektasi. 

"orang-orang yang menonton balapan berharap melihat saya di depan, bahkan ketika saya finis kelima atau keenam mereka bertanya mengapa saya tidak memimpin .. Tapi ada banyak rasa hormat, orang-orang masih mendukung saya dan berharap saya bisa kembali ke depan ”.

“Kesalahan terletak pada ban”

“Yang paling membayar adalah ketulusan, saya berharap untuk selalu menjelaskan apa yang saya rasakan saat mengemudi. Bannya sekarang lembut, Anda harus melaju kencang sejak awal, dalam karier saya, saya selalu melakukan yang lebih baik dengan ban keras. Tapi kami banyak bekerja dengan tim, Yamaha membantu saya, saya merasa baik dengan tim, kami melakukan perjalanan bersama, kami meningkatkan banyak hal kecil. Hari ini kita semua ada di sana dalam beberapa persepuluh detik ”

Valentino Rossi bukan hanya berdiam diri dan berharap masalahnya akan selesai dengan sendirinya, ia telah berdiskusi dengan semua staf teknis untuk mencari solusinya, bahkan ia sampai-sampai meminta saran dari ibunya, Stefania Palma. 

"Ibu saya memberi saya saran yang sangat teknis, tetapi dari rumah tidak jelas apa yang terjadi dengan ban,” Vale menegaskan. “Dari rumah sulit untuk memahaminya, karena terkadang kita bahkan tidak memahaminya dari sini. Ibuku juga khawatir. Namun, saya masih menikmati melaju di lintasan, kalau tidak saya sudah berada di rumah. Tanpa hasil, saya tidak menikmati diri saya sendiri” 

Rossi memang tidak pernah akrab dengan Michelin, ada cerita pada musim balapan tahun 2007 dimana pemasok ban masih belum ditetapkan menjadi pemasok ban tunggal. Saat itu Rossi keteteran mengejar Casey Stoner yang menggunakan ban Bridgestone sedangkan ia menggunakan Michelin. 

Masuk ke musim 2008 ia beralih ke Bridgestone dan terbukti memang ia kembali jadi juara dunia. Lalu apa yang membuat ia masih mau bertahan dan terus mencari solusinya?. 

“Kegembiraan dan hasrat terhadap sepeda motor, oleh karena itu, pasti tidak lenyap. Tetapi solusi terkutuk itu harus ditemukan, dan juga secepat mungkin, untuk membalikkan tren negatif dan kembali ke persaingan. Jika tidak, keputusan untuk mundur tidak bisa dihindari. 

“Kegembiraan itu sangat terkait dengan hasil. Jika hasilnya tidak datang, kesenangan Anda berkurang dan itu menjadi berat. Saya akan membuat keputusan di liburan musim panas, saya juga harus berbicara dengan Petronas dan Yamaha, semuanya akan tergantung pada hasil. Jika saya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik antara sekarang dan liburan musim panas, akan lebih mudah bagi saya untuk melanjutkan. Jika saya harus memilih untuk melanjutkan, saya masih dapat menemukan tempat, tetapi bukan itu yang saya inginkan ”.

Dan apabila benar yang Rossi katakan kalo ia akan memutuskan masa depan di paruh musim ini maka ia hanya punya 5 seri lagi termasuk Mugello pekan ini untuk membuktikan ia masih "Whorty" Di MotoGP. 


Rabu, 26 Mei 2021

Ciabatti: Pembicaraan dengan VR46 Masih Berlangsung!

Ciabatti: Pembicaraan dengan VR46 Masih Berlangsung!

GrandPrixPedia- Kolaborasi VR46 dan Ducati dimasa lalu mungkin bukanlah cerita indah yang berakhir bahagia. 

Datang dengan ekspektasi tinggi dari Yamaha ke Ducati dengan membawa semangat Italian Pride, Pembalap Italia dengan Motor Italia. Namun harapan tak sesuai kenyataan, selama dua tahun mengendarai Desmosedici capaian terbaik Rossi cuma 3 kali podium tanpa satupun juara seri. 

Melihat perkembangan motor Ducati saat ini yang bisa kompetitif di tangan beberapa pembalap, terutama pembalap muda hasrat untuk mengulang kolaborasi yang dulu tampaknya akan terealisasikan tahun depan. 

Kolaborasi yang direncanakan tahun depan bukanlah kolaborasi Rossi yang akan membalap untuk Ducati lagi, tapi kolaborasi antara tim VR46 yang berencana akan memakai motor Desmosedici untuk turun full musim depan. 

Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabatti terang-terangan bicara ke Sky Sport kalo VR46 telah membuka pintu dan negosiasi tengah berlangsung. 

“Kami telah berbicara dengan VR46 selama lebih dari sebulan, itu bukan rahasia,"

“Bukan hanya kami, tetapi bagi saya kami memiliki semua syarat untuk memikirkan kolaborasi di masa depan. Mari kita lihat apakah kita bisa merealisasikannya, itu akan menjadi hal yang sangat menyenangkan ”. 

Pilihan untuk menggunakan mesin Ducati tampaknya adalah pilihan yang logis, karna 2 dari 3 pembalap binaan Academi VR46 sudah menggunakan mesin tersebut. 

Tim VR46 direncanakan akan diisi dua pembalap muda Italia, Luca Marini dan Marco Bezzechi. 

Selasa, 25 Mei 2021

Ungkap Alasan Tidak Ambil Jorge Martin, Bos KTM: Kami Tidak Butuh Pembalap yang Tidak Percaya Dengan Proyek Kami!

Ungkap Alasan Tidak Ambil Jorge Martin, Bos KTM: Kami Tidak Butuh Pembalap yang Tidak Percaya Dengan Proyek Kami!


GrandPrixPedia- KTM adalah pabrikan terakhir yang ikut meramaikan kelas primer MotoGP. Jika di ibaratkan sebagai manusia, KTM adalah anak balita usia 5 tahun yang sedang aktif-aktifnya bermain berlarian kesana kemari. 

Seperti umumnya pabrikan yang baru mengaspal di kelas teratas balapan motor 4 tak, tentunya KTM butuh waktu untuk bersaing dengan pabrikan yang telah puluhan tahun berkompetisi di MotoGP. 

KTM turun penuh ke MotoGP pada musim 2017 lalu dengan line up 2 pembalap mantan Tim Tech 3 Yamaha, Pol Espargaro dan Bradley Smith. Butuh 2 musim bagi KTM untuk mendapatkan podium pertamanya, yakni pada seri penutup Valencia 2018 dengan raihan podium 3 yang ditorehkan Pol Espargaro. 

Di 2019 posisi Bradley Smith digantikan pembalap asal Perancis, Johan Zarco. Namun di pertengahan musim Zarco memilih memutuskan kontrak karna frustasi dengan motor RC-16 yang dikendarainya. 

Bos KTM, Pit Beirer dalam wawancaranya dengan Motosprint mengungkapkan alasan dari keputusan Zarco tersebut. 

"Sebuah kontrak tidak berharga jika seorang pembalap tidak nyaman. Itu tidak berhasil dengan Zarco. Kami berpisah, dia menunjukkan nilainya lagi dan kami menang. Tapi bersama-sama kami tidak efektif. Terkadang Anda harus menyadari hal ini dan pemisahan itu bisa benar."

Pit menambahkan jika hal yang sama juga terjadi kepada Jorge Martin yang diasuh mereka selama 2 tahun di Moto2. Namun Martin lebih tertarik ke motor Ducati dan bergabung ke Pramac Racing bersama Johan Zarco. 

"Hal yang sama terjadi pada Martin. Jika dia benar-benar tidak percaya pada kami, dia tidak perlu merasa harus tinggal. Kami tidak meluangkan waktu untuk mereka yang tidak percaya pada kami. Kami melakukannya untuk mereka yang percaya, seperti Miguel dan Brad"

Yap bener juga apa yang diungkapkan Bos KTM tersebut, buat apa melanjutkan hubungan dengan seseorang yang bahkan tidak percaya kalo hubungan tersebut akan berhasil, lebih baik cari seseorang yang percaya dan mau diajak berjuang, ehh kok jadi curhat ๐Ÿ˜…. 

Dan terbukti memang, Brad Binder jadi pembalap KTM pertama yang mampu mengantarkan motor RC-16 ke podium tertinggi di seri GP Brno musim 2020. Tidak hanya itu KTM juga ketambahan 2 juara seri lagi bersama Miguel Oliveira di seri Styria dan Seri Portimao. 

Luca Marini Akan Menggunakan Livery Spesial Di GP Mugello Pekan Ini!

Luca Marini Akan Menggunakan Livery Spesial Di GP Mugello Pekan Ini!


GrandPrixPedia- Seri ke 6 MotoGP musim 2021 kembali ke Sirkuit Mugello Italia. Sirkuit ini sempat hilang pada musim 2020 dikarenakan wabah covid 19 dan seri Italia tahun lalu diganti dengan 2 balapan ganda di Sirkuit Misano. 

Mugello adalah balapan kandang bagi banyak pembalap dan tim, salah satunya adalah Rookie Avintia yang membalap menggunakan corak Sky VR46, Luca Marini. 

Dalam balapan kandang biasanya para pembalap tuan rumah akan menggunakan corak Helm Spesial yang berbeda dari corak helm rugeler yang dipakainya sepanjang musim. Dalam unggahan Crash.net terlihat foto Ducati Desmosedici Tim Avintia Sky VR46 dengan corak spesial bendera Italia, dengan basis warna Hijau, Putih dan Merah.

Marini sendiri mengakui sangat 'Excited' dengan balapan kandang perdananya di kelas MotoGP.

"Ini akan menjadi babak penting bagi saya. Lintasan adalah favorit saya dari seluruh kalender dan selalu menyenangkan balapan di sana, "

"Ducati selalu kuat di Mugello. saya berharap untuk melakukannya dengan baik dan bersenang-senang. Ini akan menjadi akhir pekan yang istimewa, ini akan menjadi balapan kunci bagi saya dan saya ingin menikmatinya dari awal hingga garis finis. Ujar Marini dikutip dari Crash.net

Apa yang dibilang Marini bahwa Ducati selalu kuat di Mugello tidaklah salahsalah, tercatat di 3 tahun terakhir seri Mugello selalu di menangi oleh Pembalap Ducati yang berbeda beda. Andrea Dovizioso pada 2017, Jorge Lorenzo pada 2018 dan Danilo Petrucci pada 2019. Sedangkan seri musim 2020 dibatalkan karena pandemi virus Corona. 

Direktur Olahraga Tim tempat Marini bernaung, Ruben Xaus juga menaruh harapan pada adik Valentino Rossi tersebut. 

“Balapan di Mugello memiliki banyak arti bagi pembalap dan tim. Setelah 5 balapan, kami dapat mengatakan bahwa musim yang sebenarnya bagi kami dimulai di sini.

"Lebih percaya diri dalam berkendara, lebih banyak pengetahuan tentang motor dan serangkaian trek tiba secara berurutan di mana Luca selalu tampil kuat bahkan di Moto2. 

"Ducati kemudian akan dapat memanfaatkan semua karakteristik teknis mesinnya. Cuaca juga pasti akan lebih stabil dan oleh karena itu akan lebih mudah untuk bekerja dengan dasar yang kokoh untuk dapat membuat lompatan yang baik di balapan berikutnya ”.

Dua Kemenangan Beruntun Sudah Cukup Yakinkan Ducati Untuk Perbarui Kontrak Miller!

Dua Kemenangan Beruntun Sudah Cukup Yakinkan Ducati Untuk Perbarui Kontrak Miller!


GrandPrixPedia- Sempat mendapat banyak kritikan di awal debutnya berseragam Merah bahkan harus menonaktifkan komentar di sosial media namun dua kemenangan beruntun di Jerez dan Le Mans sudah cukup bagi Ducati untuk memperbarui kontraknya untuk musim depan.

Berikut pernyataan Jack Miller setelah bisa mengamankan kursinya untuk satu tahun lagi bersama pabrikan Italia tersebut:

“Saya sangat senang bisa melanjutkan petualangan saya dengan Tim Lenovo Ducati juga musim depan! Mengenakan warna-warna ini adalah kehormatan besar bagi saya, dan bisa memenangkan dua balapan terakhir di Desmosedici GP adalah mimpi yang nyata! 

“Itu tidak akan mungkin terjadi tanpa dukungan besar yang saya terima dari Ducati dan seluruh tim selama beberapa bulan terakhir, dan saya ingin berterima kasih kepada Gigi, Paolo, Davide, dan Claudio atas kepercayaan yang mereka miliki kepada saya. Sekarang saya hanya bisa berkonsentrasi pada musim ini. 

“Kami berada di urutan keempat dalam klasemen, tidak jauh dari pemimpin, dan kejuaraannya masih sangat panjang. Saya akan melakukan yang terbaik untuk melanjutkan tren positif ini dan memperjuangkan gelar. Forza Ducati !.

Luigi Dall'Igna, sebagaiManajer Umum Ducati Corse juga ikut senang atas pembaruan kontrak Jack tersebut dan yakin Ducati akan menjadi Protagonis dalam perebutan gelar juara musim ini. 

“Kami sangat senang dapat mengumumkan bahwa kami akan terus bersama Miller pada tahun 2022. Di musim pertama ini, Jack telah menunjukkan bakat hebat, profesionalisme, dan determinasi yang kuat. Dia mampu mengamankan dua kemenangan penting dalam kondisi berbeda setelah awal musim yang sulit. 

“Yang pasti, dia adalah salah satu pembalap yang lebih tahu bagaimana memahami Desmosedici GP kami untuk sepenuhnya memanfaatkan potensinya dalam kondisi apa pun, seperti yang ditunjukkan oleh kesuksesan baru-baru ini di Le Mans. Seperti biasa, tujuan kami tetaplah gelar Championship, dan kami percaya bahwa dengan Jack dan Pecco, kami akan menjadi salah satu protagonis utama dari perebutan gelar 2022.

Kontrak yang didapatkan Miller adalah sampai akhir musim 2022 dan kelanjutannya bergantung pada perfoma balapnya. 

Senin, 24 Mei 2021

Jika Tak Menang Juga di Mugello Pekan Ini, Honda Genapkan Puasa Juara 20 Seri.

Jika Tak Menang Juga di Mugello Pekan Ini, Honda Genapkan Puasa Juara 20 Seri.


GrandPrixPedia- Ada yang bilang hidup itu seperti roda, kadang diatas dan tiba-tiba di suatu waktu harus berada dibawah. Hal itulah yang dirasakan Tim Repsol Honda di semusim lalu hingga 5 seri MotoGP 2021 ini. 

Honda menjadi pabrikan tersukses di 1 dekade terakhir dengan 7 gelar juara dunia, 1 musim bersama Casey Stoner pada 2011, dan 6 musim bersama Marc Marquez di 2013, 2014, 2016, 2017, 2018, dan 2019. Sedangkan 3 gelar lainnya jatuh ke tangan Yamaha 2 kali bersama Jorge Lorenzo pada 2012 dan 2015 dan Suzuki satu kali bersama Joan Mir pada 2020 lalu. 

Mungkin karena terlalu bergantung pada satu sosok pembalap yakni, Marc Marquez, faktanya setelah Marquez terpaksa harus absen semusim lebih setelah mengalami cedera patah lengan pada balapan pembuka di Jerez musim 2020 lalu Honda tak lagi mampu merasakan podium teratas. Untung saja saudara laki-laki Marc Marquez, Alex Marquez mampu menyelamatkan wajah Honda musim lalu dengan menyumbangkan 2 kali podium 2 di Le Mans dan Aragon. 

Terakhir kali Honda menapaki podium tertinggi adalah di seri pamungkas Valencia 2019, kala itu Marc Marquez menang mudah dari Fabio Quartararo di posisi 2. Dan di 5 seri yang telah berlalu di musim ini posisi finish terbaik Honda adalah di posisi 4 bersama pembalap Jepang, Takaki Nakagami di Grand Prix Jerez, Spanyol. 

Walaupun pembalap andalan mereka, Marc Marquez sudah mengaspal lagi sejak seri Portugal lalu namun 'Magic Marquez' yang dulu belum kembali. Apalagi di Seri Le Mans lalu Marquez mengalami 2 kali kecelakaan di satu balapan. Dikutip dari GpOne.com Manajer Repsol Honda, Alberto Puig tetap yakin pembalap Andalannya tersebut bakalan kembali seperti Marc sebelum cedera. 

“Di balapan di Le Mans, ia melihat bahwa ia memiliki peluang untuk menang, meskipun dalam keadaan seperti itu ia tidak mencapainya. 

“Ia ingin menang, cepat atau lambat itu akan terjadi. Saat ini ia belum siap secara fisik, tetapi Honda mengetahuinya dan menunggu sampai ia siap. 

“Marc mungkin membutuhkan lebih banyak waktu dan kami di sini (siap untuk) menunggu”

MotoGP seri Mugello pekan ini bisa momentuk bagi Honda khususnya Marc Marquez untuk menggapai podium tertinggi, pasalnya pada balapan Mugello musim 2019 Marquez hanya kalah tipis dari Danilo Petrucci yang masa itu menggeber Desmosedici yang terkenal punya power yang beringas di trek lurus. 

Namun jika kembali gagal meraih kemenangan di Mugello, Honda bakal menggenapkan puasa juara seri mereka menjadi 20 seri. Ini bisa jadi adalah jarak puasa seri terlama mereka selama mengaspal di MotoGP. Cmiiw! 





Jelang GP Mugello: Asa Petrucci Bersama KTM dan Apakah Rekor  Top Speed MotoGP Akan Kembali Pecah?!

Jelang GP Mugello: Asa Petrucci Bersama KTM dan Apakah Rekor Top Speed MotoGP Akan Kembali Pecah?!


GrandPrixPedia- Danilo Petrucci baru saja mendapatkan finish terbaiknya menggunakan mesin KTM RC-16 dengan finish kelima di balapan flag-to-flag Le Mans pekan lalu. 

MotoGP Mugello pekan ini menjadi balapan yang dinantikan Petrucci. Selain karna balapan di Kampung Halamannya, Italia, ia juga datang sebagai pemenang terakhir di sirkuit tersebut pada musim 2019 saat masih berseragam merah (Ducati). FYI, GP Mugello tahun lalu ditiadakan karna pandemi COVID-19. 

Dengan berseragam Orange musim ini Petrucci sangat senang dan bersemangat untuk balapan di Sirkuit dengan lintasan lurus terpanjang dalam kalender tersebut. 

“Saya sangat, sangat senang bisa kembali ke Mugello, salah satu sirkuit favorit saya. Terakhir kali saya di sini, saya memenangkan perlombaan, yang merupakan kenangan yang bagus”

“Saya sangat suka treknya, saya sering balapan di sana di masa lalu, jadi saya sangat mengetahuinya. Ini dapat membantu kami meningkatkan motor lebih jauh lagi. 

Mugello dikenal dengan trek lurusnya yang paling panjang diantara semua sirkuit di kalender MotoGP dan ini adalah makanan empuk bagi Ducati, namun tidak untuk KTM.

 “Ini pasti akan lebih sulit daripada di Le Mans, karena ada lintasan panjang yang membutuhkan akselerasi yang baik, tetapi tahun ini kami sedikit menderita di area ini. Jadi, ini akan berat, tapi di sisi lain, saya sudah tidak sabar untuk balapan lagi di Mugello” terang Petrucci dikutip dari Tuttomotoriweb.it

Yang patut dinantikan juga di balapan Mugello akhir pekan ini ialah apakah Rekor Top Speed MotoGP akan kembali dipecahkan. Rekor Top Speed MotoGP saat ini dipegang Johan Zarco dengan 362,4 KM/Jam yang ia dapat di Qatar musim ini. Dengan trek lurus yang lebih panjang dari Qatar bukan hal mustahil jika rekor tersebut bisa dilampaui. 

Di Back Up Sponsor Tajir, Petronas Gusar Jika Yamaha Lebih Memilih Aramco Racing Team VR|46 !!

Di Back Up Sponsor Tajir, Petronas Gusar Jika Yamaha Lebih Memilih Aramco Racing Team VR|46 !!

GrandPrixPedia- Prahara motor dari pabrikan mana yang akan digunakan tim VR|46 untuk musim depan masih berlanjut. Berita terakhir menyatakan bahwa kandidat motor yang akan digunakan Tim Rossi musim depan mulai mengerucut ke Yamaha dan Ducati dengan persentase 50:50.

Ducati sendiri berkemungkinan menurunkan 8 motor mereka di grid musim depan karena saat ini mereka tengah mengadakan pembicaraan dengan VR|46 dan Gresini, apalagi wacana tersebut telah mendapat restu dari pihak Dorna. 

Dikutip dari La Gazzeta, Davide Tardozzi sebagai Team Manager Ducati mengatakan belum ada yang di tanda tangani antara mereka dengan VR|46.

“VR46 dengan Ducati? Tidak benar bahwa hanya ‘tanda tangannya yang hilang’ , ada banyak detail yang masih perlu disesuaikan. Dan ada rumah lain (pabrikan lain) yang melakukan evaluasi dan penawaran. Sampai saat ini belum ada yang ditandatangani dan ada diskusi yang sedang berlangsung dengan VR46 dan Gresini.” 

Sedangkan jika ingin menggunakan YZR-M1, Rossi harus bersaing dengan tim tempat ia bernaung saat ini, yakni Petronas. Logikanya Yamaha tidak akan mampu untuk menurunkan 6 Motor dan hal tersebut (menurunkan 6 motor) belum pernah dilakukan Yamaha selama era MotoGP. (Cmiiw) 

Direktur Tim Petronas Yamaha, Wilco Zeelenberg pun angkat bicara terkait persaingan Tim mereka dan Tim Rossi untuk dapat menggunakan Motor Yamaha musim depan. 

“Kami ingin terus bersama Yamaha, tetapi bukan hanya terserah kami, VR46 juga tertarik dengan Yamaha untuk masa depan. Jelas bahwa Yamaha tidak ingin memiliki tiga tim, karena mereka tidak akan mampu mengatur mereka seperti yang mereka inginkan, jadi kita harus lihat ”.

 “Situasinya sama seperti pekan lalu dan dua pekan lalu: ada dua tim yang tertarik dengan motor ini dan kami harus menunggu,”

“Situasinya tidak berubah. Kami harus membuat keputusan, seperti pabrikan, dan ini belum berakhir ”. Ujar Sosok yang pernah menjadi Coach Maverick Vinales dan Jorge Lorenzo ini. 

Petronas sendiri diketahui telah memperbarui kontrak mereka dengan Dorna dan akan terus berpartisipasi di kejuaraan hingga musim 2026. Karna di back up Raksasa Minyak dari Arab Saudi, Aramco, ada kegusaran di Tim Petronas masalah keuangan untuk bersaing merebut hati Yamaha. 

“Untuk saat ini Dorna telah mengkonfirmasi kursi kami, jadi kami telah memperbaharui untuk lima tahun lagi, dengan dua pembalap”, 

“Kami masih kekurangan untuk memastikan kembali uang dan pembangunnya. Tidak hanya Petronas yang dipertaruhkan, tetapi juga semua sponsor lainnya, karena taruhannya sangat tinggi. Jadi butuh waktu ”.

Kalo menurut Sobat GP Pedia, Tim mana yang layak dan akan dipilih Yamaha sebagai Tim satelit mereka? Petronas or VR|46? 

Sabtu, 22 Mei 2021

Tim Moto3 Rossi Akan Turun di Mugello, Bukankah Sudah Diambil Alih Avintia?!

Tim Moto3 Rossi Akan Turun di Mugello, Bukankah Sudah Diambil Alih Avintia?!

GrandPrixPedia- Di musim 2021 ini untuk pertama kalinya sejak debut di 2014 silam Tim Moto3 Milik Valentino Rossi, Sky Racing Team Moto3 tidak lagi berkompetisi di kelas 'Capung' tersebut. 

Hal itu dilakukan agar Adik laki-lakinya, Luca Marini bisa naik kelas ke MotoGP bersama Avintia. Jadi semua sumber daya tim nya di Moto3 dialihkan ke tim Avintia Moto3. Kayak tukar guling gitulah. 

Di musim 2021 ini anggota VR Riders Academy yang berkompetisi di kelas Moto3 tinggal 2 pembalap lagi yakni Nicollo Antonelli di Tim Avintia Moto3 dan Andrea Migno di Tim Sniper Racing. Namun akhir pekan nanti Tim Moto3 Milik Valentino Rossi akan kembali ikut serta. Sebagai Wildcard tentunya. 

Bukan Sky tapi Tim balap Rossi yang turun di CIV Moto3 (kejuaraan nasional Moto3 di Italia) nama timnya ialah Bardahl VR46 Riders Academy Moto3. Walaupun identik dengan Sky tapi Tim ini di sponsori oleh perusahaan Pelumas asal Amerika Serikat, Bardahl. Tim ini di manajeri olehP ietro Bagnaia, nama belakang yang familiar bukan? Yupss Pietro Bagnaia adalah Ayah dari pembalap Ducati Corse, Francesco Bagnaia. Tim ini menaungi dua pembalap muda Italia Elia Bartolini dan Alberto Surra.

Pengumuman partisipasi Wilcard tersebut disampaikan oleh sahabat dekat Rossi, yang juga bertanggung jawab mengelola Akademi Balap VR46, Alesio 'Ucio' Saluci. 

“Kami sangat senang berpartisipasi di GP Italia dengan Wildcard kami. 

“Mampu menguji diri kita sendiri dalam konteks dunia adalah sumber motivasi besar bagi seluruh tim, yang tujuannya adalah untuk mengumpulkan pengalaman maksimal dari kesempatan berharga ini". Ujar Uccio dikutip dari Tuttomotoriweb.it

Hal senada juga diungkapkan Manajer tim, Pietro Bagnaia. 

“Kami sangat antusias dengan debut ini di level teratas kategori Moto3. Mugello adalah trek yang kami kenal dengan baik, tempat kami balapan di akhir pekan pertama Kejuaraan Nasional, dan ini memungkinkan kami untuk mendekati balapan Kejuaraan Dunia ini dengan dasar latihan yang baik. Motivasi tim dan para pebalap sangat bagus serta keinginan untuk menghadapi kesempatan yang luar biasa ini dengan cara terbaik ”. 

Kesempatan wildcard ini bisa juga menjadi ajang untuk unjuk kebolehan, jika salah satu atau keduanya mampu tampil apik, bukan tidak mungkin dilirik tim-tim Moto3 untuk turun full season musim depan. 

Kamis, 20 Mei 2021

Kabar Bahagia !!! Maverick Vinales Bakal Jadi Ayah di GP Mugello Nanti.

Kabar Bahagia !!! Maverick Vinales Bakal Jadi Ayah di GP Mugello Nanti.


GrandPrixPedia- Tidak banyak pembalap MotoGP yang masih berlaga di musim ini yang telah memiliki pasangan sah diatas ikrar Pernikahan. Tercatat hanya beberapa orang diantaranya Pembalap Aprilia Aleix Espargaro dan Pembalap asal Portugal, Miguel Oliveira. 

Pembalap terakhir yang baru saja diketahui telah menikahi pacarnya adalah Maverick Vinales. Ia menikahi gadis asal kampung halamannya Girona, Spanyol. Diketahui gadis tersebut bernama Raquel. 

Pernikahan tersebut dikabarkan berlangsung pada akhir Januari 2021 dan hanya dihadiri keluarga dan orang-orang terdekat mereka. Dari unggahan Instagram Maverick Vinales pada 2 Mei lalu terlihat ia memamerkan foto sang istri yang ternyata tengah mengandung buah hati mereka.

 

Terlihat memang usia kandungan istrinya tersebut sudah mendekati masa Persalinan. Dikutip dari Tuttomotoriweb.it Vinales mengabarkan kalo di GP Mugello tanggal 30 Mei mendatang dirinya akan menjadi Ayah untuk pertama kalinya.  

“Saya akan menjadi ayah untuk pertama kalinya di Mugello”. Ujar Vinales. 

Vinales juga menceritakan bagaimana hasil balapan Le Mans kemarin yang hanya menempatkan dirinya finish di urutan ke 10.


“Saya membuat beberapa kesalahan dan motor kami juga tidak bekerja dengan baik dengan sedikit air di trek. Jika full basah tidak apa-apa. dengan sedikit air menjadi rumit. Tapi ini bukan alasan. Saya membuat kesalahan dan saya harus membayarnya. Hal baiknya adalah saya telah meningkatkan awal saya. ”

Vinales juga menilai Quartaro lebih berani darinya di balapan kemarin,padahal itu adalah balapan pertama Quartaro dalam kondisi Flag-to-Flag. 

“Saya pikir Fabio lebih berani dengan apik di tengah hujan. 

“Saat benar-benar basah, saya memiliki pegangan yang lebih kuat. Kita perlu mencari tahu mengapa demikian. Itu adalah kondisi yang gila. Ketika Anda beralih dari ban hujan ke ban kering, itu satu hal. Tetapi jika Anda harus beralih dari ban licin ke ban hujan dan tetap mengemudi di trek yang basah dengan ban licin, maka ini adalah eksperimen. Itu hanya masalah cuaca buruk ”.

Dengan 5 seri berlalu Vinales mampu konsisten meraih poin di setiap serinya. Ia hanya satu kali finis di luar Top Ten yakni saat finish ke 11 di MotoGP Portugal. Saat ini Vinales berada di urutan 5 klasemen sementara dengan capaian 56 poin. 

Rabu, 19 Mei 2021

Mendadak Bela Rossi, Lorenzo: Pembalap Lain Mampu Gak Balapan Sampai Usia 42 Tahun!

Mendadak Bela Rossi, Lorenzo: Pembalap Lain Mampu Gak Balapan Sampai Usia 42 Tahun!

GrandPrixPedia- Memberikan review/ atau ulasan setelah balapan saat ini sudah menjadi agenda rutin Jorge Lorenzo. Ulasan tersebut biasanya ia bagikan melalui chanel YouTube Pribadinya. Namun kali ini sedikit berbeda ia membagikan ulasan tersebut melalui portal Italia Moto.it

Lorenzo kembali menyoroti hasil balapan Le Mans Valentino Rossi, mantan rekan setimnya tersebut hanya mampu finish di posisi 11 di balapan yang berlangsung Flag-to-Flag. Namun berbeda dengan komentarnya sehabis seri Jerez lalu yang menilai Rossi lamban dan tak presisi lagi.  Kali ini ia tampak membela Rossi dengan berkata apa yang dilakukan Rossi di usianya saat ini adalah hal spesial yang belum tentu mampu dilakukan pembalap lain di usia yang sama. 

“Anda harus memahami bahwa Rossi berusia 42 tahun. Waktu berlalu untuk semua orang, itu normal. Anda sudah merasakannya ketika Anda berusia tiga puluh, apalagi 42. Saya ingin melihat apakah pilot lain bisa tampil seperti dia di usianya.

“Apa yang dia lakukan itu unik, seperti yang saya katakan di kesempatan lain. Jelas Yamaha, yang bukan motor yang sangat menuntut fisik, dan yang Valentino kenal baik, membantunya dalam hal ini. Tapi apa yang dia lakukan pada beberapa kesempatan, berjuang untuk barisan depan atau posisi terdepan, dia lakukan karena dia Valentino Rossi, dia spesial.

“Saya ingin melihat Marc Marquez, atau Miller, atau Bagnaia di usia 42 ”.

Di kesempatan tersebut Lorenzo juga mengomentari Pabrikan yang sempat ia bela selama 2 tahun, yakni Ducati. Ia menilai Motor Desmosedici GP21 adalah Motor Terbaik Ducati yang pernah ia lihat.

“Ducati adalah motor terbaik, sejak Dall'Igna tiba, mereka telah membuat banyak inovasi. Di sisi lain, Yamaha mengalami peningkatan sedikit demi sedikit, jika dibandingkan dengan Yamaha 2012 dengan tahun 2021 sangat mirip.

“Bandingkan Ducati tahun 2012 dengan tahun 2021 dan itu tidak ada hubungannya dengan itu. Sama seperti di Yamaha yang terjadi di Honda. Bagi saya, Ducati saat ini adalah Ducati terbaik yang pernah ada, lebih baik dari Ducati Capirossi dan Gibernau pada 2006, lebih baik dari Ducati Casey ketika dia menang pada 2007 dan itu lebih baik daripada Ducati yang saya pakai bersama Dovizioso dari 2017 hingga 2018.”

Demi Bisa Balapan di Indonesia, Rossi Coba Bertahan di 2022!!

Demi Bisa Balapan di Indonesia, Rossi Coba Bertahan di 2022!!

GrandPrixpedia- MotoGP musim 2021 ini adalah tahun ke 26 Valentino Rossi menjalani karir balapnya di kejuaraan roda dua paling bergengsi sejagat raya. 

Walaupun telah hampir 1 dekade melewati masa jayanya, tanda-tanda Rossi harus memutuskan berhenti dari olahraga yang telah membesarkan namanya ini. Bisa dilihat dari perfoma Rossi setelah gagal meraih gelar juara dunia pada tahun 2015 yang dari tahun ke tahun menunjukkan tren menurun.

Dalam kesempatan wawancara bersama penyiar Trans7, sebagai pemegang hal siaran resmi MotoGP di Indonesia, Rossi coba menjawab kapan ia akan memutuskan perihal masa depan karir balapnya.

"Pada liburan musim panas saya akan memutuskan apa yang harus saya lakukan tahun depan. Saya akan senang untuk melanjutkannya tetapi kami harus menunggu hasil di MotoGP"

"Pertanyaan yang menjadi perhatian di pertengahan musim, mengingat setelah sembilan balapan kami akan menjalani liburan musim panas dan saya pikir dalam periode itu kami akan membuat keputusan untuk tahun depan. 

Rossi juga mengatakan akan senang jika bisa balapan lagi di Indonesia. Tapi balik lagi apakah ia masih punya tempat untuk posisi pembalap di musim depan. 

“Saya akan senang jika saya memiliki kesempatan untuk balapan lagi pada tahun 2022 dan datang ke Indonesia, tetapi kami harus menunggu hasilnya dan melihat apakah saya akan kompetitif. 

“Jadi saat ini saya tidak bisa menjanjikan apa-apa selain saya akan berusaha berada di sana pada tahun 2022 ”.

Ketika ditanya gimana komentar nya tentang venue baru GP Indonesia yang tidak lagi digelar di Sentul tetapi Di Sirkuit Baru, Sirkuit Mandalika yang berlokasi di Nusa Tenggara Barat. 

“Sepertinya trek cepat dengan tikungan cepat. Mereka biasanya sirkuit yang menyenangkan tetapi untuk memahaminya dengan baik kita perlu mengendarai motor (disana). 

"Saya balapan di sana pada tahun 1996 dan 1997 dan saya ingat mungkin itu lebih hangat daripada Malaysia. Tapi lautnya sangat dekat, jadi jika terlalu panas maka ... kita akan pergi ke laut, ujar Rossi berkelakar. 

Semula Sirkuit Mandalika direncanakan akan menjadi salah satu seri di musim ini. Karena sirkuit masih dalam proses pengerjaan dan belum di homologasi maka ditunda sampai musim depan agar punya waktu untuk segera dirampungkan. 

 

Ad Placement