Sabtu, 03 Juli 2021

Dikritik Marquez Sering Main Aman, Joan Mir: Dia Tidak Tahu Batasan Motor Suzuki.


GrandPrixPedia- Setelah berhasil menjadi juara Dunia kelas utama MotoGP musim 2020, nama Joan Mir semakin banyak disebut. Selain masih muda, 23 tahun, ia juga mampu juara dunia bukan dengan pabrikan yang 10 tahun terakhir ini sering menjadi juara dunia yakni Yamaha dan Honda, melainkan dengan Suzuki yang terakhir kali menjadi juara dunia pada musim balap 2000 bersama Kenny Roberts Jr. 

Bagi kebanyakan atlet ataupun pembalap mendapatkan popularitas adalah hal yang sangat penting karena semakin tinggi popularitas semakin banyak orang yang mengenal dan membicarakan mereka, namun hal tersebut tidak berlaku bagi Joan Mir. Dalam wawancara bersama El Mundo Mir mengakui kalo ia adalah sosok yang pendiam dan tak suka diperhatikan. 

"Di jalanan orang lebih banyak menghentikan saya, mereka lebih mengenali saya. Saya pendiam dan saya suka tidak diperhatikan. Banyak pilot menyukai popularitas, tapi saya tidak seperti itu."

Ia juga mengatakan banyak mendapatkan komentar negatif dari orang-orang di negaranya sendiri, orang-orang tersebut berkomentar ia tak akan mampu lagi menjadi juara dunia.

"Di Spanyol saya merasa memiliki banyak pembenci, saya tidak mendapatkan komentar negatif seperti itu dari negara lain. Saya membaca bahwa saya tidak akan pernah menang lagi dalam hidup saya. Apa yang telah saya lakukan pada orang-orang ini? Saya berasal dari bawah dan saya tidak membuat masalah bagi siapa pun. 

Tak hanya komentar langsung namun komentar dari sosial media juga banyak yang mencemoohnya karena bisa juara dunia disaat Marc Marquez sedang cedera.

"Banyak pesan positif, tetapi ada beberapa. ada beberapa yang membuat saya berpikir "Apa yang terjadi dengan ini?". Banyak orang bersembunyi di dalam akun untuk melampiaskan amarahnya dan tidak menyadari bahwa di sisi lain ada orang yang bisa membaca. "

Dalam mengarungi musim 2021 ini Mir masih menggunakan cara yang ia lakukan saat memenangkan gelar musim 2020 yakni dengan konsisten finish dan tidak terlalu memaksakan motornya secara agresif. Dan taktik Joan Mir ini mendapat komentar dari Marc Marquez, Marquez menganggap Mir tidak berani mengambil resiko dan terkesan "main aman".

"Kami memiliki motor yang berbeda dan dia (Marc) tidak tahu apa batasan Suzuki. Fakta bahwa saya tidak sering jatuh bukan berarti saya tidak berusaha keras. Bagi saya, bekerja maksimal berarti mengetahui seberapa jauh harus melangkah dan kapan harus berhenti. Terang Mir dikutip dari Tuttomotoriweb.it

Walaupun belum menjuarai satu seripun musim ini tetapi Mir konsisten finish dan telah mengantongi 3 podium. Ia bertengger di posisi 4 klasemen kalah 55 angka dari Quartararo. MotoGP musim 2021 masih menyisakan 10 seri lagi dan apapun bisa terjadi, "Never Say Never in MotoGP".

 

Ad Placement