Sabtu, 05 Juni 2021

Dilema 'Silly Season' dan Tren Kontrak Multi Tahun


GrandPrixPedia- MotoGP di dekade tahun 2010an ke atas sangat berbeda dibandingkan MotoGP di dekade 2010an kebawah.

Kalo dulu pengumuman pembalap, baik yang baru maupun yang dapat pembaruan kontrak yang akan membalap untuk musim depan dilakukan diakhir musim, namun berbeda di 10 musim terakhir ini, bursa transfer pembalap bahkan sudah memanas di 4-5 seri balapan awal. 

DILEMA SILLY SEASON

Sesuai dengan namanya yakni Silly Season, yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia akan memiliki arti 'Musim Konyol' so memutuskan putus kontrak atau perbaruan kontrak pembalap di awal-awal musim ibarat sebuah perjudian bagi tim dan pabrikan. 

Silly Season mungkin baik untuk 'mengikat' pembalap agar tidak direbut tim lain, tapi dampak negatif dari Silly season ini juga ada loh, karena dilakukan di awal musim jadi belum bisa menggambarkan performa seorang pembatasan itu sesungguhnya. 

Contoh nyatanya bisa kita lihat dari Jorge Lorenzo dan Ducati di 2018. Lorenzo direkrut dari Yamaha ke Ducati pada musim 2017 dengan kontrak yang Fantastis, namun sepanjang musim 2017 tersebut hasil balap yang diraihnya tidak sebanding dengan gaji yang dikeluarkan Ducati. 

Karna gerah sudah keluar uang banyak namun hasil yang didapat Lorenzo tidak seperti yang diharapkan, sebelum GP Mugello Ducati resmi tidak memperpanjang kontrak Lorenzo. Ehh tidak disangka-sangka setelah pengumuman tidak akan melanjutkan kontrak tersebut Lorenzo malah menang dengan Ducati, bahkan menang berturut-turut Di Mugello dan Catalunya. Ducati hanya bisa mengelus dada dan merelakan Lorenzo pergi ke pelukan Honda. 

TREN KONTRAK MULTI TAHUN

Biasanya setiap pembalap yang dikontrak tim maupun pabrikan akan mendapatkan kontrak 2 tahun. Bahkan ada yang cuma setahun dengan opsi perpanjang jika performa balap dinilai Baik. 

Namun Marc Marquez dengan HRC cukup membuat gempar dengan membuat pembaruan kontrak baru dengan dengan durasi 4 tahun.

Apesnya setelah pembaruan kontrak tersebut tepatnya di balapan perdana di Jerez 2020 Marquez mengalami kecelakaan dan diketahui mengalami patah tulang lengan. Cidera tersebut memaksanya absen semusim lebih. Walaupun harus absen untuk pemulihan cedera Marquez tetap mendapatkan gaji yang utuh lo. Enak bangett ya..

Setelah kembali membalap bermula dari GP Portimao sampai seri Mugello minggu lalu Marquez belum mampu ke performa terbaiknya sebelum cidera. 

Tampaknya tren ini hanya berlaku pada pembalap yang dinilai pabrikan bisa dijadikan aset jangka panjang bagi tim selain itu baik dan buruknya dari tren ini mungkin sudah dipikirkan masak-masak oleh pihak pabrikan dan mereka siap menerima segala konsekuensi nya. 

Pembalap terakhir yang mendapatkan kontrak multi tahun adalah Brad Binder yang resmi akan membalap untuk KTM sampai akhir musim 2024.

Namun tren seperti ini sepertinya masih akan tetap dipakai di tahun-tahun mendatang MotoGP. 


 

Ad Placement