Rabu, 28 Juli 2021

RESMI !! Cal Crutchlow Akan Berseragam Petronas Untuk 3 Seri Kedepan.

RESMI !! Cal Crutchlow Akan Berseragam Petronas Untuk 3 Seri Kedepan.

GrandPrixPedia- Meski diawal statusnya sebagai pembalap penguji Yamaha Cal Crutchlow menyatakan tidak akan lagi ikut balapan, namun karena permintaan Petronas dan Yamaha untuk menggantikan Franco Morbidelli yang masih dalam masa pemulihan cedera, Cal akhirnya kembali turun lintasan untuk tiga seri mendatang. Berikut pernyataan Kepala Tim Petronas SRT, Razlan Razali.

“Setelah mempelajari semua opsi, itu adalah keputusan kolektif antara Yamaha dan kami untuk meminta Cal Crutchlow menggantikan Franco, sementara dia pulih dari operasi. Cal adalah pebalap yang kredibel dan berpengalaman, saat ini menjadi pebalap penguji Yamaha. Sebagai tim independen, di sinilah kami benar-benar dapat melangkah untuk membantu Yamaha. Cal akan dapat meningkatkan jarak tempuh yang baik di M1 kami, yang akan membantunya dalam pekerjaan pengujian dan pengembangannya untuk Yamaha.”

“Cal akan menggantikan Franco dalam tiga balapan berikutnya dan kami tidak memiliki tujuan nyata untuknya dalam hal hasil. Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk membantu dia dan membuat dia merasa nyaman di tim. Dia sudah akrab dengan beberapa orang kunci di tim, yang membantu, dan saya yakin dia siap menghadapi tantangan.”

Cal Crutchlow senang bisa kembali balapan sebagai pembalap Yamaha, terakhir kali ia turun balapan full bersama Yamaha adalah pada musim 2013 dengan Tim Monster Yamaha Tech3 dan itu sudah 8 tahun yang lalu. Berikut pernyataan Cal Crutchlow.

"Senang bisa balapan dengan Yamaha lagi tahun ini sebagai pebalap penguji resmi dan bisa turun tangan saat dibutuhkan bagus untuk semua pihak. Saya tak sabar membalap untuk PETRONAS Yamaha SRT di ketiga Grand Prix. Jelas dia tidak dalam keadaan terbaik dan saya berharap Franco pemulihan yang baik, saya berharap dia akan kembali kuat setelah operasi lutut. Saya yakin dia akan melakukannya karena dia telah mengemudi dengan fantastis dalam dua tahun terakhir."

Untuk masalah hasil, Cal tidak mau mematok target apapun karena MotoGP era saat ini sangat kompetitif.

“Saya pikir sulit untuk menetapkan tujuan untuk tiga balapan ini dan ini akan lebih tentang memahami motor, karena saya hanya memiliki beberapa hari berlari tahun ini. Hal baiknya adalah saya bisa membandingkan motor dan saya bisa mengumpulkan banyak data untuk Yamaha. Ini seperti terlempar ke dalam kekosongan, karena ini adalah kategori MotoGP yang sangat kompetitif, tapi saya sangat menantikannya dan akan menyenangkan untuk kembali ke grid”.

“Saya tak sabar untuk bertemu tim di Austria, meskipun akan ada beberapa wajah yang saya kenal karena Wilco Zeelenberg adalah manajer tim saya di Supersport pada 2009 dan saya benar-benar membalap dengan Johan Stigefelt (Direktur Tim Petronas SRT) beberapa tahun yang lalu, jadi itu akan menyenangkan. untuk kembali bersama mereka."

Cal Crutchlow akan berseragam Petronas untuk 3 seri balapan, dimulai dengan 2 balapan ganda di Austria dan satu balapan lagi di Silverstone Inggris yang merupakan balapan kandangnya.

Selasa, 27 Juli 2021

Fokus Pembalap Muda, Bos Petronas Coret Nama Rossi dan Dovizioso Dari List Calon Pembalap Mereka!

Fokus Pembalap Muda, Bos Petronas Coret Nama Rossi dan Dovizioso Dari List Calon Pembalap Mereka!

GrandPrixPedia- Petronas SRT dihadapkan pada kenyataan dua pembalap mereka saat ini tak akan lagi membalap bersama mereka musim depan.

Franco Morbidelli dipastikan akan hijrah ke Tim Yamaha factory dan akan menjadi rekan setim Quartararo lagi. Sedangkan pembalap Gaek Valentino Rossi kemungkinan akan mengakhiri karir balapnya di musim 2021 ini.

Bos Petronas SRT, Razlan Razali dalam wawancara bersama MCN memberikan beberapa list nama-nama pembalap yang berpotensi untuk mengisi dua slot di tim mereka.

“Kami melakukan daftar dengan kandidat yang mungkin tidak ada di MotoGP, dan namanya ada di sana sebagai Toprak Razgatlioglu atau Garrett Gerloff, tapi sayangnya usia menghalanginya. Kami benar-benar ingin fokus pada pembalap muda.” ujar Razlan dikutip dari Motosan.es 

Pernyataan Razlan yang ingin fokus ke pembalap muda sekaligus mematahkan rumor kembalinya Andrea Dovizioso ke Yamaha. Razlan juga mengindikasikan bahwa Rossi hanya akan semusim bersama tim asal Malaysia tersebut.

“Dengan rasa hormat yang sebesar-besarnya untuk Valentino, kami tidak ingin menemukan diri kami dalam situasi yang serupa dengan tahun ini. Mereka berdua (Rossi dan Dovizioso) pembalap yang fantastis, tetapi levelnya telah meningkat pesat. Valentino lebih cepat dari tahun lalu, tetapi sulit baginya untuk mencetak poin, dan Dovizioso telah absen selama setahun. Kami ingin pilot muda melatih mereka, seperti yang kami lakukan dengan Fabio Quartararo. ”

Petronas tengah membidik pembalap-pembalap top 10 Moto2 musim ini sebagai pembalap mereka. Selain itu mereka juga punya tim di Moto2 bisa jadi salah satu diantara Jake Dixon atau Xavi Vierge akan mendapat promosi ke kelas MotoGP.

“Kami melihat Moto2, dari (penghuni klasemen sementara) 1 hingga 9, dan ada Xavi (Vierge). Selain itu, masih ada pebalap lain yang tersedia seperti Marco Bezzecchi, Joe Roberts atau Marcel Schrotter. ”

Tampaknya Petronas ingin mengembalikan filosofi mereka sebagai junior tim Yamaha yang memang seharusnya berfokus untuk mencari bibit-bibit pembalap potensial.

Minggu, 25 Juli 2021

Ini Komentar Pecco Bagnaia Terkait Rencana Dorna Yang Ingin Menggelar 23 Balapan Dalam Semusim.

Ini Komentar Pecco Bagnaia Terkait Rencana Dorna Yang Ingin Menggelar 23 Balapan Dalam Semusim.

GrandPrixPedia- Pada tahun pertama kejuaraan dunia Grand Prix balap motor tepatnya pada tahun 1949 jumlah seri balapan dalam satu musim kejuaraan hanya ada 6 seri balapan. Dan terus bertambah seiring makin populernya olahraga ini di penjuru dunia.

Tahun ini sebenarnya dalam kalender yang dirilis Dorna diawal tahun menyatakan akan menggelar 20 balapan dalam semusim, namun karena pandemi covid 19 yang belum usai beberapa negara masih melakukan larangan masuk ke negaranya, terutama daerah Asia. GP Jepang, Malaysia dan yang terbaru Thailand sudah dipastikan tidak akan menghelat balapan musim ini.

Selaku penyelenggara MotoGP, Dorna Sports berkomitmen untuk setidaknya bisa menyelesaikan 18 seri balapan, dan balapan ganda seperti yang pernah dilakukan di 2020 adalah salah satu cara agar jumlah tersebut dapat tercapai.

20 seri balapan dalam semusim adalah yang terbanyak selama sejarah MotoGP, tetapi kayaknya Dorna masih belum puas dengan jumlah tersebut. Mereka berniat akan menambah beberapa seri lagi dimasa depan, terutama setelah pandemi ini dapat teratasi. 23 seri adalah jumlah balapan yang ada dalam rencana jangka panjang mereka mengikuti jumlah seri balapan Formula 1.

Rencana Dorna tersebut mendapat komentar dari pembalap muda Ducati, Pecco Bagnaia. Bagi Pecco itu tidak masalah (penambahan seri MotoGP) karena itu memang tugas dirinya sebagai pembalap.

“Ini tugas kami, kami banyak berlatih untuk bersiap menghadapi semua balapan ini”. Tegas Pecco dikutip dari Tuttomotoriweb.it

“Jika kami memiliki lebih banyak balapan di masa depan, itu akan sangat sulit, tidak hanya bagi saya sebagai pembalap, tetapi terutama untuk tim, yang kemudian harus melakukan perjalanan lebih dan lebih di Eropa dan sekitarnya. Ini akan lebih sulit bagi mereka daripada bagi kami, ” tambahnya.

Pecco menambahkan dengan lebih banyak seri tentunya para pembalap butuh berlatih lebih banyak karena jadwal balapan yang akan jadi mepet.

“Tugas kami adalah berlatih setiap hari dan pada level setinggi mungkin, mencoba untuk siap menghadapi lebih banyak balapan”

“Mengendalikan MotoGP tidak semudah itu. Anda sangat lelah setelah balapan MotoGP. Jadi jika mereka ingin menghadapi beberapa balapan lain di masa depan kami harus berlatih lebih banyak." Pungkasnya.

Sirkuit Kymi Ring di Finlandia dan Sirkuit Mandalika Indonesia adalah 2 sirkuit yang ketambahan akan meramaikan balapan MotoGP di masa depan.

Jumat, 23 Juli 2021

Jonathan Rea Terkejut Toprak dan Gerloff Lebih Pilih Bertahan di WSBK Ketimbang Jadi Pembalap MotoGP.

Jonathan Rea Terkejut Toprak dan Gerloff Lebih Pilih Bertahan di WSBK Ketimbang Jadi Pembalap MotoGP.

GrandPrixPedia- Yamaha dalam masa penjajakan pembalap baru untuk menempati dua kursi kosong yang ditinggalkan Maverick Vinales dan kemungkinan Valentino Rossi juga.

Beberapa pembalap potensial dari Tim Yamaha WSBK telah tegas menolak seperti Toprak Raztagliou dan yang terbaru Garrett Gerloff yang sempat menyatakan minatnya untuk berlaga di MotoGP akhirnya tetap memilih bertahan di World Superbike hal tersebut dilihat dari Gerloff yang baru saja memperbarui kontraknya di WSBK sampai akhir 2022.

Pembaruan kontrak Toprak dan Gerloff mendapatkan komentar dari juara bertahan World Superbike, Jonathan Rea, Rea cukup terkejut dengan pilihan mereka yang lebih memilih balapan di World Superbike dibandingkan di MotoGP.

“Saya terkejut dengan pilihan mereka untuk tetap di WorldSBK, mereka adalah dua pembalap yang kuat. Saya tidak bisa mengatakan lebih banyak”. Ujar Rea dikutip dari Motosan.es

Pernyataan Rea ini cukup menarik juga, karena dua pembalap tersebut (Toprak dan Gerloff) sedang on fire di WSBK, bahkan Pembalap Turki, Toprak berhasil ambil alih pimpinan klasemen dari Rea usai seri Inggris lalu. Apakah maksud Rea jika mereka pergi ke MotoGP maka saingannya akan berkurang? Maybe Yes, Maybe No.

Rea juga ditanya perihal masa depannya dan dia juga tak menepis jika dimasa depan ia akan menjadi pembalap reguler MotoGP.

“Kontrak saya dengan Kawasaki? Saya tidak bisa bicara tentang itu. Kami berada di akhir pekan balap dan pikiran saya ada di babak ini. Saya terkejut dengan suara Petronas, saya telah mendengarkan dia seperti Anda. Secara pribadi, saya pikir saya berada di momen terbaik sepanjang karir saya dan MotoGP bisa menjadi peluang. Jangan pernah mengatakan tidak pernah, mungkin”.



Selasa, 20 Juli 2021

RESMI! Dani Pedrosa Ikut Meramaikan Balapan GP Styria 2021.

RESMI! Dani Pedrosa Ikut Meramaikan Balapan GP Styria 2021.


GrandPrixPedia- Impian para fans MotoGP dan fans setia Dani Pedrosa untuk melihat pembalap "termungil" itu kembali ke lintasan akhirnya akan segera terwujud di paruh kedua MotoGP musim ini yang akan digelar mulai 6-8 Agustus nanti. 

Terakhir kali Pedrosa balapan adalah di GP Valencia 2018 dan itu menjadi balapan terakhirnya bersama Honda setelah 13 musim bersama. Pada 6-8 Agustus nanti Pedrosa akan kembali balapan bersama KTM berstatus Wildcard. Berikut pernyataan resmi dari Dani Pedrosa yang kami kutip dari Motosan.es

Dani Pedrosa:

“Sangat menarik untuk menjadi bagian dari proyek ini sejak awal dengan KTM di MotoGP dan dapat berbagi pengalaman saya dengan mereka. Langkah demi langkah kami telah melakukan yang terbaik yang telah kami lihat dan sekarang menarik untuk memasuki balapan lagi karena memberikan Anda perspektif yang berbeda dibandingkan dengan tes normal. Sudah lama sejak balapan terakhir saya dan tentu saja mentalitas untuk GP sangat berbeda dengan tes. Tujuan saya untuk GP adalah mencoba menguji hal-hal yang kami miliki di motor dalam situasi balapan. ”

“Saya ingin memahami permintaan yang mungkin dimiliki pilot untuk sesi dan karakteristik teknis yang berbeda . Menonton dari rumah saya dapat merasakan peningkatan pada motor dan balapan, tetapi untuk lebih memahami MotoGP saat ini, teknologi baru dan cara balapan serta menggunakan strategi melawan yang lain, kami akan melakukan wildcard ini. Sulit untuk berbicara tentang harapan saya setelah jauh dari kompetisi begitu lama. Mungkin semuanya cocok atau tidak dengan mentalitas balap, tetapi kami akan mencoba menikmati akhir pekan sebanyak yang kami bisa.”

Mike Leitner selaku Direktur Balap Red Bull KTM tidak membebani target apapun dalam wildcard mengingat di MotoGP saat ini penuh dengan pembalap-pembalap muda yang sangat kencang dan haus akan kemenangan. Berikut pernyataan Mike Leitner. 

Mike Leitner, Direktur Balap KTM Red Bull:

“Akan lucu melihat Dani di MotoGP lagi. Dia telah absen dari balapan untuk beberapa waktu, tetapi akan sangat berharga untuk memiliki dia di garasi Red Bull Ring untuk menganalisis bagian yang kuat dan tidak begitu kuat dari paket KTM RC16 kami dalam kondisi GP dan akan memberi Anda indikasi yang baik untuk Anda. tes kerja. . Dani memiliki pengaruh besar pada proyek MotoGP kami berkat semua pengalamannya. Perusahaan telah bekerja dan mendorong keras untuk menindaklanjuti permintaan Anda, bersama dengan permintaan Mika [Kallio]. Dani adalah referensi yang baik saat dia pensiun pada akhir 2018 ketika dia masih di puncak olahraga dan kita dapat melihat beberapa pengaruhnya pada kesuksesan KTM RC16 saat ini .

“Ini akan memiliki campuran dari motor balap saat ini dan beberapa pembaruan kecil dan akan ada beberapa pengujian yang harus dilakukan selama akhir pekan, tetapi kami juga tidak ingin membebaninya. Kami ingin Anda menikmati Grand Prix. Ada banyak pembalap muda dan kuat di MotoGP saat ini sehingga akan sibuk, tetapi ini adalah cara yang baik bagi saya untuk belajar lebih banyak dan merasakan benchmark saat ini dalam olahraga dan ini akan membantu kami untuk tes di masa depan."

Dibawah pengembangannya bersama test rider KTM lainnya, Mikka Kalio KTM telah berhasil meraih 4 kali juara seri dan belasan podium. Bahkan status sebagai tim konsensi sudah berhasil mereka lepaskan mulai musim ini. 


Minggu, 18 Juli 2021

Jadi Pembalap Paling Banyak Crash, Pol Espargaro Bersikeras Gaya Balapnya Cocok Dengan Honda

Jadi Pembalap Paling Banyak Crash, Pol Espargaro Bersikeras Gaya Balapnya Cocok Dengan Honda


GrandPrixPedia- Pol Espargaro meninggalkan KTM pada akhir musim 2020 disaat KTM sedang meraih musim terbaiknya di MotoGP dan ia memilih untuk pergi ke Honda yang sedang mengalami paceklik juara setelah absennya Marc Marquez di sepanjang MotoGP musim 2021. Paceklik kemenangan Honda pun berakhir di GP German 2021, Sirkuit ini memang 'Marquez Banget' terbukti ia tak pernah absen podium 1 dalam 11 balapan terakhir di sirkuit tersebut.

Pol Espargaro menjadi pembalap yang paling banyak 'ngrusakin motor' alias jatuh di setengah balapan musim ini, ia tercatat sudah jatuh 13 kali di 9 balapan berlalu. Sedangkan rekan setim Pol, Marc Marquez yang baru kembali balapan di seri Portimao Portugal sudah 9 kali terjatuh dan menjadi pembalap ke 5 dengan jumlah jatuh terbanyak.

Honda memang masih mempunyai banyak masalah bahkan setelah Marquez kembali ke lintasan dan bagi Pol jika ia ingin menang ia harus berpikir seperti pembalap yang telah pernah menang dengan motor tersebut.

“Cara berpikir saya adalah jika seorang pembalap yang sangat cepat memenangkan balapan dan Anda memiliki paket yang persis sama, Anda harus melakukan hal yang sama. Jika Anda tidak cukup cepat, Anda seharusnya tidak berada di sana”. Terang Pol dalam sebuah wawancara dengan majalah MCN.

Pol memang harus memberi tekanan pada dirinya sendiri pasalnya ia punya kontrak yang lebih pendek dibandingkan Marc,jika ia tidak perform pasti Honda akan "menendangnya" dan mengganti dengan pembalap yang lebih muda.

“Saya selalu banyak bertanya pada diri sendiri, terkadang baik, terkadang buruk. Jika ada yang salah dan Anda tidak menekan, ketika keadaan membaik, pembalap yang lebih muda akan menendang pantat Anda. Jadi Anda harus selalu berusaha, Anda harus selalu berada di bawah tekanan dan saya pikir tekanan terbesar yang membebani saya berasal dari diri saya sendiri.”

Semula ketika kabar ia akan bergabung ke Honda banyak pihak yang mengatakan jika gaya balap Pol akan sesuai dengan Motor RC213V termasuk Alberto Puig yang menjadi sosok kepindahan Pol dari KTM ke Honda, namun setelah musim berjalan mulai banyak yang menyangsikan, tetapi Pol sendiri tetep kekeuh dan yakin jika gaya berkendaranya akan cocok dengan Honda. 

“Saya mencoba untuk mengenal motor, mendapatkan lebih banyak pengalaman dan sepenuhnya menerapkan gaya saya, yang menurut saya akan berhasil.”

Jumat, 16 Juli 2021

Morbidelli Prediksi Para Kompetitor Akan Semakin Kuat di Paruh Kedua MotoGP 2021!

Morbidelli Prediksi Para Kompetitor Akan Semakin Kuat di Paruh Kedua MotoGP 2021!

GrandPrixPedia- Datang ke musim 2021 sebagai Runner-up tentunya membawa ekspetasi lebih bagi Morbidelli. Namun musim ini tak berjalan seperti yang ia harapkan. Dimulai dari spek motor saja, walaupun menjadi pembalap Yamaha terbaik di akhir musim namun Morbidelli masih mendapatkan Yamaha Spek-A sedangkan 3 pembalap Yamaha lain mendapat Yamaha spek terbaru.

Di separuh balapan musim ini Franky hanya sekali naik podium dan 4 kali nol poin ditambah absen di balapan Assen karena mengalami cedera saat latihan. Dan kabarnya pun setelah jeda paruh musim Morbidelli masih akan absen untuk pemulihan cederanya.

Dalam masa pemulihan cedera yg dialaminya Morbidelli memberikan komentarnya seperti apa babak kedua musim 2021 ini akan berjalan.

“Semua pabrikan akan membawa perkembangan baru dalam setahun." Seru Morbidelli dikutip dari Motosan.es

“Dari sudut pandang ini, mereka yang berkembang memiliki keunggulan dibandingkan mereka yang tidak. Ini akan jauh lebih sulit bagi saya. Tapi itu saja dan saya harus melakukan yang terbaik. Aku akan berusaha untuk tidak kehilangan senyumku.”

Morbidelli juga mengeluhkan kekurangan Yamaha,yakni pada top speed yang bisa tertinggal 8-10 km dari para rival.

“Sekitar setengah dari defisit saya ada di trek lurus. Sangat sulit, jika bukan tidak mungkin, untuk pulih di tempat lain.”

“Saya akan melakukan yang terbaik dalam setiap situasi, tanpa memikirkan kemungkinan kerusakan . Kalau tidak, saya tidak bisa tidur nyenyak ."

Morbidelli dipastikan absen di dua balapan ganda kemungkinan digantikan oleh pembalap penguji Yamaha, Cal Crutchlow. Dan mungkin juga masih absen di GP Inggris pada 29 Agustus, kemungkinan ia kembali ke trek adalah di Aragon atau paling tidak di Misano.

Rabu, 14 Juli 2021

Jika Tak Dapat Tim, Vinales Bakal Bernasib Sama Seperti Dovizioso !!

Jika Tak Dapat Tim, Vinales Bakal Bernasib Sama Seperti Dovizioso !!


GrandPrixPedia- Disela-sela libur paruh Musim MotoGP 2021 umumnya para pembalap akan memanfaatkannya untuk berlibur yang tak berhubungan dengan aktifitas balap, namun kemarin (Selasa, 13/Juli/2021) ada beberapa pembalap yang tetap melakukan aktifitas latihan menggunakan sepeda motor.

Bertempat di sirkuit Barcelona Catalunya, Jack Miller, Maverick Vinales, Pol Espargaro, Aleix Rins dan beberapa pembalap dari Moto2 dan Moto3 melakukan latihan menggunakan motor produksi masal spek Superbike dari pabrikan mereka bernaung.

Setelah sesi latihan tersebut tersebut, situs berita Motorsport.com berhasil mewawancarai perihal rumor kepindahannya ke Aprilia, Maverick pun lantas menjawab:

"Saya tidak memiliki kesepakatan dengan siapa pun."

"Saya ingin mengambilnya perlahan dan kemudian kita akan melihat apa yang terjadi. pada tahun 2022. Situasi macet. Sekarang saya ingin menikmati liburan saya, karena paruh pertama musim itu sulit." Seru Vinales.

Pertanyaan pun berlanjut ke kabar yang mengaitkan come back nya ke Suzuki, namun dengan lantang Vinales menepisnya.

"Sebenarnya saya belum mempertimbangkan kemungkinan ini. Saya tidak pernah memikirkan 2022 (Akan ke Suzuki), karena saat ini tidak masuk akal."

Logis yang dikatakan Vinales, karna 2 pembalap Suzuki saat ini masih punya kontrak sampai Akira 2022, kecuali di antara Joan Mir dan Aleix Rins ada yang mau putus kontrak dengan Suzuki agar bisa gabung Yamaha.

Opsi lain yang juga ditanyakan wartawan Motorsport.com adalah rehat satu musim dulu untuk musim 2022 dan berencana balik lagi di musim 2023, seperti yang dipilih Dovizioso saat ini. Menjawab pertanyaan tersebut Vinales juga tak meragukan kemungkinan tersebut.

"Itu (rehat 1 musim) tidak akan menjadi hal yang baik, karena saya ingin bersaing. Tapi jika saya tidak merasa nyaman dan saya tidak menikmati diri saya sendiri.

"Hal yang paling membuat saya frustrasi adalah saya tidak bisa memberikan seratus persen dan jika saya tidak bisa melakukannya, saya lebih suka tinggal di rumah dan menikmati hidup." Tutup pembalap yang baru menjadi Ayah sebelum gelaran GP Mugello 2021 ini.

Sabtu, 10 Juli 2021

Aleix Espargaro ke Maverick Vinales: Meninggalkan Yamaha Bukan Langkah Mundur!

Aleix Espargaro ke Maverick Vinales: Meninggalkan Yamaha Bukan Langkah Mundur!


GrandPrixPedia- Perpisahan Maverick Vinales dengan Yamaha menjadi berita mengejutkan menjelang 'Summer Break' jeda paruh musim MotoGP 2021. Dan pertanyaan ke Tim mana ia akan pergi adalah yang balik banyak ditanyakan pasalnya ia memutuskan hubungan dengan Yamaha disaat hampir semua tim sudah memperbarui kontrak pembalap mereka.

Ada 2 pabrikan yang masih mencari pembalap yakni pabrikan Aprilia yang hendak mencari pengganti Lorenzo Savadori dan pabrikan Ducati dengan tim Aramco VR46 yang masih mencari rekan setim Luca Marini. Tim Petronas tidak dihitung yaa karna Petronas kan menggunakan mesin Yamaha.

Memang Aprilia adalah pilihan Louis satu-satunya bagi Maverick, walaupun sebelum kabar perceraian Vinales dengan Yamaha Aprilia sangat getol melakukan test dengan Andrea Dovizioso dan berharap Dovi mau gabung ke mereka. 

Namun belakangan muncul pernyataan dari Pembalap andalan Aprilia, Aleix Espargaro. Espargaro menyebut Dovi belum terlalu kompetitif dalam menggeber Aprilia RS-GP dan ia melihat tampaknya Dovi belum terlalu mau untuk balapan dengan Aprilia.

“Dovizioso telah melakukan beberapa test dengan kami, tapi sejauh ini dia belum terlalu kompetitif dan tampaknya ia tidak ingin balapan." Kata Aleix dikutip dari Tuttomotoriweb.it

Dengan kabar Vinales yang akan dirumorkan merapat ke tim nya,Aleix dengan senang hati jika hal tersebut benar-benar terjadi.

“Secara pribadi, jika rumor itu benar, saya akan senang jika Maverick menjadi rekan setim saya, saya akan sangat menyukainya, karena itu juga akan menjadi tantangan besar bagi saya untuk mengalahkannya. Dan dia tahu tidak akan mudah jika dia ingin mengalahkan saya.” 


Menurut Aleix perpindahan dari Yamaha bukan lah langkah mundur yang dipilih Vinales. Dan jika Vinales mencari perubahan yang radikal Aprilia adalah pilihan yang pas baginya.

“Maverick tidak senang, dia tidak mengeksploitasi levelnya , bakatnya, saya yakin itu. Dan hanya ada satu kehidupan. Meskipun tantangan terkadang sangat sulit, jika itu membuat Anda bahagia, Anda harus menerimanya. Jika bahagia di kepala Anda mengalami perubahan radikal dan pergi ke Aprilia atau Suzuki atau di mana pun, maka lakukanlah . Jangan takut atau berpikir bahwa meninggalkan Yamaha adalah langkah mundur, mundur selangkah adalah tidak bahagia. Apa pun yang dilakukan Maverick, saya akan mendukungnya."

Vinales dan Aleix di luar kehidupan balap juga berteman baik,mereka sering melakukan latihan fisik bersama. Selain itu mereka juga pernah berada di tim yang sama kala berada di Suzuki di musim 2015-2016.

“Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengannya. Selain itu, dari sisi manusia, dua tahun terbaik dalam karir olahraga saya, di Suzuki, saya menghabiskan mereka berbagi kotak dengannya, dan karena itu saya tahu betapa berbakatnya dia." " Tutup pembalap tertua kedua di Grid saat ini tersebut.

Jumat, 09 Juli 2021

Joan Mir Sebut Motor GSX-RR Suzuki Lebih Agresif Dibanding Yamaha YZR-M1.

Joan Mir Sebut Motor GSX-RR Suzuki Lebih Agresif Dibanding Yamaha YZR-M1.

GrandPrixPedia- Di kelas MotoGP hanya ada 2 konfigurasi mesin yang digunakan yakni mesin empat silinder segaris atau Inline dan mesin V4. Dari 6 pabrikan yang berlaga cuma Yamaha dan Suzuki yang menggunakan mesin inline 4 sedangkan 4 pabrikan lainnya menggunakan V4. 

Mesin inline 4 mempunyai karakteristik lincah dan gampang ditekuk sedangkan v4 punya keunggulan power yang lebih bertenaga. Itulah kenapa top speed di MotoGP hampir semua milik motor bermesin v4. 

Berdasarkan statistik peraih juara dunia 10 tahun terakhir (2011-2020) mesin v4 unggul jauh dari inline 4 dengan perbandingan 7 banding 3 juara dunia. Balik lagi ke pembalapnya bagaimana mereka memaksimalkan kelebihan motor mereka serta meminimalisir kekurangan. 

Tahun 2020 lalu Joan Mir mampu mengambil alih pimpinan kejuaraan di seri-seri terakhir MotoGP, padahal Quartararo sempat unggul di separuh musim. Mir pun ditanya bagaimana perbedaan antara Yamaha dan Suzuki. 

“Ini adalah pertanyaan yang sulit. Sulit menjawabnya karena saya hanya melihat [Yamaha] dari luar dan hasil motor ini,” ujar Mir dikutip dari Tuttomotoriweb.it

Memang benar ia belum mencoba motor Yamaha langsung, tapi dalam suatu kesempatan Mir pernah membuntuti pembalap Yamaha di trek, ia mencoba menganalisis bagaimana akselerasi, serta hal teknis lainnya yang ia lihat dari motor Yamaha. 

“Saya tidak berpikir motornya benar-benar sama. Memang benar keduanya sama-sama menggunakan mesin empat silinder segaris. Tapi sifatnya sangat berbeda”.

“Kami melihat pengendara Yamaha berbeda dari Suzuki. Suzuki sedikit lebih agresif, motornya bergerak lebih banyak, dalam beberapa hal lebih dekat ke V4 tanpa menjadi V4. Yamaha, di sisi lain, membuat kesan lebih halus dan lebih manis”.

“Tapi seperti yang saya katakan: hanya ini yang bisa saya lihat. Jadi saya hanya bisa mengatakan bahwa menurut saya Suzuki sedikit lebih agresif dari Yamaha”.

Satu-satunya pembalap MotoGP yang masih aktif saat ini yang telah merasakan kedua motor tersebut adalah Maverick Vinales. Namun tentunya Suzuki yang sekarang dengan Suzuki yang ditunggangi Vinales pada musim 2015-2016 sedikit banyak telah berubah. 

Rabu, 07 Juli 2021

Test Rider Ducati, Michele Pirro Benarkan Kalo Motor Ducati Jaman Rossi Memang Sulit Dikendarai!

Test Rider Ducati, Michele Pirro Benarkan Kalo Motor Ducati Jaman Rossi Memang Sulit Dikendarai!

GrandPrixPedia- Selama kurun waktu 20 tahun berkarir di kelas utama MotoGP, Valentino Rossi sudah mengendarai 3 motor dari 3 pabrikan berbeda, yakni Honda, Yamaha dan Ducati. 

Dari 3 pabrikan tersebut Rossi hanya bisa sukses meraih juara dunia di 2 pabrikan, Yamaha dan Honda. 2 musim (2011-2012) bersama Ducati Rossi tak mampu menjuarai satu seri pun dan hanya beberapa sekali podium 2 dan beberapa podium 3.

Rossi beralasan Desmosedici GP 11 dan 12 yang digebernya kala itu seperti "Celeng", susah belok, sulit dikendarai dan cuma kencang di trek lurus saja. Banyak yang meremehkan Rossi kala itu karna tak mampu juara dengan motor dari negaranya sendiri. 


Namun 10 tahun berlalu datang pernyataan yang membenarkan ucapan Rossi tersebut, pernyataan itu datang dari Test Rider Ducati, Michele Pirro. Pirro membenarkan kalo motor Desmo GP11 dan 12 kala itu memang susah untuk dikendarai. 

“Dia (Rossi) benar!” ujarnya.

Dilansir dari Tuttomotoriweb.it Pirro mengatakan jika motor Ducati sekarang lebih mudah dikendarai dibanding  Motor Ducati sepuluh tahun lalu. 

“Mereka yang datang ke Ducati sekarang benar-benar menemukan dunia lain, tetapi saya jamin bahwa pada masa mereka itu sulit". Lanjutnya. 

Ducati sekarang telah berubah banyak semenjak Gigi Dall'Igna datang, dari bentuk fisik motornya saja sudah berbeda jauh, ketambahan wibglet dan perangkat aerodinamis yang beraneka ragam dan bentuk. 

“Namun, ada grup besar, semuanya orang Italia, yang bekerja sebagai tim dan dengan penuh semangat. Dall'Igna , Ciabatti dan Tardozzi adalah orang-orang yang tepat dan kami selalu berusaha melakukan yang terbaik dengan sumber daya yang kami miliki. Kami dapat melakukan lebih dan lebih dan kami selalu berusaha untuk meningkatkan, tetapi kami memiliki beberapa kepuasan besar. Dan meskipun hari ini sudah berumur satu tahun lagi, saya selalu berusaha menaikkan level dan memindahkan batasnya”.

Di akhir wawancara Pirro memberikan pujian kepada Rossi, ia berpendapat Rossi telah mengubah cara pandang orang terhadap dunia balap motor. Ia mampu menaikkan pamor MotoGP dari yang hanya dibicarakan pecinta balap motor saja menjadi dibicarakan semua kalangan. 

“Vale telah mengubah sejarah sepeda motor, ia memiliki cara yang membuat orang yang paling tidak terpikirkan menjadi bergairah tentang sepeda motor”.


Minggu, 04 Juli 2021

Toprak Tolak Tawaran Naik Ke MotoGP, Garet Gerloff: Itu Adalah Cita-Cita Saya Sejak Kecil.

Toprak Tolak Tawaran Naik Ke MotoGP, Garet Gerloff: Itu Adalah Cita-Cita Saya Sejak Kecil.

GrandPrixPedia- Keputusan tiba-tiba yang dibuat Vinales untuk tidak lagi membalap bersama Yamaha di musim depan menyisakan banyak spekulasi kemana ia akan berlabuh dan siapa yang akan menggantikanya di tim pabrikan. 

Untuk penggantinya di tim pabrikan Yamaha Franco Morbidelli sudah dipastikan mendapatkan promosi ke tim utama, namun hal ini membuat Petronas menjadi kelimpungan, pasalnya mereka harus mencari 2 pembalap pengganti Morbidelli dan Rossi yang kemungkinan besar tidak lagi bersama tim ini. 

Petronas dibantu Yamaha mulai bergerilya untuk mencari 2 pembalap yang akan mengisi kursi tim asal Malaysia tersebut. Sesuai dengan filosofi Petronas yang memposisikan tim mereka sebagai 'Junior Tim' Yamaha, para pembalap muda adalah target bidikan mereka. 

Yamaha telah mencoba mendekati 2 pembalap KTM, satu di MotoGP yakni Miguel Oliveira dan satu lagi di Moto2 yakni Rookie, Raul Fernandez, namun mereka berdua menolak dan lebih setia ke pabrikan yang telah menemani karir mereka. 

Pembalap potensial lainnya yang juga dibidik Yamaha adalah dari kejuaraan World Superbike, yakni Toprak Razgatlioglu. Namun pembaruan kontrak antara Toprak dan Tim Pata Yamaha WSBK Kamis (1 Juli 2021) mematahkan asa Yamaha untuk membawa pembalap asal Turki tersebut ke MotoGP. Kenan Sofuaglu, yang merupakan mentor dari Toprak mengatakan MotoGP bukanlah rencana jangka pendek bagi Toprak dan menjadi juara dunia di balapan di Word Superbike adalah tujuannya saat ini. 

“Toprak memulai musim ini dengan sangat baik dan, terutama setelah Putaran 2, banyak tim menunjukkan minat mereka padanya. Rencana kami sejak saya memasukkannya ke Piala Eropa FIM Superstock 1000 adalah menjadikannya Juara Dunia Superbike pertama dari Turki dan kami ingin mencapai tujuan ini. Mungkin saja tahun ini, tetapi saya juga harus mengatakan bahwa kami tidak pernah bermimpi bahwa Toprak adalah pebalap MotoGP. Saya pikir gaya Toprak sangat cocok dengan motor World Superbike dan untuk alasan itu tujuan utama kami adalah bertahan di WorldSBK. Masih banyak yang bisa dilihat tentang Toprak, dia bisa lebih cepat, dan penting bahwa dia melakukannya dengan momentum yang baik dan dengan tim yang bagus." Terang Sofuohglu dikutip dari super7moto.com

“Ada beberapa tim MotoGP yang menunjukkan minat yang besar; Kami berbicara dengan Petronas Yamaha beberapa kali, dan mereka masih menginginkan Toprak, tetapi mereka juga tahu bahwa pilihan pertama kami adalah bertahan di WorldSBK dan mereka menghormatinya. Sebelum 2020, ada juga yang tertarik dengan Toprak, tapi saya sangat menghormati mereka berdua. Saya bilang kami ingin bertahan di WorldSBK minimal dua tahun lagi dan setelah itu, jika Toprak sekuat itu dan juara WorldSBK, mungkin menarik, tapi saat ini kami ingin bertahan di sini. ”

Berkebalikan dengan Toprak, rekan sesama pembalap Yamaha namun berbeda tim di Tim di WSBK, Garret Gerloff malah mengajukan diri agar bisa berkompetisi di MotoGP. Bagi Gerloff menjadi pembalap MotoGP adalah cita-cita nya dari kecil. 

“Jelas tujuan saya adalah untuk bersaing di MotoGP suatu hari nanti. Itu telah menjadi tujuan saya sejak saya masih kecil dan mulai berlari. MotoGP adalah tempat yang saya inginkan. Tapi saya juga harus memastikan waktu dan kondisinya tepat. "

Garet Gerloff telah melakukan debutnya di kelas MotoGP di MotoGP Assen pekan lalu menggantikan Franco Morbidelli yang harus naik meja operasi. Ia hanya mampu finish diluar zona Poin di posisi 17.

Sabtu, 03 Juli 2021

Dikritik Marquez Sering Main Aman, Joan Mir: Dia Tidak Tahu Batasan Motor Suzuki.

Dikritik Marquez Sering Main Aman, Joan Mir: Dia Tidak Tahu Batasan Motor Suzuki.


GrandPrixPedia- Setelah berhasil menjadi juara Dunia kelas utama MotoGP musim 2020, nama Joan Mir semakin banyak disebut. Selain masih muda, 23 tahun, ia juga mampu juara dunia bukan dengan pabrikan yang 10 tahun terakhir ini sering menjadi juara dunia yakni Yamaha dan Honda, melainkan dengan Suzuki yang terakhir kali menjadi juara dunia pada musim balap 2000 bersama Kenny Roberts Jr. 

Bagi kebanyakan atlet ataupun pembalap mendapatkan popularitas adalah hal yang sangat penting karena semakin tinggi popularitas semakin banyak orang yang mengenal dan membicarakan mereka, namun hal tersebut tidak berlaku bagi Joan Mir. Dalam wawancara bersama El Mundo Mir mengakui kalo ia adalah sosok yang pendiam dan tak suka diperhatikan. 

"Di jalanan orang lebih banyak menghentikan saya, mereka lebih mengenali saya. Saya pendiam dan saya suka tidak diperhatikan. Banyak pilot menyukai popularitas, tapi saya tidak seperti itu."

Ia juga mengatakan banyak mendapatkan komentar negatif dari orang-orang di negaranya sendiri, orang-orang tersebut berkomentar ia tak akan mampu lagi menjadi juara dunia.

"Di Spanyol saya merasa memiliki banyak pembenci, saya tidak mendapatkan komentar negatif seperti itu dari negara lain. Saya membaca bahwa saya tidak akan pernah menang lagi dalam hidup saya. Apa yang telah saya lakukan pada orang-orang ini? Saya berasal dari bawah dan saya tidak membuat masalah bagi siapa pun. 

Tak hanya komentar langsung namun komentar dari sosial media juga banyak yang mencemoohnya karena bisa juara dunia disaat Marc Marquez sedang cedera.

"Banyak pesan positif, tetapi ada beberapa. ada beberapa yang membuat saya berpikir "Apa yang terjadi dengan ini?". Banyak orang bersembunyi di dalam akun untuk melampiaskan amarahnya dan tidak menyadari bahwa di sisi lain ada orang yang bisa membaca. "

Dalam mengarungi musim 2021 ini Mir masih menggunakan cara yang ia lakukan saat memenangkan gelar musim 2020 yakni dengan konsisten finish dan tidak terlalu memaksakan motornya secara agresif. Dan taktik Joan Mir ini mendapat komentar dari Marc Marquez, Marquez menganggap Mir tidak berani mengambil resiko dan terkesan "main aman".

"Kami memiliki motor yang berbeda dan dia (Marc) tidak tahu apa batasan Suzuki. Fakta bahwa saya tidak sering jatuh bukan berarti saya tidak berusaha keras. Bagi saya, bekerja maksimal berarti mengetahui seberapa jauh harus melangkah dan kapan harus berhenti. Terang Mir dikutip dari Tuttomotoriweb.it

Walaupun belum menjuarai satu seripun musim ini tetapi Mir konsisten finish dan telah mengantongi 3 podium. Ia bertengger di posisi 4 klasemen kalah 55 angka dari Quartararo. MotoGP musim 2021 masih menyisakan 10 seri lagi dan apapun bisa terjadi, "Never Say Never in MotoGP".

Kamis, 01 Juli 2021

Rossi atau Bezzecchi? Pablo Nieto: Di Austria Kita Akan Tahu Siapa Pembalap Kedua!

Rossi atau Bezzecchi? Pablo Nieto: Di Austria Kita Akan Tahu Siapa Pembalap Kedua!

GrandPrixPedia- MotoGP 2022 ketambahan satu identitas tim baru, yakni Aramco Racing VR46. Walaupun tahun ini sudah turun di kelas MotoGP namun masih numpang satu slot di tim Avintia Racing. 

Dua pembalap tim ini juga belum diumumkan secara resmi namun Luca Marini dipastikan akan mengisi salah satu kursi tim tersebut. Nahh pembalap keduanya ini yang masih spekulatif. Marco Bezechi adalah yang paling kuat untuk mengisi kursi kedua ini. Dikutip dari situs Mowmag.com , Bezeechi mengatakan adalah kehormatan bisa membalap untuk tim VR46 di kelas Utama. 

“Merupakan kehormatan besar untuk membalap untuk Tim Balap VR46 karena Vale telah menjadi idola saya sejak saya masih kecil,” ujarnya. 

“Membalap untuk timnya adalah pencapaian luar biasa dan peluang luar biasa. Kemudian Vale bersama kami luar biasa: pada akhirnya dia sama seperti kami. Ketika kita pergi keluar bersama di malam hari, kita dapat berbicara sedikit tentang segala hal, tidak hanya tentang sepeda motor. Vale sebenarnya tidak memberi saran. Bersamanya adalah sekolah yang konstan ”.

Manajer tim yang saat ini menaungi Bezechi di Moto2 yakni Pablo Nieto mengatakan perihal siapa yang akan mendampingi Marini di Aramco musim depan akan diumumkan sebelum MotoGP Austria. 

“Kami bekerja sama lagi tahun ini, kami bergaul dengan baik dengan tim Avintia, itu adalah jaminan. Kami ingin melakukan sesuatu yang penting untuk tahun depan.

“Pada akhirnya kami bekerja, kami akan segera memberitahunya. Untuk balapan di Austria kita akan tahu siapa pembalap kedua”

Dari pihak Ducati juga tidak mau ikut campur perihal siapa yang akan jadi pembalap kedua tim Aramco VR46. 

“Kami telah menunjukkan bahwa kami dapat mengelola tim satelit Ducati dengan baik. Kami sudah mulai berbicara dengan Pablo dan Uccio, kami mengharapkan hal-hal besar dari komitmen bersama ini. Terang Sporting Directory Ducati, Paolo Ciabatti. 

Aramco akan mendapatkan satu motor resmi (Desmosedici GP22) kemungkinan untuk Marini sebagai pembalap utama dan motor GP21 dengan update terbaru untuk pembalap kedua. 

“Dia akan memiliki motor resmi (GP22), sedangkan untuk pebalap kedua akan ada motor 2021 dengan update terbaru”.

Terakhir Ciabatti juga mengatakan akan bagus jika Rossi mau kembali ke Ducati, Sebagai pembalap tentunya.

“Akan sangat bagus memiliki Valentino Rossi di Ducati, tetapi keputusan ada di tangan timnya. "Terang Ciabatti mengakhiri. 

 

Ad Placement