Jumat, 11 Juni 2021

Sindir Race Direction, Carlo Pernat: Keputusan di MotoGP Hampir Selalu Berbau Politik!

GrandPrixPedia- Sebagai sebuah cabang Olahraga, Balap Motor tentunya mempunyai aturannya sendiri. Setiap kesalahan ataupun tindakan yang dilakukan pembalap maupun tim yang tidak sesuai dengan regulasi akan mendapatkan hukum sesuai tingkat pelanggarannya. 

Di MotoGP badan yang mengawasi tersebut adalah Race Director, Race Director MotoGP Diketuai oleh Mike Webb. 

Dalam menjalankan tugasnya Race Director juga dibantu oleh FIM MotoGP Steward. FIM MotoGP Steward lebih berfokus untuk memberikan sanksi disiplin kepada pembalap yang melakukan pelanggaran. Mantan legenda MotoGP Freddie Spencer dipercayakan sebagai ketuanya. 

Namun belakangan keputusan Race Direction terkesan tidak pasti, terlambat atau bahkan dibiarkan berlalu begitu saja. Hal ini disampaikan Manajer dan pengamat MotoGP asal Italia, Carlo Pernat.

Carlo Pernat mencontohkan apa yang terjadi antara Marquez dah Rossi di Sepang 2015 silam. Pernat menyatakan bahwa Marquez lah yang harusnya mendapatkan hukuman atas insiden tersebut dikarenakan gaya membalapnya yang agresif. 

“Apakah Anda ingat berapa banyak penalti yang seharusnya dia ambil untuk cara dia mengemudi? Saya suka fenomena, pembalap yang memberi tontonan. Tetapi berapa kali terjadi hal-hal di mana mereka seharusnya memberikan sanksi kepadanya?”

Pernat juga menjabarkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan Marquez yang ia pikir seharusnya mendapatkan hukuman. 

“Di Malaysia, beberapa gambar bahkan telah menghilang. Pada lap terakhir latihan resmi dia naik ke bahu Iannone dengan motornya. Dan gambar-gambar itu dihapus dari ruang pers, videonya menghilang, dan kemudian kita ingat Marquez ke arah yang salah, di Argentina (2018)? Aturan kesal karena masalah politik".

Bahkan Pernat secara berani mengatakan hampir selalu keputusan yang diberikan oleh Direction adalah keputusan yang berbau politik ketimbang keputusan yang benar-benar fair secara olahraga. 

“Tetapi dengan cara ini para pilot akhirnya berpikir bahwa mereka dapat melakukan apa yang mereka inginkan, tetapi itu tidak ada! Jelas ada masalah di sumbernya. Ketika pengendara menutup helm dia melakukan apa yang harus dia lakukan untuk menang, siapa pun yang mengatur balapan yang harus membuat penalti. Belum pernah seperti ini dan hari ini kami membayarnya. Di MotoGP hampir selalu keputusan politik, bukan keputusan olahraga”.

 

Ad Placement