Selasa, 29 Juni 2021

Enggan Akui Yamaha Motor Terbaik, Bagnaia: Quartararo Jadi Pembeda!

Enggan Akui Yamaha Motor Terbaik, Bagnaia: Quartararo Jadi Pembeda!

GrandPrixPedia- Memulai start dari grid terdepan tepatnya di posisi 3 Pecco Bagnaia sempat memimpin lomba hingga lap ke 6 sebelum disalip oleh Quartararo.

Setelah disalip Quartararo ia harus berjibaku melawan Nakagami, namun pada lap ke 15 Race Director mengeluarkan informasi Long Lap Penalty untuknya karena terlalu sering melewati trek. Ia baru menjalankan sanksi tersebut pada lap ke 17 yang membuat posisinya melorot ke posisi 6. Dikuti dari Motosan.es , Bagnaia menyatakan jika tidak kena long lap penalty kemungkinan posisi yang didapatnya antara posisi 3 atau 4. Ia realistis melihat Yamaha begitu kencang di Assen. 

“Paling banyak di urutan ke-3 atau ke-4, saya harus bermain bertahan, Yamaha terlalu cepat untuk kami. Untuk mencoba bertahan dengan Fabio, saya banyak mendorong dan mudah membuat kesalahan saat Anda melakukan itu. Di paruh terakhir trek saya harus berpegangan pada Desmosedici karena tidak mau diam, dua kali saya pergi ke trek hijau (trek limit) karena angin telah menggeser saya, tetapi saya seharusnya melihatnya datang. Itu adalah kesalahan saya dan saya meminta maaf kepada tim. Hal yang sulit adalah tidak mengulangi kesalahan dalam pertarungan melawan Mรกrquez, tidak mudah untuk berada di depannya.”

Ketika ditanya apakah Yamaha adalah motor terbaik saat ini, Bagnaia enggan mengakuinya, baginya setiap motor mempunyai keunggulan di sirkuit yang berbeda-beda. 

“Motor terbaik tidak ada, beberapa lebih kuat di beberapa sirkuit dan lainnya di sirkuit lain, tetapi Yamaha telah terbukti paling konsisten dan itu karena Quartararo berada di level yang sangat tinggi. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Yamaha bukanlah motor terbaik tetapi Fabio pembalap terbaik. ”

MotoGP telah melalui 9 seri dan tiba saatnya untuk jeda paruh musim sebulan lebih. Bagnaia menutup paruh pertama musim ini dengan berada di posisi 3 klasemen sementara dibawah Quartararo dan Zarco. Ia tertinggal 47 poin dari Quartararo sebagai pemuncak klasemen. Baginya tertinggal 47 poin adalah jarak yang besar, dan ia ingin dirinya dan Ducati harus terus berkembang jika ingin menjadi juara dunia. 

“Itu banyak! Ujarnya.

“Saya selalu berusaha melakukan yang terbaik, tetapi, seperti yang saya katakan, baik saya sendiri sebagai pebalap dan Ducati harus melangkah maju. Untuk memiliki kesempatan bertarung memperebutkan gelar juara, kami harus lebih berkembang lagi, mampu mengangkat lebih banyak di trek tempat kami bertarung, seperti di sini di Assen”.


Senin, 28 Juni 2021

Sudah Fix! Vinales dan Yamaha Resmi Berpisah di Akhir Musim Ini.

Sudah Fix! Vinales dan Yamaha Resmi Berpisah di Akhir Musim Ini.

GrandPrixPedia- Rumor mengenai Maverick Vinales akan berpisah dengan Yamaha dan akan bergabung dengan Aprilia ternyata bukan isapan jempol belaka, setidaknya kabar berpisah dengan Yamaha sudah bisa dikonfirmasi kebenarannya.

Informasi tersebut dikatakan langsung oleh CEO Yamaha Racing, Lin Jarvis. 

“Dengan kesedihan kami akan mengucapkan selamat tinggal kepada Maverick di akhir tahun. Kami berada di tengah musim kelima kami bersama dan selama bertahun-tahun kami telah mencapai banyak pencapaian, tetapi kami juga harus menangani banyak posisi terendah. Setelah GP Jerman, yang merupakan akhir pekan tersulit dalam kemitraan kami, kami melakukan diskusi penting di Assen dan sampai pada kesimpulan bahwa kedua belah pihak berkepentingan untuk berpisah di masa depan. Yamaha akan melakukan yang terbaik, seperti yang selalu kami lakukan, untuk memberikan dukungan penuh kepada Maverick dan menyelesaikan musim ini dengan cara terbaik ,” kata Jarvis dikutip dari Motosan.es

Dari penyataan Jarvis tersebut tersirat ada ketidakpuasan antara kedua belah pihak baik dari Yamaha yang merasa hasil yang didapat Vinales begitu turun-naik alias Inkonsisten. Sedangkan dari Vinales ada ketidakpuasan dari bagaimana Yamaha memperlakukannya. 

Semula Vinales sempat menampik kabar perpisahan ini, namun hari ini akhirnya ia mengakui kebenaran kabar tersebut. Begini kata-kata Vinales. 

“Kemitraan ini sangat penting bagi saya selama lima tahun terakhir dan itu adalah keputusan yang sulit untuk dibuat. Di musim-musim ini bersama, kami mengalami pencapaian besar dan masa-masa sulit . Namun, perasaan yang mendasarinya adalah perasaan saling menghormati dan menghargai. Saya berkomitmen penuh dan akan berusaha untuk hasil terbaik di sisa musim ini ."

Perihal ke tim atau pabrikan mana Vinales akan berlabuh masih belum jelas, jika melihat slot pembalap yang masih tersisa maka Aprilia adalah kemungkinan terbesar, namun Aprilia juga tengah mencoba merayu Dovizioso. Dari segi Branding tentunya Vinales lebih menjual daripada Dovizioso yang sudah memasuki kepala 3. Kita lihat saja bagaimana kelanjutan berita ini. 

Minggu, 27 Juni 2021

Quartararo Menang di Race Assen 2021, Makin Kokoh di Puncak Klasemen!

Quartararo Menang di Race Assen 2021, Makin Kokoh di Puncak Klasemen!

GrandPrixPedia- MotoGP kembali ke tanah Belanda setelah setahun absen dikarnakan pandemi COVID-19. Pembalap Yamaha masih menjadi yang terdepan dalam urusan start dari posisi terdepan, jika tahun 2019 bersama Fabio Quartararo maka tahun ini bersama Maverick Vinales.

Quartararo dan Bagnaia melengkapi posisi grid terdepan, Valentino Rossi start ke 12 sedangkan Marc Marquez start dari posisi 20. Vinales menggunakan kombinasi ban Soft depan dan Hard belakang, sedangkan Quartararo dan Bagnaia dengan kombinasi Medium depan dan Hard belakang. 

26 lap pun dimulai, Quartararo melaju terdepan, namun segera disalip Bagnaia, Nakagami dan Vinales di posisi 3 dan 4. Marc Marquez naik 9 posisi ke posisi 11. Rossi malah drop ke posisi 20.

-Lap 3 terjadi kontak antara Zarco dan Rin yang membuat Rin melebar ke gravel. Marquez naik ke posisi 10. Quartararo coba salip Bagnaia namun langsung dibalas Bagnaia. 

-Lap 4 Zarco cetak New Best Lap Records dan coba incar Vinales di posisi 4.

Lap 6 Quartararo berhasil ambil alih pimpinan race dari Bagnaia. 

-Lap 8 Cetak New Best Race Lap Quartararo buat jarak 1 detik lebih dari Bagnaia di posisi 2. Rossi CRASH di tikungan 7.

-Lap 10 Quartararo sudah 2 detik di depan Bagnaia. Ngeriii euyy

-Lap 11 Pembalap Jepang, Nakagami salip Bagnaia, namun tak berselang lama langsung disalip lagi oleh Bagnaia. Quartararo 2.8 detik didepan. 

-Lap 15 Pecco Bagnaia kena sanksi Long Lap Penalti karena 4 kali menyentuh trek limit. Miller Crash. Vinales ke 2 , Zarco ke 3. Nakagami mengalami kontak dengan Mir dan mundur ke posisi 9 dibelakang Marc Marquez. 

-Lap 17 setelah menyelesaikan Hukuman Longgar Lap Penalty, Pecco Bagnaia mundur ke posisi 6. Quartararo 4.2 detik di depan. 

-Lap 19 Mir masuk ke zona podium di posisi 3 setelah salip Zarco. Vinales pangkas gap dengan Quartararo menjadi 3.4 detik. Marquez salip Aleix Espargaro untuk posisi 7.

-Lap 23 Gap antara Quartararo dan Vinales terpangkas menjadi 2.8 detik di 4 lap tersisa. 

Lap 25 Aleix Espargaro salip Marquez untuk posisi 7.

Last lap Quartararo masih unggul 2.5 detik di depan Vinales. Marquez kembali ke posisi 7 setelah salip Aleix Espargaro. 

Quartararo finish terdepan diikuti Vinales dan Joan Mir di posisi 3. Posisi 4 sampai 10 diisi oleh Zarco,Oliveira, Bagnaia, Marc Marquez, Aleix Espargaro, Nakagami dan Pol Espargaro.

Hasil Race Assen ini makin mengokohkan Quartararo di puncak klasemen dengan 156 poinpoin, unggul 34 poin dari Zarco di posisi 2 klasemen. MotoGP akan memasuki libur tengah musim dan baru akan balapan lagi pada tanggal 8 Agustus 2021 di Austria. 

 

Sabtu, 26 Juni 2021

Vinales Rebut Pole Position Assen 2021, New All Time Lap Record!!

Vinales Rebut Pole Position Assen 2021, New All Time Lap Record!!

GrandPrixPedia- Johan Zarco menggagalkan harapan Iker Lecuona untuk masuk ke kualifikasi 2 di detik-detik akhir kualifikasi pertama, ia bersama Francesco Bagnaia berhak melaju ke kualifikasi kedua.

Juara seri Jerman minggu lalu Marc Marquez harus puas untuk start dari posisi ke 20, ia terjatuh di tikungan 9 menjelang menit-menit akhir kualifikasi pertama. 1 menit 32,017 adalah rekor lap time sirkuit ini yang ditorehkan Quartararo pada musim 2019 lalu saat masih bersama Petronas Yamaha. 

Vinales langsung torehkan 1:32.413 di Lap pertamanya namun langsung dibalas oleh Quartararo dengan 1:32.316.

Tidak lama Quartararo kembali pertajam catatan waktunya dan berhasil Cetak lap record baru dengan catatan waktu 1:31.922. Ia adalah pembalap pertama yang mampu catat waktu dibawah 1 menit 32 detik.  
Ternyata lap rekor yang didapat Quartararo tak bertahan lama setelah dipatahkan Vinales dengan 1:31.814 All Time La Record Sirkuit Assen. Francesco Bagnaia naik dari Posisi 12 ke 3. Diikuti Nakagami dan Johan Zarco di tempat ke 4 dan ke 5.
Quartararo coba melakukan flyng lap terakhirnya namun gagal karna motornya sedikit goyang ditikungan.  Pembalap Suzuki Alex Rins jatuh di tikungan 8 detik-detik akhir kualifikasi.

Duo Monster Energy Yamaha akan start dari grid terdepan balapan minggu sore dan pembalap Factory Ducati Francesco Bagi melengkapi grid terdepan. Posisi 4 sampai 12 ditempati oleh Nakagami, Zarco, Oliveira, Rins, Miller, Aleix Espargaro, Mir, Pol Espargaro, dan Valentino Rossi di posisi 12.

Jumat, 25 Juni 2021

Kritik Aturan Trek Limit, Aleix Espargaro: Kenapa Harus Nunggu 4 Kali Pelanggaran!?

Kritik Aturan Trek Limit, Aleix Espargaro: Kenapa Harus Nunggu 4 Kali Pelanggaran!?

GrandPrixPedia- Trek Limit adalah batas tepi sirkuit/trotoar sirkuit, aslinya trek limit berupa rumput atau tanah yang berada di pinggir sirkuit namun untuk alasan keamanan bagian ini diaspal atau di cor dengan beton. Untuk membedakan dengan trek utama bagian ini di cat menggunakan warna hijau. 

Jika masih berupa trek tanah atau rumput pembalap yang melintasinya bisa saja terjatuh, namun karna telah diaspal maka pembalap yang melintasi area hijau tersebut bisa mendapatkan keuntungan dalam hal catatan waktu. 

Saksi yang didapat pembalap jika melewati trek limit dapat berupa Long Lap Penalty atau pengurangan waktu beberapa detik setelah balapan usai seperti yang terjadi pada Mir dan Oliveira di balapan Mugello lalu. Yang jadi pertanyaan sanksi tersebut baru akan berlaku jika seorang pembalap melewati trek limit lebih dari 4 kali, hal ini yang dikritik oleh pembalap Aprilia, Aleix Espargaro. Ia bingung kenapa harus menunggu 4 kali pelanggaran baru mendapat sanksi. 

“Saya tidak mengerti aturan ini. Mengapa saya harus memiliki empat kesempatan untuk menyentuh hijau, di sebelah trotoar? Sebelum daerah itu tidak diaspal dengan baik, itu berumput atau sangat licin. Jika Anda sampai di sana, Anda kehilangan tiga atau empat detik atau bahkan crash. Jadi mengapa mereka mengizinkan Anda menyentuh titik-titik itu empat kali? Itu tidak masuk akal. Satu tembakan baik-baik saja, tapi hanya itu. Itu pendapat saya".

Aleix sendiri tampil cukup impresif di sesi FP1-FP2, ia berada di posisi 10 waktu kombinasi dan punya peluang besar langsung masuk ke ke kualifikasi kedua. Dikutip dari Motosan.es begini komentar Espargaro sehabis sesi latihan hari jumat. 

“Aprilia sepertinya menyukai trek kering. Saya tidak merasa buruk di pagi hari dan saya bisa melakukan banyak putaran dengan ban bekas. Tapi aileron membuat motor sulit melewati tikungan. Terutama di tikungan cepat seperti 6 dan 12 saya punya masalah. FP2 itu, sayangnya, tidak berguna karena hujan, jadi kami tidak bisa mencari solusi lagi”.

Ketika ditanya bagaimana peluang podium pertama untuk Aprilia, Aleix masih meragukannya karna semua kompetitor sangat cepat dan jarang melakukan kesalahan. 

“Tahun ini sangat sulit. Tidak ada yang membuat kesalahan, mereka semua sangat konsisten dan cepat. Itu tidak akan mudah, tetapi itulah keindahan podium, tidak mudah untuk dicapai. Tapi kami memiliki kepercayaan diri dan kami akan memberikan segalanya untuk berada di atas sana. Kami hanya harus bersabar." Tutup Espargaro. 

Ogah Terlalu Berharap, Aprilia Punya Opsi Pembalap Lain Jika Dovizioso Menolak!

Ogah Terlalu Berharap, Aprilia Punya Opsi Pembalap Lain Jika Dovizioso Menolak!

GrandPrixPedia- Andrea Dovizioso telah menyelesaikan 2 hari test lanjutannya bersama Aprilia. Ini adalah test ketiganya bersama Aprilia setelah sebelumnya sudah melakukan test di Jerez dan Mugello. 

Di test Misano kali ini sesuai banget dengan harapan Dovi karna test benar-benar dilakukan dalam keadaan kering dan tanpa gangguan cuaca. Ia menguji elemen aerodinamis, eletronik, dinamika motor dan beberapa sasis yang berbeda. 

Berikut komentar Dovizioso setelah test ketiganya tersebut. 

“Ini adalah tes yang sangat menarik. Mencoba sirkuit ketiga yang berbeda sangat penting untuk lebih memahami motor dan memahami poin yang harus dikembangkan. Kami telah mencoba dan mengubah banyak hal sehingga kami dapat lebih memahami banyak detail yang sebenarnya kami dapat fokus lebih tepat, mengidentifikasi bagaimana meningkatkan dan di mana kami kalah dengan perubahan tertentu. Selama tes terjadwal berikutnya, kami akan dapat membuat lebih banyak perbandingan dan memperjelas ide-ide kami dengan lebih baik”.

Tim manajer Aprilia, Masimo Rivolla juga cukup puas dengan dua hari test tersebut, total Dovizioso melahap 150 lap lebih. 

Itu adalah tes yang bagus, Andrea melakukan lebih dari 150 lap dalam dua hari. Kami memiliki banyak hal untuk dibuktikan bahwa jika terserah kami, kami akan memberikan putaran dua kali lebih banyak. Dia merasa baik di atas motor, itu adalah tes nyata pertamanya, dia juga mengendarai dengan baik dan bersenang-senang."

Rivolla menambahkan akan ada test lagi bersama Dovi di Aragon pada bulan Juli mendatang namun sebelum test tersebut secara tersirat ia mem-ultimatum Dovi untuk membuat keputusan terlebih dahulu.

"Bulan depan kami akan pergi ke Aragon selama dua hari lagi, kami akan melanjutkan pengembangan, tetapi kami harus membuat keputusan sebelumnya, karena kami telah membakar diri kami di masa lalu ”.

Namun Aprilia juga tidak mau terlalu menggantungkan harapan mereka ke Dovi, mereka juga tetap bergerylia mencari alternatif lain yang akan menjadi rekan setim Aleix Espargaro untuk musim depan. 

Seiring dengan kegiatan pengujian, Aprilia Racing bergerak mencari solusi terbaik terkait pembalap yang akan dikerahkan pada 2022, tanpa harus menunggu hasil tes berikutnya pada Juli. Andrea tidak diragukan lagi salah satu solusi yang sedang dievaluasi, tetapi ada alternatif yang sangat menarik dan valid di atas meja  dan keputusan harus dibuat dengan cepat untuk merencanakan strategi masa depan tim dengan benar. Akhir pekan Assen akan sangat penting dalam hal ini”,  tambah Rivola dikutip dari Motosan.es 

Bukti nyata jika Aprilia juga tetap mencari opsi lain jika Dovizioso menolak disampaikan Carlo Pernat, manajer Enea Bastianini ini mengakui jika Aprilia sempat mendekati pembalapnya agar mau membalap bersama mereka di musim depan. Namun Bastianini menolak dan lebih memilih tetap memakai motor Ducati untuk musim 2022.

"Itu adalah hal yang lama juga karena Aprilia dilamar dan itu juga merupakan negosiasi yang bagus. Pada akhirnya dia memutuskan untuk tetap di tempatnya, dengan jaminan yang jelas. Dia akan memiliki Ducati 2021 dengan pembaruan 2022. Dia senang. pergi ke Aprilia juga merupakan hal yang baik. Namun dia menandatangani, itu sudah resmi sejak kemarin. Dia akan bersama tim Gresini, dia akan tetap memiliki Giribuola dan tim yang bagus." Ujar Pernat dalam wawancara bersama Sky Sport MotoGP. 

Kamis, 24 Juni 2021

Resmi Sudah! Aramco Racing Team VR46 Lengkapi 8 Line Up Pembalap Ducati Musim 2022.

Resmi Sudah! Aramco Racing Team VR46 Lengkapi 8 Line Up Pembalap Ducati Musim 2022.

GrandPrixPedia- Lengkap sudah Line Up 4 Tim dan 8 Pembalap yang akan menggunakan Desmosedici mulai musim depan. Hari ini Aramco Racing VR|46 menjadi tim terakhir yang mengumumkan kerjasama mereka dengan Ducati. Kerjasama ini akan berlangsung selama 3 tahun dimulai dari musim 2022 hingga 2024 dan kontrak dengan Dorna hingga 2026.

Berikut pernyataan dari masing-masing petinggi VR|46, Ducati, dan Dorna Sport yang kami kutip dari situs resmi MotoGP.

Alessio Salucci selaku penanggung jawab VR46 Academy: 

“Kami dengan senang hati mengumumkan bahwa pada tahun 2022 kami akan balapan di MotoGP dengan tim yang terdiri dari dua pembalap dengan warna VR46. Sebuah perjalanan yang dimulai lebih dari delapan tahun yang lalu dengan dimulainya VR46 Riders Academy, sebuah petualangan indah yang dibagikan dengan Sky, sebuah perjalanan yang panjang dan penuh tantangan, namun penuh kepuasan dan yang kami banggakan. Tonggak sejarah ini memiliki arti yang benar-benar unik, tetapi ini bukan titik akhir. Tahun demi tahun, sejak 2013, kami telah berkembang, kami telah berhasil menulis beberapa halaman indah dari olahraga kami antara Moto3 dan Moto2 dan kami telah melintasi jalan kami dengan banyak talenta muda dari sepeda motor Italia yang memiliki hak istimewa untuk dapat kami dukung. di jalur pertumbuhan mereka, dan bahwa kami akan terus mendukung dari kelas terendah di level MotoGP, momen penting dalam sejarah kami yang tidak akan mungkin terjadi tanpa Carmelo Ezpeleta. "

Carmelo Ezpeleta, selaku CEO Dorna Sports : 

“Saya dengan senang hati menyambut tim VR46 ke kategori MotoGP pada tahun 2022 sangat menyenangkan baik bagi penggemar di seluruh dunia dan untuk paddock MotoGP, yang telah mengikuti balapan luar biasa oleh Valentino Rossi dan pertumbuhan Akademi Penunggang VR46 dari awal. Valentino adalah dan akan terus menjadi bagian yang sangat penting dari Kejuaraan Dunia MotoGP FIM dan sekarang, dengan timnya memasuki kelas MotoGP, warisannya yang mengesankan akan terus menginspirasi generasi baru pengendara dan penggemar. Kami menyambut mereka di Kelas Premier dan menantikan banyak pencapaian hebat di masa depan. ”

Luigi Dall'Igna, selaku Managing Director Ducati Corse: 

“Kami sangat senang telah mencapai kesepakatan ini dengan VR46 untuk tiga tahun ke depan. VR46 Riders Academy selalu bekerja dengan keseriusan dan profesionalisme yang hebat, memberikan banyak pembalap kesempatan untuk mendapatkan pengalaman di Moto2 dan Moto3, dan hari ini mereka bisa bangga telah membawa tiga pembalap muda yang sangat berbakat ke MotoGP. VR46 juga telah menunjukkan bahwa ia tahu bagaimana mengelola Timnya di Moto3 dan Moto2 dengan kompetensi dan kesuksesan dan oleh karena itu kami akan berusaha untuk memberikan dukungan teknis maksimal kepada Tim barunya di MotoGP, yakin bahwa di VR46 kami telah menemukan mitra yang ambisius dan termotivasi seperti kita, dengan tujuan bersama untuk memperoleh hasil yang besar bersama-sama.”

Dalam rilis resmi tersebut Alessio Salucci masih belum menyinggung siapa yang akan menjadi line-up pembalap mereka tapi dari keterangan sebelumya calon  pembalap tim ini tentunya tidak akan jauh-jauh dari pembalap akademi mereka. 

Rabu, 23 Juni 2021

Berbekal Juara Edisi Terakhir Assen 2019, Vinales Optimis Hapus Hasil Buruk GP Jerman.

Berbekal Juara Edisi Terakhir Assen 2019, Vinales Optimis Hapus Hasil Buruk GP Jerman.

GrandPrixPedia- Banyak yang menduga jika Maverick Vinales akan bersinar di MotoGP 2021 ini, alasannya adalah ia menang di Race pembuka Qatar, kala itu banyak yang menyebut ia telah berubah bahkan ada yang memanggil dengan sebutan "The New Maverick Vinales. 

Namun seri demi seri berlalu ia tak lagi mampu menapaki podium bahkan finish di luar sepuluh besar. Titik terendahnya baru saja terjadi di seri Jerman minggu lalu, dimulai dari kualifikasi, ia start posisi 2 dari belakang grid dan saat balapan menjadi pembalap yang paling terakhir finish. 

Menghadapi balapan terakhir sebelum jeda paruh musim di Assen minggu ini Vinales cukup percaya diri, mengingat ia adalah pemenang di tahun terakhir Sirkuit Assen menghelat balapan MotoGP (2019). 

“Assen adalah trek yang sangat saya sukai. Saya ingin kembali ke motor secepat mungkin sehingga saya bisa bekerja dengan motor lagi. Setelah akhir pekan yang mengecewakan, kami selalu ingin terus bekerja dan menemukan cara untuk berkembang.

“Kami jelas memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tapi tidak apa-apa. Saya memenangkan GP Belanda 2019. Jadi setidaknya kita tahu bahwa pengaturan yang mirip dengan yang dulu harus menjadi titik awal yang baik”.

Manajer tim Monster Energy Yamaha MotoGP, Massimo Meregalli optimistis kedua pembalap mereka akan tampil kuat di Sirkuit Assen.“

“Kami memulai babak Assen dengan sedikit optimisme dan keinginan besar untuk menguji diri kami sendiri. Kami tidak bisa puas dengan putaran sebelumnya. Kami bertekad untuk memberikan performa yang lebih baik di GP Belanda. Assen adalah sirkuit yang sangat disukai oleh kedua pebalap kami, dan ini adalah trek yang beradaptasi dengan motor kami. Ini adalah GP terakhir sebelum liburan musim panas dan kami ingin menyelesaikan paruh pertama musim di podium dengan cara terbaik”.

Yamaha memang dikenal kuat di sirkuit Belanda ini, layout treknya yang memiliki banyak tikungan dan tidak terlalu mengumbar top speed memang menjadi tempat yang cocok untuk YZR-M1 meliuk-liuk. Statistik juga menunjukkan bahwa Yamaha paling sering menang di Assen, dari 10 tahun balapan terakhir di Assen (2010-2019), Yamaha menang 6 kali dengan empat pembalap berbeda. 

Absen di Race Assen, Morbidelli akan Digantikan Pembalap WSBK, Garret Gerloff  ! !

Absen di Race Assen, Morbidelli akan Digantikan Pembalap WSBK, Garret Gerloff ! !

GrandPrixPedia- Setelah balapan di GP Jerman minggu lalu, gelaran MotoGP selanjutnya akan berlangsung tanpa jeda mingguan, GP Assen Belanda telah menanti di akhir pekan minggu ini.

Menjelang akhir pekan GP Belanda nanti datang kabar kurang baik dari Tim Petronas Yamaha, Salah satu pembalap nya yakni Franco Morbidelli dipastikan tidak akan turun ke trek. Morbidelli dikabarkan akan melakukan pemeriksaan mendalam terkait keluhan cedera lutut yang didapat saat melakukan latihan di ranch VR|46.

Tim Petronas langsung gercep alias gerak cepat untuk mencari pengganti Morbidelli di race Assen. Ada 3 kandidat yang berpeluang yakni test rider Yamaha Calon Crutchlow, dan 2 Pembalap Superbike Yamaha yakni Toprak Razgatlioglu dan Garrett Gerlof. 

Cal Crutchlow diawal musim sudah mengatakan bahwa ia tak terlalu menantikan Willcard, sedangkan Toprak juga menolak dengan alasan ingin fokus ke kejuaraan WSBK musim ini.

Pilihan jatuh ketangan Garet Gerloff, ia menyatakan dengan senang hati dan siap untuk tantangan ini. 

"Saya senang dengan kesempatan yang menanti saya ini. Saya bukan orang yang lari dari tantangan, jadi saya siap untuk mencapai trek. Ini akan menjadi sirkuit baru bagi saya, tetapi saya suka mencoba trek baru. Assen terlihat cepat, mulus dan menyenangkan. Itu harus sesuai dengan gaya mengemudi saya. Saya tidak sabar untuk naik Yamaha M1. Kita akan melihat bagaimana kelanjutannya. Terima kasih kepada Yamaha dan tim yang telah mempertimbangkan saya. Saya akan memberikan yang terbaik." Ujar pembalap Amerika Serikat tersebut. 

Ini akan jadi debut pertama Pembalap Texas tersebut di MotoGP dalam hal ikutan Race, sebelumnya Gerloff juga pernah disiapkan sebagai cadangan Rossi di MotoGP Valencia 2020, kala itu Rossi terkena virus COVID-19 setelah isolasi selama 2 pekan ia harus di test ulang dan hanya diperbolehkan ikut balapan jika hasil tes nya sudah negatif. 

Akhirnya Rossi dinyatakan negatif dan mendapatkan izin untuk membalap, dan Gerloff pun gagal untuk merasakan balapan di kelas MotoGP namun ia sempat icip-icip YZR-M1 di sesi latihan bebas. Kini kesempatan itu datang lagi, semoga Gerloff bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan kelasnya, mana tau ditarik ke Petronas gantiin Rossi. 

Senin, 21 Juni 2021

Project Leader Suzuki, Sinichi Sahara Akui Kecewa Dengan Alex Rins!

Project Leader Suzuki, Sinichi Sahara Akui Kecewa Dengan Alex Rins!

GrandPrixPedia- Memasuki musim 2021 sebagai tim juara dunia jelas membawa harapan yang besar bagi Suzuki dan kedua pembalapnya Joan Mir dan Alex Rins. 

Namun beberapa bulan sebelum seri pertama dimulai Suzuki ditinggal Manajer Tim yang telah mengantarkan Suzuki menjadi juara dunia, yap dia adalah Davide Brivio, Manajer asal Italia ini hengkang karena mendapatkan tawaran menjadi Direktur Balap Tim Alpine F1 di Formula 1.

Suzuki memutuskan belum akan mencari pengganti Brivio untuk musim 2021 ini, mereka berprinsip hanya akan memilih manajer tim yang berasal dari internal tim mereka. Untuk mengisi kekosongan sementara, Project Leader Tim Suzuki, yakni Sinichi Sahara akan merangkap sebagai Project Leader dan sekaligus Manajer tim. 

Mengutip dari Motosan.es Sinichi Sahara menyoroti performa Alex Rins yang hancur-hancuran di hampir separuh musim berjalan. Hasil buruk didapatkan Rins dimulai dari seri Portugal, ia DNF (Do Not Finish) di 4 balapan berturut-turut mulai Portugal sampai seri Catalunya. 

“Sejujurnya kami kecewa karena itu memalukan baginya, kami tidak khawatir atau marah. Dia melakukan apa yang kami minta, yaitu mendorong untuk menang, atau untuk mendapatkan posisi terbaik. Itu tidak membuat kesalahan besar, mengambil beberapa risiko, dan berakhir dengan hasil terburuk karena jatuh. Ini memalukan, tetapi Anda tidak perlu merasa bersalah dan Anda tidak perlu terlihat bersalah”.

Ditambah lagi menjelang balapan kandangnya di Catalunya, Rins harus absen karena mengalami cedera saat berlatih dengan sepeda. Ia harus absen dan baru bisa kembali balapan di Seri Jerman minggu lalu (Minggu/20 Juni 2021). Dari sudut pandang Sahara ia menilai Rins terlalu lapar akan kemenangan dan itu yang menyebabkan ia kecelakaan. 

“Tahun ini dia sangat termotivasi dan lapar untuk sukses , dan terkadang rasa lapar itu bisa menyebabkan kecelakaan. Tentu ini bukan situasi yang ideal, dan kami telah mengembangkan beberapa ide untuk mengatasinya , mendekati situasi dari banyak sudut pandang: secara teknis, mental, dan secara strategi umum, jadi saya berharap kami akan segera menuai hasil yang kami benar-benar pantas mendapatkannya".

Di Balapan GP Jerman kemarin Rins hanya mampu finish ke 11. Sedangkan di klasemen ia berada di urutan 14 dengan hanya mengumpulkan 28 poin dari 8 seri balapan. Di klasemen tim Suzuki berada di urutan kelima dengan 113 poin. Poin tim ini didapatkan dari penjumlahan poin yang didapatkan dari kedua pembalap, karna selama 5 seri Alex Rins tidak mendulang satu poin pun, otomatis hanya Joan Mir seorang yang berkontribusi mendulang poin untuk Tim Suzuki Ecstar. 

Alberto Puig: Motor Honda Masih Bermasalah, Kemenangan di Sachsenring Karna Faktor Marquez.

Alberto Puig: Motor Honda Masih Bermasalah, Kemenangan di Sachsenring Karna Faktor Marquez.

GrandPrixPedia- Rentetan puasa juara seri Honda dari terakhir di Valencia 2019 bersama Marc Marquez dan akhirnya kembali menapaki podium tertinggi di Sachsenring kemarin juga bersama Marc Marquez. 

Sachsenring memang sirkuit yang 'Marquez Banget', hampir semua tikungan di sirkuit ini mengarah ke kiri dan ini bisa mengurangi tekanan pada lengan kanan Marquez yang pernah cedera. 

Tim Manajer Repsol Honda, Alberto Puig tidak menyembunyikan fakta bahwa motor mereka masih memiliki beberapa masalah dan kemenangan di Sachsenring lebih ke faktor Marquez yang cocok dengan sirkuit tersebut. 

“Jika kita punya kesempatan, dia ada di sini. Sirkuit ini sangat cocok dengan Marc dan Honda, itu kemungkinan, ya, tapi itu tidak mudah sama sekali. Kondisi fisiknya belum seperti sebelumnya dan kami tahu dia akan menderita”.

“Jujur, kami memenangkan balapan hari ini dan kami sangat senang. Honda sedang mengerjakannya, kami tahu kami punya masalah dan kami tidak menyembunyikannya. Kami akan menyelesaikannya, kami bukan pabrik kecil. Kami adalah perusahaan yang hebat, kami percaya pada upaya dan teknologi kami, dan kami akan menyelesaikannya".

Marquez sendiri mengatakan jika ia sendiri pernah curhat ke legenda MotoGP asal Australia, Mick Doohan. 

“Ketika Anda dalam kesulitan, Anda mencoba mencari bantuan. Puig, tim, keluarga saya, dan manajer saya banyak membantu saya. Doohan menemukan dirinya dalam situasi yang mirip dengan saya, di Mugello saya berbicara dengannya sebentar. Kami kemudian melakukan panggilan telepon sekitar 30 detik. Dia berbicara dan saya mendengarkan. Saya bertanya kepadanya apa perasaan dan masalahnya pada tahun 1992-1993."

Mick Doohan juga pernah mengalami kecelakaan yang hampir membuat karirnya terhenti, namun siapa sangka setelah pulih dari cedera ia malah menjuarai kejuaraan MotoGP lima tahun berturut-turut. Dengan kisah yang hampir mirip dengan yang dialaminya, Marquez coba menggali bagaimana cara Doohan melakukannya. 

“Dia menjelaskan semuanya kepada saya dan itu adalah hal yang sama yang saya alami sekarang. Kesulitan memahami motor, gaya mengemudi, membuat kesalahan bodoh dan tabrakan. Dalam beberapa balapan Anda cepat, di balapan lain Anda lambat. Mengetahui bahwa seseorang seperti Mick telah melalui ini, menderita dan berjuang, memberi Anda kepercayaan diri untuk masa depan. Ini banyak membantu saya."

Minggu, 20 Juni 2021

Diseret Jatuh Oleh Alex Marquez, Petrucci: Saya Sangat Marah!

Diseret Jatuh Oleh Alex Marquez, Petrucci: Saya Sangat Marah!


GrandPrixPedia- Balapan Sachsenring berakhir lebih cepat untuk Alex Marquez dan Danilo Petrucci, kedua pembalap tersebut jatuh ditikungan satu setelah Alex Marquez menyeret dan membawa Petrucci jatuh bersamanya.

Alex tampil cukup baik selama akhir pekan balap, ia berhasil tembus Q1 dan start di posisi 12 namun di saat balapan ia harus merasakan hal pahit. 

“Saya pikir kami telah mengambil langkah maju, ada hal-hal baru yang banyak membantu kami. Masalah besar tidak terpecahkan. Mungkin karena sirkuit kami kurang menderita, saya merasa kuat dan siap. Kami mempersiapkan balapan dengan baik untuk semua variabel dan kondisi yang bisa muncul”.

“Ini adalah hal-hal balap, pada akhirnya saya menyimpannya di dalam, kami memiliki peluang bagus untuk berada di 8 besar. Saya berada di tengah-tengah grup, saya mencoba menyalip, saya menabrak pembalap lain dan saya jatuh. Saya minta maaf untuk tim karena hari ini dan sepanjang akhir pekan saya bersenang-senang dengan motor dan dalam pemanasan kami sangat, sangat baik. ”

Petrucci sebagai pembalap yang diseret Alex merasa sangat marah, dikutip dari situs resmi tim KTM Tech3, Petrucci mengatakan aksi Alex tersebut dilakukannya karna mengikuti rekan setimnya Iker Lecuona yang mengerem dengan sangat keras. 

“Saya benar-benar minta maaf, karena kami kuat sepanjang akhir pekan. Kami melakukan awal yang baik dan dalam balapan ini semua tentang mengelola ban belakang. Sayangnya, Iker mulai melewati saya dan menjadi sangat agresif. Dia mengerem sangat keras di satu tikungan dan Marquez mengikuti contohnya dan jatuh dan saya jatuh dengan Marquez. Saya tidak punya kata-kata, kami tidak punya poin untuk tim. Saya sangat marah, tetapi terlebih lagi sangat menyesal.” terang Petrucci. 

Alex pun mencoba membela diri dan mengatakan bahwa manuvernya sudah dilakukan dengan sebersih mungkin. 

“Saya telah melewatinya dengan bersih, tetapi Petrucci kemudian mencoba masuk ke dalam lagi. Dia mendorong saya, saya terlalu membungkuk dan saya kehilangan bagian depan. Saya pikir dia tidak melihat di mana saya mengerem”.

Insiden ini langsung di investigasi oleh FIM MotoGP Stewards, hasil investigasi pun muncul tak lama setelah insiden itu terjadi, dan dilayar televisi tertulis "No further action to be taken following an investigation into an incident between rider no #73 and #9". Yang jika diterjemahkan berarti "Tidak ada tindakan lebih lanjut dari insiden antara #73 dan #9". Dari tulisan tersebut jelas menyatakan bahwa Race Direction menilai kejadian itu adalah murni insiden balap biasa. 

Honda Putus Puasa Kemenangan, Marc Marquez Juara Race Sachsenring 2021,  #KingOfTheRing !!

Honda Putus Puasa Kemenangan, Marc Marquez Juara Race Sachsenring 2021, #KingOfTheRing !!

GrandPrixPedia- Johan Zarco berhasil mendapatkan pole position pertamanya musim ini dan yang kedua bersama Ducati. Marc Marquez sebagai juara bertahan 7 tahun terakhir ini start dari baris kedua tepatnya di posisi 5. Quartararo dan Aleix Espargaro melengkapi baris pertama.

Enea Bastianini mendapatkan hukuman turun start 3 posisi karena melambat saat kualifikasi pertama kemarin. 

Sebelum balapan terlihat beberapa awan gelap di langit Sachsenring, ada kemungkinan untuk balapan Flag-to-Flag sepertinya nihh.. 

30 laps balapan GP Jerman pun dimulai. Aleix Espargaro langsung memimpin diikuti Marquez, Zarco dan Quartararo. Di akhir lap 1 Marquez ambih alih posisi pertama. 

-Lap 2 Espargaro coba salip Marquez namun langsung dibalas oleh Marquez. 

-Lap 4 Oliveira salip Quartararo untuk posisi 5, Petrucci dan Alei Marquez jatuh bersamaan di tikungan 1.

-Lap 6 Lorenzo Savadori Crash!! 

-Lap 8 Miller berhasil salip Zarco dan naik ke posisi 3.

-Lap 9 bendera putih dikibarkan, pembalap diperbolehkan untuk mengganti motor. Marquez beri jarak lebih dari 1 detik dari posisi kedua

Race Direction merilis hasil investigasi insiden antara Alex Marquez dan Danilo Petrucci, dan mereka mengatakan tidak ada tindakan lebih lanjut dari insiden tersebut. 

-Lap 11 Oliveira naik ke posisi 3 sedangkan Aleix Espargaro melorot ke 4. Oliveira berhasil salip Miller dan berada di posisi 2 saat ini. Marquez 2 detik didepan. 

-Lap 13 Oliveira cetak fastest lap dan pabgkas gapapa dengan Marquez menjadi 1.7 detik. 

-Lap 16 Giliran Marquez yang cetak fastest lap dan gap dengan Oliveira kembali ke 2 detik. 

-Lap 18 Quartararo ambil alih posisi Aleix Espargaro untuk posisi 4.

-Lap Binder 19 salip Zarco untuk posisi 6 sedangkan Quartararo salip Miller untuk posisi 2.

-Lap 21 Oliveira berusaha keras untuk memangkas gap dengan Marquez, 1.3 detik saat ini. 

-Lap 24 Binder salip Aleix Espargaro, Pembalap Aprilia itu turun ke posisi 6. Gap Marquez dan Oliveira turun ke 1 detik. 

-Lap 28 Gap Antara Marquez dah Oliveira mulai mengendur menjadi 1.5 detik. Kelihatan Oliveira mulai menyerah mengejar Marquez. 

Marquez mampu menjaga keunggulannya hingga garis finish. Ia membuktikan jika ia masih menjadi Raja dari sirkuit ini. Oliveira finish ke dua dan pimpinan klasemen  Quartararo finish ke 3.

Bagi Marquez dan Honda ini adalah kemenangan pertama mereka setelah 20 seri absen dari podium teratas MotoGP, terakhir kali Marquez memenangkan juara seri adalah pada seri Valencia 2019.

 

Sabtu, 19 Juni 2021

Johan Zarco Amankan Pole Position #GermanGP 2021, King of Sachsenring Start ke 5 !

Johan Zarco Amankan Pole Position #GermanGP 2021, King of Sachsenring Start ke 5 !

GrandPrixPedia- Quartararo, Miller, Zarco, Oliveira, Aleix Espargaro, Martin, Nakagami, Bagnaia, dan Marquez bersaudara adalah 10 pembalap yang langsung mendapatkan tiket untuk ke Q2. Rekor Lap Time Sachsenring masih dipegang Marquez 1:20,195 yang ia raih di tahun 2019 lalu.

Sesi Q1 sempat ditunda sekitar 5 menit karena ada masalah teknikal, diduga ada pemadaman listrik di paddock. 

Kualifikasi pertama diwarnai dengan banyaknya pembalap yang berjatuhan. Dan akhirnya Alex Rins dan Pol Espargaro berhasil lolos ke ke Q2. Quartararo menjadi pembalap Yamaha satu-satunya yang mampu lolos ke Q2, hasil buruk didapat 3 pembalap Yamaha lain, bahkan Vinales harus start dari posisi 2 terakhir dari belakang. 

15 menit sesi kualifikasi 2 pun dimulai. Marc Marquez langsung catatkan 1:20,567 di flyng lap pertamanya. 3 menit berselang Quartararo geser Marquez dengan torehan 1:20,437.
5 menit tersisa Miller naik ke posisi 2 dan menggeser Marquez ke posisi 3. Sedangkan posisi 4 ditempati Rookie Jorge Martin. 

2 menit tersisa Zarco naik ke posisi puncak dengan torehan 1:20,235, nulai mendekati rekor Marquez nihh.. Namun setelah mencatatkan waktu tersebut ia mengalami low side dan terjatuh. Bendera kuning pun berkibar. 
Zarco pun berhak untuk posisi terdepan di balapan esok sore. Ini adalah Pole pertamanya bersama tim Pramac dan Pole ke 2 bersama Ducati. Posisi 2 ditempati Quartararo. Performa mengesankan ditampilkan Aleix Espargaro dengan start dari Front Row di posisi 3.

King of Sachsenring, Marc Marquez harus puas start dari posisi 4 dibelakang Jack Miller di posisi 4. Oliveira, Martin, Pol Espargaro, Nakagami dan Francesco Bagnaia melengkapi 10 besar grid start balapan besok. 
Jatuh 2 Kali di FP2, Marini Minta Maaf ke Tim!

Jatuh 2 Kali di FP2, Marini Minta Maaf ke Tim!


GrandPrixPedia- Rookie Avintia Sky Racing Tim VR46, Luca Marini terlihat tampil cukup impresif di trek Jerman, Sirkuit Sachsenring, ia sempat menduduki posisi top 5 di sesi FP 2 sebelum ia terjatuh di 10 menit waktu tersisa.

"Kami memiliki beberapa masalah. Tapi secara keseluruhan, saya tidak punya firasat buruk. Apa yang berhasil di Barcelona terbukti benar di sini juga. Saya merasa baik di atas motor dan saya bisa berkendara seperti yang saya inginkan. 

"Di FP2 saya mendapat masalah segera setelah start, saya jatuh dan kemudian saya kehilangan banyak feeling dengan ban belakang”.

 Setelah jatuh ia pun mencoba kembali ke trek dengan motor kedua, namun berselang tiga lap ia kembali terjatuh untuk kedua kalinya. 

“Saya kembali ke trek dengan ban belakang lunak, tetapi saya tidak dapat memanfaatkannya karena saya memiliki ban depan rata-rata, meskipun saya lebih suka kompon keras daripada depan. Saya tetap mendorong karena tidak banyak yang hilang dari posisi ke-10. Ban lunak bertahan tiga putaran di belakang, menurut saya. Saya masih ingin mendapatkan waktu terbaik di lap lima. Dan karena itulah aku jatuh lagi. Saya minta maaf untuk tim." Seru Marini dikutip dari Tuttomotoriweb.it

Di sesi FP3 yang mana merupakan sesi terakhir untuk menentukan 10 besar pembalap yang langsung masuk ke Q2, Marini juga gagal menembus Q2, namun ini wajar mengingat tingginya level persaingan di MotoGP.

Quartararo sebagai yang tercepat di FP3 hanya berjarak 0.6 detik dari Brad Binder di posisi 18.

Jumat, 18 Juni 2021

Favoritkan Marquez di Sachsenring, Rossi Malah Kena Sindir Marquez!

Favoritkan Marquez di Sachsenring, Rossi Malah Kena Sindir Marquez!

GrandPrixPedia- Sachsenring memang dikenal dengan sircuit yang 'Marquez Banget'. Bukan rahasia lagi jika di sirkuit anti-clock wise (berlawanan arah jarum jam ini) Marquez selalu menjadi juara dari awal debutnya sampai gelaran terakhir di 2019.

Bahkan rival yang pernah berseteru dengannya di 2015, Valentino Rossi juga masih memfavoritkan ia menjadi juara pada balapan hari minggu mendatang (20 Juni 2021).

“Menurut saya favoritnya adalah Marquez, di sini dia menang banyak, ini adalah track par excellence-nya, tapi itu akan tergantung pada bagaimana dia secara fisik. Dan hati-hati dengan Quartararo dan Oliveira, mereka benar-benar baik-baik saja”.

Namun setelah sesi FP1 dan FP2 Marquez malah melontarkan kata-kata yang seakan jika ia berada di posisi Valentino Rossi saat ini yang hanya berkutat di barisan belakang maka ia lebih memilih untuk berhenti balapan. 

“Saya tidak akan bisa membayangkan diri saya dalam situasinya, tetapi jangan pernah mengatakan tidak. Saya terkejut dengan cara dia menerimanya, saya pikir dia masih bisa bersenang-senang."

Marquez pun menegaskan jika alasan ia balapan adalah menyukai perasaan kompetitif, dan perasaan itu yang tidak ada lagi pada diri Rossi. 

“Ketika saya tidak lagi di sana, saya harus mempertimbangkan kembali hal-hal tertentu, tetapi situasinya tidak seperti ini. Saya memiliki tujuan, saya bekerja dan banyak motivasi untuk mengemudi seperti sebelumnya. Tapi memang benar seorang pemenang butuh sensasi kemenangan sebagai bahan bakar tambahan”.

Walaupun belum dalam performa terbaiknya, Marquez terbukti masih lebih baik dalam hal kecepatan di trek ketimbang Rossi, ia sempat menjadi yang tercepat di latihan bebas pertama namun di latihan bebas kedua posisi nya melorot ke 12. Sedangkan Rossi makin terpuruk, ia berada di posisi 21 dan sempat terjatuh juga di latihan bebas kedua. 

Kamis, 17 Juni 2021

Gresini Resmi Jadi Tim Satelit Ducati, Aramco VR46 Menyusul!

Gresini Resmi Jadi Tim Satelit Ducati, Aramco VR46 Menyusul!


GrandPrixPedia- Tim Gresini Racing akan resmi menjadi tim Independen untuk musim depan, mereka berpisah dari Aprilia dan menjalankan tim mereka masing-masing. 
Kabar bahwa Gresini akan menggunakan motor Ducati memang sudah merebak sebulan ini dan akhirnya kabar resminya pun datang pada hari ini (kamis/ 17 Juni 2021). Kabar tersebut disampaikan Janda Fausto Gresini, yang sekarang menjabat sebagai CEO dan Owner Gresini Tim, Nadia Padovani. 

“Ini adalah momen yang sangat emosional bagi kami masing-masing”
“Dalam beberapa bulan terakhir, komitmen kami telah menyatu dengan dorongan emosional yang kuat, dengan tujuan membentuk masa depan Gresini Racing . Mampu mengumumkannya membuat kami bangga dan puas. Ini adalah proyek yang lahir atas nama kesinambungan dan berdasarkan nilai-nilai yang dengannya Fausto membangun realitas yang indah ini".

Manajer umum Ducati Corse , Gigi Dall'Igna sebagai pihak yang motornya akan digunakan Gresini untuk dua musim kedepan 2022 dan 2023 juga ikut menyampaikan pengumuman penting ini.

“Kami sangat senang telah mencapai kesepakatan dengan Gresini Racing untuk dua musim berikutnya di MotoGP . Menjelang akhir tahun lalu kami telah menjabarkan dasar-dasar kemungkinan kesepakatan bersama dengan Fausto dan kami ingin berterima kasih kepada keluarganya karena ingin melaksanakan proyek ini bersama kami. 

“Gresini Racing telah menjadi kenyataan penting di MotoGP selama bertahun-tahun dan kami yakin bahwa kemitraan kami, yang akan dapat mengandalkan dua pembalap yang sangat berbakat seperti Enea dan Fabio, akan dapat memberikan banyak kepuasan kepada semua pihak yang terlibat.”

Seperti yang dibilang Dall'Igna mengenai line up Gresini memang tepat dari yang dirumorkan sebelumnya yakni Enea Bastianini dan Fabio DiGiantonio. Bedanya Bastianini dikontrak langsung oleh Ducati dan Fabio dikontrak oleh Gresini. 

Untuk sponsor utama tampaknya perusahaan pembuatan dan penyediaan kontainer, Flex-Box akan menjadi sponsor utama Gresini untuk tahun mendatang hal itu tercermin dari ucapin Nadia Padovani kepada pihak-pihak yang telah mendukung mereka. 

“Terima kasih pertama-tama saya sampaikan kepada Carmelo Ezpeleta karena tidak pernah membuat kami merasa sendirian dalam beberapa bulan terakhir, kepada Ducati atas kepercayaan pada proyek kami, kepada Flex-Box yang mengikuti tantangan ini sebagai sponsor utama dan tentunya kepada Fabio dan Enea. Saya yakin mereka akan memberikan segalanya untuk mengharumkan nama Gresini Racing”.

Aramco Racing VR46 yang dikabarkan juga akan merapat ke Ducati juga akan mengabarkan kerjasama resmi mereka, kemungkinan setelah seri Sachsenring minggu ini. 

Senin, 14 Juni 2021

Raul Fernandez Konfirmasi Masih di Moto2 Musim Depan, Petrucci-Lecuona Siap Berebut 1 Kursi Tersisa!

Raul Fernandez Konfirmasi Masih di Moto2 Musim Depan, Petrucci-Lecuona Siap Berebut 1 Kursi Tersisa!

GrandPrixPedia- Dengan resminya Remy Gardner naik ke kelas MotoGP dibawah naungan Tim KTM Tech 3. Dua pembalap Tech 3 saat ini yakni Danilo Petrucci dan Iker Lecuona pun kelimpungan, mereka harus berusaha memberikan penampilan terbaik mereka agar mendapat perpanjangan kontrak. 

Namun kabarnya rekan setim Gardner saat ini yakni Raul Fernandez juga dikabarkan akan dipromosikan ke MotoGP. Walaupun berstatus pembalap binaan KTM, ia juga menjadi incaran Yamaha untuk menggantikan Rossi di tim Petronas. 

Dalam wawancara di sebuah saluran TV Spanyol DAZN, Fernandez membantah isu tersebut. Ia menyatakan 99% masih akan balapan di Moto2 untuk musim depan. 

"99% dari waktu saya akan terus membalap di Moto2 pada 2022 dan dengan tim yang sama seperti sekarang ". Ujarnya. 

Sedangkan perihal tawaran dari Yamaha ia menolak membenarkan isu tersebut. 

"Tidak ada seorang pun dari lingkungan saya yang memberi tahu saya apa pun, itulah mengapa saya pikir itu tidak benar ".

Jika benar yang Fernandez katakan berarti rekan setim Gardner di Tech 3 musim depan masih akan memakai jasa salah satu dari pembalap Tech 3 saat ini. 

Baik Petrucci dan Lecuona harus berlomba untuk dapat mengamankan Satu-satunya slot yang tersisa untuk musim depan. Perihal siapa yang layak mungkin baru diputuskan di jeda paruh musim ini. 

 

Ad Placement